Yang Baru dari Bandung, Gergasi Api!

Musik selalu punya cara untuk menggapai telinga pendengarnya, pun selalu memliki jalan untuk membuat sebuah pertemuan, salah satunya adalah format kolaborasi, Dalam rangka menjaga kewarasa datang dari kota Bandung Kolaborasi terbentuk dengan nama Gergasi Api.

Dibentuk oleh Alexandra J. Wuisan (Sieve) dan Ekyno (Full of Hate, Plum). ‘The Flames That We Shared’ menjadi single perdana dari Gergasi Api dan baru saja dirilis secara digital oleh Anoa Records, pada 7 Maret 2021. Lagu ini dan Gergasi Api sebagai sebuah band, oleh Anoa Records dianggap sebagai geliat baru yang penting bagi lanskap musik alternatif di skena lokal.

Keduanya memang kerap aktif sedari dulu di skena musik Bandung, dan harus disadari jika penjelajahan musik mereka, juga berangkat dari band-band sebelumnya. Alexandra J. Wuisan di band Goth Rock Darkwave bernama Sieve, dan sempat berkolaborasi bersama Ajie Gergaji dengan musik yang berbeda, sementara Ekyno pernah di Full of Hate sebuah band Hardcore, dan band Industrial Metal bernama Plum.

Ekyno mengungkapkan Gergasi Api terpengaruh dari  berbagai macam musik yang didengar dari musik- musik tahun 70 sampai sekarang, dari  Metal, Post Metal, Industrial, Elctronic, Shoegaze, Goth, Darkwave, Rock, dan Pop.

“Ketika kami bikin Gergasi Api, unsur atmosferik yang membungkus lagu sangat diperhatikan. Bisa terdengar raw tapi juga sangat melodius. Bisa juga terdengar elektronik namun juga terasa analog,” kata Ekyno yang juga seorang sutradara film iklan.

Alexandra sendiri menghadirkan eksplorasi tersendiri pada vokal. Pengagum Tori Amos dan Siouxie Sioux ini bermain dengan nada-nada vokal yang lebih ekspresif dan lantang. Lirik ditulisnya dengan konteks yang dirasakan dirinya, dan Ekyno di kala pandemi. Kehilangan dan meraih kembali kendali diri dalam menghadapi kesedihan menjadi bait-bait lirik yang dirangkainya. The Flames That We Shared sendiri akan menjadi semacam trilogi dari dua lagu Gergasi Api berikutnya yang akan dirilis masing-masing di bulan April dan Mei.

Bagi Alexandra, selalu ada energi universal dari musik, yang kerap bisa memberikan inspirasi untuk menyalakan kesadaran diri, empati, dan kasih sayang. The Flames We Shared adalah rasa yang ingin dibagikan oleh Gergasi Api. “Berharap dengan tulus dari apa yang saya tulis di lirik, dan musik oleh Ekyno, bisa memberikan sepercik api kesadaran diri kepada pendengar”. Alhasil The Flames That We Shared seperti mosaik dari palet berbagai warna keduanya. Direkam selama dua bulan lebih, dari rumah mereka masing-masing, saling mengirimkan data rekaman, dan kemudian di mixing mastering oleh basist Sharesprings dan juga sound engineer, Yehezkiel Tambun.

 

Teks: Alkadri

Visual: Arsip dari Anoa Record

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading