Wajah Baru Syuthay di Album Penuh Perdananya

Layaknya laga dalam pertempuran, kota Medan kerap mendapat peran penting dalam geliat musik keras di tanah air. Banyak kelompok musik maupun musisi secara individu yang lahir dari kota di Utara pulau Sumatra ini yang berhasil mencuri perhatian. Baru-baru ini kabar baik pun datang dari kolektif musik bernama Syuthay yang melepas album penuh pertamanya bertajuk Latisha.

Album penuh berisi 9 trek lagu ini sekaligus menjadi penanda lahirnya wajah baru Syuthay dengan pendewasaan musik yang berbeda dari dua EP terdahulu, Legiun Api Militansi (2013) dan Trinus (2017).

Ada tema berbeda yang dituangkan dalam lagu-lagu di album Latisha. Misal seperti “Derau”, “Metropolis”, “Jagal”, “Streotip”, “Pers”, “Panorma” yang banyak mengisyaratkan bagaimana keresahan Syuthay tentang masalah sosial-politik yang begitu kacau seperti hari ini. Tema dan unsur bersenang-senang pun tak luput dihadirkan dalam album ini, misal di nomor “Hingar Bingar” dan “Stoned Crew” yang dijadikannya sebagai anthem untuk orang-orang yang telah membantu dari belakang layar.

Judul “Latisha” sendiri bisa diartikan sebagai kabar baik. Hal tersebut barangkali bisa kita lihat dari artwork album yang diilustrasikan oleh Adjust Purwatama (Mork) dengan mengangkat isu yang terjadi saat proses pengerjaan album ini.

Di album ini juga Syuthay melibatkan beberapa kolaborator seperti Jere Fundamental, Dida Negara, Galang (RIP), Abiyu dan July Butar-butar semakin yang memberikan warna berbeda dalam segi aransmen.

Dari sisi produksi, seluruh materi direkam di AM Studio dengan pengerjaan kurang lebih dua tahun, eksekusi lirik ditulis oleh Friend Gultom yang juga menjadi produser musik di album ini. Untuk perilisannya sendiri Syuthay dibantu dengan dua label musik mandiri asal Yogyakarta, Otakotor Records, dan Nomads Records dari Medan.

Selain dirilis dalam versi digital, Latisha juga dirilis dalam format fisik yang dikemas juga ke dalam berbagai merchandise yang dijual secara bundling. Ada 3 paket bundling yang ditawarkan oleh Syuthay, antara lain Latisha bundling A (CD, T-shirt, Bandana, Sticker pack, Patch dan Poster) yang dibanderol dengan harga 235K, Latisha Bundling B (CD, Poster, Sticker pack dan Patch) seharga 75K dan Latisha Bundling C (T-shirt, Poster, Sticker pack dan Patch) seharga 175K yang bisa kalian dapatkan dengan menghubungi langsung Syuthay.

Syuthay sendiri tebentuk di tahun 2012. Kolektif musik asal Medan ini solid diisi oleh Friend Gultom (vokal), Fahreza a.k.a Nugi (gitar), Hengky Siahaan (bass) dan Hawari Lubis (drum). Mereka kerap memainkan musik stoner metal dengan riff yang tebal dan tegas dengan sesekali menaikan tempo sedang dan cepat ala “High On Fire” serta mengambil tema-tema Kesenangan dibalut dengan isu sosial yang sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Syuthay

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading