Usaha Aligator Membangun Kembali Puing-Puing Harapan Palu

Unit metalcore asal Palu, Aligator, mencoba memberikan perspektif mereka mengenai bencana yang menerpa kampung halaman mereka beberapa tahun silam melalui sebuah singgel dengan judul “Will Suffer”. Lirik dalam singgel ini ditulis dengan tujuan agar setiap orang yang terkena musibah gempa diikuti tsunami pada 28 September 2018 tersebut tidak menyalahkan satu sama lain agar dapat membangun harapan bagi kehidupan kedepannya.

“Will Suffer” ini sendiri bercerita perihal tragedi bencana yang terjadi saat itu. Menurut Aligator, sudah semestinya bencana tersebut dilihat sebagai momen sekaligus peringatan yang bisa diambil hikmahnya untuk berkehidupan selanjutnya. Mereka ingin masyarakat yang terlibat cukup sudah saling menyalahkan antara satu dan yang lainnya, sebab duka ini adalah milik bersama. Tak akan ada habisnya bila terus menerus mencari celah kesalahan orang lain.

“Padahal, tiap manusia itu selalu berada di ambang kesalahan. Hal penting yang harusnya dilakukan itu adalah bagaimana kita melihat diri sendiri lebih dalam, agar tidak terbiasa menyalahkan orang lain,” tutur sang vokalis, Ivan, dalam keterangan pers yang dikirimkan Aligator.

Pesan mendalam pun turut ditorehkan di dalam lirik yang dibuat oleh Ivan, di mana di beberapa baris lirik (jika diartikan ke Bahasa Indonesia) memiliki arti: “Dia yang datang tanpa memberitakan, durasi perpisahan dalam waktu yang pesat, terang yang berganti gelap, dan membusuk dalam kelamnya 28 September”. Dari penggalan lirik tersebut Aligator ingin mengutarakan, bahwa kematian dalam jalan apapun (apalagi bencana) tidak bisa diterka waktunya kapan datang oleh siapa saja, maka dari itu kita sebagai manusia harus selalu berbuat baik kepada sesama.

Aligator sendiri sebentarnya sudah terbentuk sejak 2012. Mereka bernaung di bawah salah satu kolektif musik di Palu, Palu Noise Territory. Aligator sudah sempat berganti personel dari formasi awal Dimas (vokal), Emon (gitar), Fadil (gitar), Onho (bas), dan Rajib (drum) hingga sekarang diisi oleh Onho (gitar), Rajib (drum), Ivan (vokal), dan Fahmi (bas). Karena kesibukan para personel, Aligator terpaksa berada di posisi vakum untuk jangka waktu yang cukup lama. “Will Suffer” sendiri juga mereka tunjukkan untuk memperlihatkan bahwa Aligator masih ada.

“Untuk harapan dari kami selaku personel (selain pesan yang ada di atas), kami ingin membuktikan bahwa Aligator masih ada dan akan terus konsisten berkarya dengan semangat yang lebih membara,” tambah Ivan.

Desember mendatang, Aligator berencana merilis singgel lainnya yang materinya masih sangat dirahasiakan oleh para personel.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Aligator

Catatan Perjalanan Rich Brian di Album Mini Brightside

Rapper, penyanyi serta produser asal Indonesia, Rich Brian baru-baru ini resmi merilis album mini terbarunya yang bertajuk Brightside. Lewat album mini berisi 4 lagu ini Rich Brian mengatakan bahwa Brightside merupakan...

Keep Reading

Keseruan Selanjutnya di Soundhead Gig Vol. 3: Parsing Echoes

Tak bisa dipungkiri, pandemi yang terjadi beberapa tahun terakhir telah berhasil meluluhlantakan berbagai lini industri hiburan, tak terkecuali industri pertunjukan musik. Namun, ditengah tantangan yang ada, para pelaku industri terus...

Keep Reading

Kisah Cinta di Balik Pertunjukan Musik dari The Rang-Rangs

Trio punk rock asal Bekasi, The Rang-Rangs, kembali melanjutkan cerita asmaranya yang tak konvensional. Dalam materi terbarunya kali ini The Rang-Rangs mencoba mengangkat cerita persoalan jatuh hati di arena pertunjukan...

Keep Reading

Album Tersembunyi Mendiang January Christy Akhirnya Dirilis

Di era ‘80-an, tak sedikit orang yang mengidolakan January Christy. January Christy merupakan penyanyi pop jazz Indonesia yang unik. Range vokalnya tidak lebar, namun suaranya yang berat memberikan kenyamanan dan...

Keep Reading