Versi Digital dari EP Daniel Rumbekwan

Bagi publik di kota Madiun, nama Daniel Rumbekwan mungkin sangat akrab di telinga mereka. Bagaimana tidak, karya-karya miliknya acap kali diperdengarkan di berbagai perempatan jalan yang digunakan sebagai lagu pengiring yang berjudul “Madiun Nyaman dan Damai” dan digunakan untuk himbauan protokol kesehatan dalam melawan Covid-19. Sedikit mundur ke belakang, Daniel di masa awal kariernya, dia memulai semuanya di sebuah rumah kecil yang ada di jalan serayu di kota Madiun itu sendiri. Panggung demi panggung telah banyak dia jajal. Salah satunya adalah saat tur Stand A Chance yang kami gagas di kota tersebut pada awal tahun 2019 silam. Dari pengalaman panjang itu, akhirnya dengan tekad besar dirinya merilis debut mini albumnya pada bulan Juli kemarin. Mini album yang dirilisnya tersebut diberi judul “Serayu”. Tidak asing kan? Ya nama ini memang sengaja dipakainya sebagai pertanda awal mula musiknya berasal, dan juga sebagaigerbang awal dirinya akan melanglang buana di kancah musik tanah air.

“Nama album Serayu memang berasal dari Jalan Serayu, siapa yang nggak tahu Jalan Serayu, dan di situ tempat saya awal main musik,” kata Daniel.

Pelantun lagu “Veznia” yang memiliki karakter suara yang khas tersebut ternyata memiliki cerita unik, yang mana niat dan keinginannya untuk bermusik pertama kali muncul ketika mendengarkan lagu rohani di sebuah gereja. Dari sana, dia mencoba untuk belajar secara otodidak. Menurut catatan bermusiknya, pria kelahiran Balikpapan 6 juni 1992 ini mulai aktif bernyanyi dalam format band sejak awal tahun 2012 bersama teman-teman di kampung halaman dengan membentuk band Gemintang Kirana, meluncurkan 2 album sampai satu per-satu personel nya sibuk dan menikah. Hingga akhirnya, Pria keturunan Papua – Jawa tersebut memilih untuk solo karir dan fokus menulis lagu sendiri.

“Saya tidak bisa menulis lagu selain cinta dan kehidupan saya sendiri,” ujarnya usai mini konser di SEA Coffee Jalan Kartini silam.

Konser perilisan tersebut Daniel tidak sendiri, dirinya banyak dibantu oleh teman-teman dekat di antaranya, Dading Praptasany, Yafet Arya, Afif Arna, Stefanus Rio Murti, Rino trumpet, dan Nur Rosyandi. Untuk perangkat suara, dia juga dibantu oleh Arif Lingga, yang notabene adalah kerabat dekatny. Tata cahaya dan alat panggung lainnya pun datang juga dari kawan-kawan sejawatnya, yang memiliki keinginan untuk membuat sebuah pertunjukan setelah lama merindu untuk menggelar suatu pertunjukan.

EP Daniel Rumbekwan

Daniel mengatakan, launching mini album ini memang sempat tertunda karena adanya Covid-19 dan akhirnya di era new normal ini, dimanfaatkannya untuk merilis mini album tersebut. “Seharusnya launching Maret atau April lalu. Padahal saya sudah cetak segala macam marchandise dan rencananya setelah launching kan tour, tapi tidak jadi karena Corona,” papar Daniel, penyanyi berusia 28 tahun itu. Mini konser Daniel Rumbekwan di pelataran SEA Coffee Kota Madiun, digelar dengan selalu menghimbau kepada pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan. Daniel juga membagikan masker gratis bagi pengunjung yang tidak membawa.

Setelah memutuskan untuk bersolo karir, kini Daniel merilis EP “Serayu” secara digital. Di dalamnya terdapat 6 lagu di antaranya; “Doa”, “Rindu”, “Anak”, “Burung Kecil”, “Di dalam hati”, dan “Jadi Diri Sendiri”. EP ini mulai dikerjakan olehnya sekitar tahun 2018 awal saat dia sedang sibuk-sibuknya menjadi seorang mahasiswa di salah satu kampus kesenian di Surakarta. Album mini ini dibuat untuk mengajak kita agar bisa mendapatkan energi yang baik bahkan saat sedang terpuruk,sendirian dan tertinggal. Keseluruhan lagu di EP ini di rekam di  Whiplash studio, di bantu Afif Arna, Dion Mardi, mixing & mastering di garap Wido Styasmoro selaku owner Whiplash Studio.

Album mini “SERAYU” dapat di dengarkan di seluruh platform digital ataupun apabila ingin mendapatkan rilisan fisik nya bisa di dapatkan di toko –toko kaset di beberapa kota yang sudah berkerjasama.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Daniel Rumbekwan

Turbokidz Merilis Album Perdana Dalam Format Compact Disc

Setelah dirilis dalam format digital pada akhir tahun 2022 lalu, Turbokidz kini menghadirkan album perdananya, Oranye, dalam format compact disc (CD).  Tersedia di pasaran mulai 25 Januari 2023 sebagai lanjutan...

Keep Reading

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading