Album musik yang bagus memang pasti akan terus menemui pendengarnya. Generasi selanjutnya akan menemukan dan melestarikannya, tentu saja dengan mendengarkannya. Proses pewarisan pengetahuan itu perlu agen-agen yang peduli pada pendokumentasian. Salah satu yang perlu diceritakan adalah Zim Zum Entertainment, label rekaman yang sudah beberapa kali melakukan reissue rekaman-rekaman lokal ‘bahaya’ di masa lampau.

Zim Zum Entertaiment pada awalnya adalah proyek dari Hardy, seorang kolektor musik. Kemudian sering berjalannya waktu, ia berkembang menjadi label rekaman.

“Awalnya sih ini project kebablasan saja, karena dulu pertama buat akun Facebook Zim Zum hanya untuk jualan koleksi saya. Cuma seperti yang kita tahu, Facebook itu kan sarana aktualisasi setiap individu. Dari situ saya melihat bagaimana untuk mengembalikan rilisan lawas ke zaman sekarang agar dapat tetap dinikmati banyak orang, makanya saya buat label Zim Zum Entertainment dengan konsep reissue,” cerita Hardy.

Project pertama Zim Zum Entertainment adalah merilis kembali album kompilasi Bandung Lautan Hardcore, yang aslinya dirilis oleh Hardy di tahun 2002. “Sebenarnya saya dulu pegiat fanzine metal sejak tahun 1997, itulah kenapa dengan Zim Zum seperti kembali jadi anak kecil. Di mana saya mereissue rekaman-rekaman waktu saya dibesarkan. Makanya saya punya ceirita di balik rekaman-rekaman yang saya rilis,” lanjutnya menjelaskan.

Sampai hari ini, Zim Zum Entertainment telah merilis 71 rilisan sejak Januari 2014. Secara genre, rilisan metal masih mendominasi. “Iya, kebanyakan memang metal, karena saya dasarnya suka metal,” kata Hardy.

Yang paling baru, di akhir 2018 lalu, Zim Zum Entertainment merilis kembali album Behind the 8th Ball milik Rotor, sesuatu yang jadi salah satu tonggak sejarah musik metal lokal. Album Rotor yang lain, Eleven Keys, mengikuti kemudian.

Zim Zum Entertaiment adalah bukti kecintaan pada rilisan-rilisan bagus di masa lalu, yang didaur ulang dalam format yang segar untuk generasi hari ini. Klise memang, tapi Zim Zum Entertainment telah menjalankan peran yang baik sebagai pewarta musik dan agen pewarisannya. (*)

 

Teks: Rio Jo Werry
Foto: Dok. Zim Zum Entertainment