Vhal Rasyid: Masa Depan Akan Selalu Terlihat Menyeramkan

Lebih dulu mentereng dengan duo bernama Suar & Temaram, kini Vhal Rasyid memasang kartu keberuntungannya untuk bermusik dalam format yang berbeda, yakni bersolo karir. Tumbuh dan besar di kota Sukabumi, Vhal Rasyid terus mencoba mematahkan segala keterbatasan juga ketakutannya dalam musik yang ia usung.

Beberapa bulan lalu Vhal Rasyid merilis karyanya yang terbaru. Diberi judul “Pulang Ingatan” lagu tersebut cukup mencuri perhatian pendengar dengan tema yang cukup personal. Menurutnya, masa depan akan selalu terlihat menyeramkan, beda halnya dengan kenangan yang menua seperti anggur meskipun itu sebuah kenangan buruk.

Di saat semua orang berlomba untuk tampil berbeda, ia memilih jalan yang sederhana. Musik sederhana, berikut dengan lirik yang membawa kita berempati, dan kesan lugu yang diberikannya akan memaksa kita untuk, dalam beberapa menit, menjadi dirinya.

“Saya merasa perlu untuk menjadi lebih produktif sebagai musisi supaya bisa terus relevan buat orang-orang” ungkap Vhal Rasyid.

Ihwal karya, cerita personal, sampai dengan pandangannya tentang kota Sukabumi kami sajikan di sini. Berikut adalah percakapan kami bersama Vhal Rasyid. Selamat membaca..

Hallo, Vhal.. Apa kabar?

Alhamdulillah kabar baik nih.

Di situasi kayak gini lagi ada kesibukan apa nih?

Kerja ya walaupun  situasinya  lagi ga kondusif, hal positifnya mungkin banyak waktu senggang buat  nulis  dan bikin lagu.

Ngomong-ngomong bikin lagu, biasanya prosesnya seperti apa? Adakah formula khusus dalam mengolah musik?

Dalam berkarya kayanya ga ada formula yang khusus sih.  Suka ada nada tiba di pikiran akhirnya saya suka rekam lewat memo suara, terus nyoba di kasih lirik  sambil cari chord lagunya,  ya walau pun akhirnya ada yang jadi lagunya  atau setelah di dengerin lagi kurang bagus. Kurang lebih sesederhan itu.

Oia, sebelum lebih jauh, kapan mulai tartarik dan memutuskan untuk serius terjun di dunia musik?

Saya tertarik dengan musik  sudah sejak lama, dari  SD sepertinya. Saat itu mulai belajar main gitar. Sama kakak sering diajak nonton juga klo dia lagi latihan band. Tapi untuk kapan serius terjun di dunia musik mungkin ketika  memutuskan bikin band di tahun 2015 bersama Suar & Temaram.

Oke, kita masuk ke karya. Dibanding single pertama (Terdekap), lagu “Pulang Ingatan” sepertinya lebih megah dari sisi intrumen, juga terasa lebih serius di sisi produksi. Bisa diceritakan prosesnya?

Jika di single pertama saya berjudul “Terdekap” saya ingin menyuguhkan lagu yang sederhana, tapi hal serupa tak terjadi dalam lagu  “Pulang Ingatan”, Virza  Andhika  partner saya dalam band Suar & Temaram  membantu saya sebagai produser untuk lagu Pulang Ingatan, saya ingin membangun komposisi dan aransemen sebagai rumah yang megah dengan berbagai macam instrumen untuk menggambarkan betapa masa lalu akan berlangsung menjadi kemewahan yang tak lagi dapat kita rasakan.

Di lagu “Pulang Ingatan” secara tidak langsung kamu berbicara tentang hal-hal yang berkaitan dengan waktu, masa depan maupun masa lalu. Bagaimana seorang Vhal Rasyid memandang masa depan?

Bahwa masa depan akan selalu terlihat menyeramkan. Betapapun menjanjikannya masa depan dengan segala iming-imingnya, semakin kita menua, kenangan akan selalu terlihat lebih manis, sekalipun itu kenangan buruk.

Salah satu kekuatan lagu Vhal Rasyid teletak di lirik. Dari sisi bahasa siapa yang banyak mempengaruhi? 

Saya banyak terinspirasi dari tulisan  tulisan Chairil Anwar  & Adimas Immanuel, buat saya pribadi puisi tuh bisa banyak banget artinya. Untuk musisi saya juga suka Ahmad Dhani  & Cholil mahmud dalam penulisan  lirik lirik lagu mereka.

Kalo dari sisi musik keseluruhan lebih banyak dipengaruh oleh siapa?

Damien Rice, Chrisye , dan Dewa.

Oia, Suar & Temaram sekarang kabarnya gimana?

Kabar baik juga, masih jalan, sekarang lagi sketching sketching buat materi singel untuk jembatan ke album ke 2

Nah, perbedaan yang paling kerasa antara bikin karya di Suar & Temaram dan berkarya secara solo apa, Vhal?

Saat di Suar & Temaram banyak banget eksperimen untuk segi aransemen beda hal saat berkarya di Vhal Rasyid saya pengen hal sederhana aja. Di penulisan lirik juga di Suar & Temaram isu di angkat lebih kompleks.

Menurut Vhal Rasyid bagaimana kondisi industri musik pop di Indonesia hari ini?

Industri musik pop Indonesia saat ini bisa digambarkan dengan penuh warna. banyak warna baru yang bermunculan karena beragamnya warna musik Indonesia saat ini sangat meriah, dan karena kehadiran musik dan musisi baru sudah luar biasa cepatnya.

Apa yang menjadi tantangan terbesar musisi solo hari ini? 

Saya merasa perlu untuk menjadi lebih produktif sebagai musisi supaya bisa terus relevan buat orang-orang dan harus berusaha keras untuk berkompetisi secara sehat dengan band dan solois lain.

Di tengah orang-orang yang kini sibuk membuat sebuah band, Anda malah membuat project  solo. Sebetulnya apa yang menyenangkan dari menjadi seorang solois?

Saya lebih luwes aja dari bikin lirik atau bikin musik, dan proses nya bisa kapan aja engga perlu nunggu orang lain dan yang pasti ga akan ada konflik.

Pengalaman apa yang paling diingat oleh Vhal Rasyid dalam bermusik?

Mungkin menyanyi sebagai solo hal baru buat saya, dan saat saya merilis single terdekap dari awal semuanya di buat tanpa embel embel harapan, dan saya selalu ingat saat panggung pertama saya orang orang hafal dan ikut menyayikan lagu saya. mungkin bukan hal yang luar biasa buat kebanyakan orang, tapi buat saya kemangan kemenangan kecil ini yang bikin saya berani untuk ngelanjutin apa yang saya lakuin sekarang.

Bagaimana potensi musik di Sukabumi hari ini?

Lagi sangat seru sih, banyak rilisan-rilisan baru dan banyak muncul musisi baru juga, dan akhirnya kota ini memahami seberapa penting membuat sebuah karya. Membuat ekosistem musik di Sukabumi semakin berkembang.

Yang terakhir  nih. Dalam waktu dekat ada project apa?

Sedang siap-siap untuk merilis single baru beberapa waktu kedepan mungkin ada dua  single, dan lagi berusaha  bikin full album. Semoga bisa rilis di akhir tahun ini atau di awal tahun depan.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Vhal Rasyid

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading

Koil Rilis Digital EP Lagu Hujan

Band rock industrial asal Bandung, Koil resmi merilis album mini terbaru berjudul Lagu Hujan dalam format digital (22/7) diseluruh layanan streaming musik. Perilisan ini merupakan milestone lanjutan dari Otongkoil (vokal),...

Keep Reading

Semesta Manusia di Lagu Terbaru The Hollowcane

Selang satu tahun usai merilis singel “Verbal Irony”, kuartet Indie rock dari kota kembang, Bandung, bernama The Hollowcane akhirnya kembali memperkenalkan karya teranyarnya. Kali ini unit yang dihuni oleh Ega...

Keep Reading