Vaksin Kebal Mental Dari Slank

Banyak cara untuk membunuh kebosanan selama di rumah saja kala pandemi kian merebak, salah satunya adalah tetap berkarya.  Kecanggihan teknologi hari ini agaknya cukup untuk menopang proses pengkaryaan tersebut. Seperti juga yang dilakukan oleh Slank. Senin (18/1) kemarin, grup yang bermarkas di Potlot ini telah melepas album teranyarnya yang berjudul ‘Vaksin’. Meskipun digarap selama pandemi dan namanya erat dengan fenomena yang kini terjadi, namun Slank mengaku album ini tidak ada hubungannya dengan vaksin corona.

Meskipun tak memiliki hubungan apapun dengan vaksin corona yang saat ini sedang ramai  diperbincangkan, Slank percaya album ini memiliki khasiat yang bisa membuat “kebal mental dan menjaga imun tubuh agar terhindar dari  virus-virus jahat”.

Keseluruhan lagu yang ditulis oleh Bimbim selama masa pandemi ini secara garis besar mengangkat tema soal cinta, lingkungan hidup, sosial dan pergerakan anak muda. Setidaknya ada 10 materi lagu yang tertuang di album ke 24 Slank ini, diantaranya: “Introspeksi”, “New Normal Cinta”, “Vaksin”, “S.O.S Cinta”, “F.U”, “Tuhan Sedang Menegur Kita”, “Jangan Bangunkan Macan Tidur”, “Seleksi Alam”, “Jangan Pergi”, dan “Rhapsody Indonesia”. Untuk lagu terakhir sebetulnya sudah dirilis pada tahun lalu. Lagu tersebut merupakan kado istimewa dari Slank di ulang tahun ke-75 Republik Indonesia.

“Lagu-lagunya ditulis sepanjang 2020 sesuai dengan situasi saat ini, mudah-mudahan album ini bisa jadi pedoman untuk menghadapi pandemi,” kata Bimbim dilansir dari Antara.

Di wilayah produksi album, Slank mengejakannya dengan cara yang sedikit berbeda dengan album-album sebelumnya. Di mana pada penggarapan album ini mereka benar-benar memanfaatkan teknologi, masing-masing personil melakukan rekaman di tempat berbeda, bahkan diceritakan Kaka merekam vokalnya ketika sedang di Benteng Belgica, Banda Naira, Maluku.

Perbedaan lain pun terjadi  pada proses mixing. Di mana kali ini gitaris Abdee kembali terlibat dalam proses tersebut. ia mengerjakan tiga lagu dalam album ini, yaitu “New Normal Cinta”, “Introspeksi”, dan “Rhapsody Indonesia”.

“Menurut gue ini gaya baru rekaman dan ini new rules, gue ngerjain di rumah sama di beberapa tempat, ini seru banget. Di album lain belum tentu kayak gini,” ujar Ivanka.

Sementara, album ‘Vaksin’ ini dirilis dalam format fisik berupa CD audio dengan bonus spesial sebuah ‘Tas Vaksin’ berbentuk hanging wallet yang bisa digunakan untuk menyimpan CD. Rilisan fisik ini sudah bisa kalian dapatkan secara online maupun offline melalui The Slank Store. Sedangkan saat ini hanya tiga lagu saja ‘Introspeksi’, ‘New Normal Cinta’, dan ‘Rhapsody Indonesia’ yang sudah tersedia dilayanan streaming.

Sedikit kembali ke tahun lalu.  Pada Mei 2020 lalu Slank pun sempat merilis sebuah lagu tunggal berjudul “Pahlawan Jalanan”. Lagu tersebut didedikasikan oleh Slank untuk para pekerja harian yang terkena dampak pandemi corona, juga lagu itu merupakan bagian dari gerakan penggalangan dana bertajuk #SumbangSuara yang digalakan melalui laman Kitabisa.

“Sebagai musisi kami telah mendonasikan lagu ini, kami harap masyarakat dapat juga mengambil langkah konkret untuk untuk menyumbang rezeki dan kata-kata penyemangat untuk para pekerja harian,” kata Slank

Teks: Dicki Lukmana

Visual: Arsip dari berbagai sumber

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading