Yang Baru, Yang Bernama Beijing Connection

Bekerja dari rumah atau bahasa kerennya work from home memang menjadi momok baru sekaligus solusi baru di masa pandemi seperti ini. Bagaimana tidak, banyak orang yang mengeluhkan kalau berkegiatan di rumah ternyata membuat mereka menjadi kelelahan. Hal ini tentu saja dikarenakan tidak adanya waktu yang pasti dalam bekerja. Tapi, ada juga yang mensyukuri adanya bentuk ini, salah satunya adalah band Beijing Connection asal Makassar. Band beraliran Midwest Emo yang beranggotakan Rudy Rubiandini (bass+vokal), Adhewans (gitar), dan Joy Silitonga (drum) merupakan produk dari yang namanya work from home. 

Menurut cerita mereka nih, pertemuan aktif ketiganya terjadi di saat mereka selalu bertemu secara intens melalui medium daring. Di masa itu mereka sering kali membahas banyak nama-nama band beraliran emo yang aktif di tahun 2000, tak disangka, dari yang awalnya hanya ngobrol, menjadi sebuah proyek band yang cukup serius. Bukti dari keseriusan mereka ini ditandai dengan lahirnya satu buah lagu yang menjadi perkenalan mereka kepada dunia musik di Indonesia, khususnya Makassar. Lagu tersebut adalah “We Should’ve Left Our Hearts In The South Where They First Met”.

Tentu saja, dalam memilih genre emo ini, mereka banyak mengambil referensi dari band-band yang sudah ada. Contohnya seperti Empire! Empire! (If I Was A Lonely State), Tiny Moving Parts, Mew dan beberapa nama lain yang akhirnya mengarahkan band ini menyelami emo generasi kedua (Midwest Emo). Single perdana ini pun berfungsi sebagai gerbang untuk menuju ke sebuah mini album, yang menurut rencana akan dirilis di pertengahan tahun ini, dengan catatan bila kondisi yang ada sudah membaik.

Selain merilis dalam bentuk audio, mereka juga melepas single perdana ini ke dalam bentuk sebuah videoklip, yang saat ini sudah bisa dinikmati di kanal YouTube milik mereka. Oh ya, single ini pun juga bisa didengarkan di berbagai layanan musik dalam jaringan favorit kalian.

Jika ditilik dari proses kreatif, notasi musik dibuat oleh Adhewans dengan sentuhan mathpop serta influensi emo pada notasi vokal, sedangkan penulisan lirik dilakukan oleh Rudy. Karena ide lagu ini berdasarkan kisah nyata, alhasil lahirlah lirik yang cukup sentimental, yang bercerita tentang ketakutan-ketakutan yang hadir di masa lalu, dan berubah menjadi sebuah penyesalan di masa sekarang. Apabila dianalogikan lagu ini seperti gabungan film “500 Days of Summer” dan “You Are the Apple of My Eye”.

Untuk ranah visual, gambaran yang ada merupakan sebuah potret pemandangan kuburan dengan notebook biru yang mengandung pesan khusus kepada orang tertentu. Kemudian diberikan sentuhan warna dengan nuansa city pop oleh Yhuza, komikus lokal Makassar.

Dalam penggarapan videoklip pun, teknik yang ada dibuat dengan tangkapan gambar yang cukup sederhana, yaitu menggunakan teknik semiotika. Sang sutradara yang mengarahkan videoklip ini, Yoga Pratama berhasil memaksimalkan hal tersebut, dan akhirnya membuat lagu dan video terasa begitu padu. Meski sederhana, Yoga seakan-akan menangkap inti dari single ini, oleh karena itu ia menyematkan beberapa adegan multitafsir bahkan terkesan subliminal.

Buat kalian pecinta musik-musik midwest, lagu ini cocok banget buat kalian dengarkan sambil menikmati hari.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Beijing Connection

Mari Rayakan Akhir Pekan Di M Bloc Fest 2022

M Bloc Space merayakan ulang tahunnya yang ke-3 dengan membuat beragam keriaan: The Writers Festival (24 – 25 September), M Bloc Music Week (25 September – 2 Oktober), Pasar Wastra...

Keep Reading

Sad But True Menggurat Kisah Sedih

Kuartet Sad But True, unit heavy pop-punk, kini solid digawangi oleh Anisham (vokal), Hery (Gitar), Ryan Fakk (Bass), dan Kicot (Drum) tidak ingin berlama-lama untuk menjadi pasif. Langkah konkret yang...

Keep Reading

Persembahan Dhira Bongs Pasca Pandemi

Dhira Bongs, solois pop asal Bandung yang makin melebarkan gaung dengan merilis album studio baru bertajuk A Tiny Bit of Gold in The Dark Ocean. Album penuh ketiga setelah My...

Keep Reading

Kejutan Dari Bas Boi Yang Menggandeng Feel Koplo

Melangkah tanpa henti, Basboi kembali merilis materi yang sudah beberapa kali iya bawakan sebagai kejutan di konser-konsernya berjudul U DA BEST. Sebelumnya, solois ini sukses menggelar tur albumnya di enam...

Keep Reading