Voice of Baceprot Lawan Stigma Terhadap Musik Lewat Single Terbaru

Tepat di hari kemerdekaan, Voice of Baceprot merilis nomor tunggal berjudul “God, Allow Me (Please) to Play Music”. Dilihat dari judulnya, Trio berhijab asal Singajaya, Garut, itu meminta rida Tuhan untuk bermain musik yang tingkat kekerasannya mungkin sedikit kontras dengan atribut keimanan mereka.

Why, today, many perception had become toxic,” nyanyi Marsya (gitar, vokal). “Why, today, many people wear religion to kill the music.”

Latar belakang pembuatan lagu ini adalah intoleransi dan stigma yang diterima Marsya (vokal & gitar), Widi (bas), dan Siti (drum) selama bermain musik dari lingkungan mereka sendiri.

“Semakin kami mengindari kritik, menjauhkan dari itu, malah semakin buruk. Itu memprovokasi kami untuk melawan lebih blak-blakan dan terus berlanjut hingga kami merasa lelah,” tutur Marsya sang pentolan.

Lalu, ketiganya menceritakan masalah yang mereka alami kepada guru yang merupakan pembimbing Voice of Baceprot hingga bisa seperti saat ini, “Abah” Erza Satia.

“Menurut Abah, jika kami masih percaya pada Tuhan dan merasa bahwa sebagian orang tidak membolehkan kami bermain musik dan sebagian lain menawarkan bantuan palsu agar ikut jalan mereka, mengapa tidak menulis lagu yang langsung diarahkan ke Tuhan. Kita bisa melepas ikatan kita dengan manusia lain,” tutur Marsya.

Setelah itu, mereka mulai menulis lirik bersama Abah (yang memang menjadi penulis lirik Voice of Baceprot sejak awal) dan akhirnya membuat fondasi yang nantinya akan menjadi single teranyar mereka, “God, Allow Me (Please) to Play Music”.

I’m not a criminal, I’m not the enemy, I just want to sing a song to show my soul,” tambah Marsya di chorus. “Godallow me please to play music.”

Kemudian penyempurnaan lebih lanjut dilakukan dalam serangkaian workshop di Jakarta setelah masing-masing anggota band dipersiapkan musiknya oleh beberapa musisi senior lokal yang menjadi mentor mereka, seperti oleh Stevi Item (Andra & The Backbone, Deadsquad), Alan Musyfia, dan Andyan Gorust (Hellcrust). ), serta Gusti Hendy (GIGI). Band ini juga mendapat banyak masukan dalam aransemen lagu oleh produser mereka Stephan Santoso, yang juga memimpin produksi single debut mereka. “School Revolution” pada tahun 2018.

“God, Allow Me (Please) to Play Music” menjadi nomor orisinil kedua Voice of Baceprot setelah nomor debut mereka, “School Revolution”, yang dirilis pada 2018 silam. Selain itu, sebelumnya tahun ini, Marsya, Widi, dan Siti melepas sebuah EP Live Session bertajuk The Other Side of Metalism. EP tersebut berisi beberapa gubahan ulang lagu yang berpengaruh pada musik Voice of Baceprot seperti “I-E-A-I-A-I-O” milik System of A Down, “Testify” milik Rage Against the Machine dan single debut mereka, “School Revolution”.

 

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Anton Ismael

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading

Single Teranyar eleventwelfth Yang Menuju Album Terbaru

eleventwelfth hanya membutuhkan satu bulan untuk merilis single terbaru yang diberi tajuk “every question i withhold, every answer you never told” setelah sebelumnya melepas “(stay here) for a while” dari...

Keep Reading