Upaya Anthrax Hentikan Wabah di Merchandise Terbarunya 

Jika kamu bukan seorang yang menyukai musik –khususnya musik metal, hal apa yang terlintas dibenakmu ketika mendengar kata Anthrax? Ya, tentu anthrax hanyalah sebuah istilah yang dikenal di dunia medis untuk sebuah infeksi atau penyakit yang ditularakan oleh binatang. Tapi tunggu dulu, di wilayah musik metal nama Anthrax adalah sebuah raksasa yang akan mencengkram telingamu dengan musik yang mereka mainkan. Di lain sisi, Anthrax yang dipahami dalam musik justru bertolak belakang dengan anthrax yang ada di dalam kamus medis, Anthrax di sini justru adalah kelompok musik yang sangat peduli dengan kesehatan. Pasalnya, baru-baru ini unit thrash metal asal New York itu akan merilis sebuah senjata pembasmi virus, yaitu Hand Sanitizer!

Sebuah merchandise yang cukup nyeleneh ini hadir di tengah situasi pandemi yang masih berkecamuk. Tak bisa dipungkiri dalam kondisi seperti ini banyak musisi atau pelaku musik lainnya yang turut terdampak, merilis dan menjual sebuah merchandise adalah salah satu solusi yang cukup menjanjikan di tengah masih sepinya panggung dan banyak konser yang dibatalkan. Tetapi apa yang dilakukan oleh Anthrax agaknya adalah sebuah keputusan yang bijak dan kita perlu angkat topi untuknya. Kabar dirilisnnya pembersih tangan yang diberi nama “Stop Spreading The Disease” ini bermula dari sebuah unggahan sang drummer Charlie Benante. 

“Stop spreading the disease #handsanitizer coming soon @anthrax #covid_19 #stayhealthy #clean @globalmerchservices.” tulis Benante (22/09) dalam unggahannya seraya menampilkan hand sanitiser diatas telapak tangannya.

foto hand sanitizer anthrax

Hand Sanitiser itu akan dirilis oleh Global Merchandise Service, sedangkan untuk waktu perilisannya sendiri masih belum diketahui. Kemasan pembersih tangan ini menampilkan artwork sampul album kedua Anthrax “Spreading The Disease”, album ini dirilis pada 30 Oktober 1985, juga sebuah album yang menandai bergabungnya sang vokalis Joe Belladona ke dalam tubuh Anthrax. 

Sampul album dengan menampilkan seseorang yang menggunakan masker gas dan seorang pria berambut gondrong yang terlihat sedang ketakutan diatas meja operasi itu terasa begitu cocok dengan situasi seperti sekarang, dimana pandemi Covid 19 telah berhasil membuat semua orang khawatir, dan seketika masker dan  pembersih tangan adalah barang yang kini lazim digunakan oleh semua orang. Namun ada sedikit perbedaan dalam artworknya ini, jika dalam sampul album “Spreading The Disease” seorang bermasker sedang memegang sebuah alat yang tersambung dengan listrik, dalam artwork kemasan pembersih tangan ini si orang yang bermasker tersebut terlihat sedang memegang termometer tembak yang biasa digunakan untuk mengukur suhu tubuh. 

Anthrax sendiri adalah unit thrash metal asal New York, Amerika yang terbentuk pada tahun 1981. Pendirinya tak lain adalah Scott Ian dan Danny Lilker dan nama Anthrax sendiri konon terinspirasi dari buku pelajaran Biologi. Selama perjalanan bermusiknya, bongkar pasang persnonil pun kerap terjadi. Band ini sekarang solid digawangi oleh Joe Belladona (vokal), Scott Ian (gitar), Rob Caggiano (gitar), Frank Bello (bass), dan Charlie Benante (drum). Selain bongkar pasang personil yang mewarnai perjalanan mereka, Anthrax pun telah merilis 11 album studio, 4 EP, 5 album kompilasi dan puluhan lagu tunggal lainnya. Album “State of Euphoria” agaknya masih menjadi album yang paling dicintai oleh para penggemarnya. 

Musisi metal yang mengeluarkan merchandise edisi khusus pandemi bukan hanya Anthrax saja. Di bulan April lalu, sang pangeran kegelapan Ozzy Osbourne membuat t-shirt dan masker dengan tulisan yang lebih galak yaitu “Fuck Coronavirus!”. Sepertinya kedua merchendise ini sangat cocok jika digabungkan, selain akan terlihat keren, t-shirt, masker dan pembersih tangan ini bisa merepresentasikan tentang bagaimana para metalhead melawan virus Corona. Ya, Stop Spreading The Disease and Fuck Coronavirus!   

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip Benante of Anthrax

Scaller Meneruskan Perjalanan Dalam "Noises & Clarity"

Album yang ditunggu-tunggu akhirnya resmi dirilis. Adalah “Noises & Clarity” yang merupakan album studio kedua Scaller yang dirilis melalui Golden Robot Records & Archangel Records (23/09). Album ini diproduksi sendiri...

Keep Reading

Merayakan Festival Industri Kreatif Tahunan Selama Tiga Pekan

M Bloc Fest merupakan festival industri kreatif tahunan yang kali ini menampilkan beberapa bidang seperti musik, seni, desain dan literatur yang diadakan oleh M Bloc Entertainment. Ajang ini sekaligus merayakan...

Keep Reading

Album Naif Bocor?!

Dan terjadi lagi.. Ya, terjadi lagi kabar yang cukup mengejutkan: album dibocorkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini datang dari unggahan instastory mantan drummer Naif, Pepeng, yang menuliskan...

Keep Reading

Teror Dari Tore Up

Memasuki 2022, satuan Violent/Chaotic Hardcore yang tergabung dalam Tore Up melepas peringatan dalam bentuk 2 track tergelapnya. Adalah “Drowning” dan “Nothingness” yang menjadi semacam perkenalan sekaligus awal perjalanan mereka mengarungi...

Keep Reading