Twisted Sister Naik Pitam Lagunya Dinyanyikan Anti-Masker

Band heavy metal asal Negeri Paman Sam, Twisted Sister, naik pitam usai lagu miliknya “We’re Not Gonna Take It” dinyanyikan sekelompok anti-masker saat mereka melakukan demonstrasi di Florida Target, sebuah mall berlokasi di Florida, Amerika Serikat. Ungkapan kemarahan ini disampaikan langsung oleh vokalisnya, Dee Snider, beberapa waktu lalu. “Tidak … berandal-berandal egois ini tidak meminta izin menggunakan lagu saya untuk tujuan bodoh mereka,” tulis Snider dalam tweetnya.

Sebelumnya, sang bintang rock itu menonton sebuah rekaman video yang tengah viral. Dalam video itu ditunjukkan ada sekelompok orang yang enggan bermasker sedang berjalan melewati toko Fort Lauderdale di Florida Target. Mereka meneriaki pengunjung mall untuk melepaskan maskernya. Kemudian, seorang pria berkemeja bertuliskan “Make America Great Again” – kalimat yang hari ini digunakan kampanye Donald Trump, terlihat memegang speaker kecil yang ia acungkan ke atas kepalanya dan menyanyikan lagu klasik milik Twisted Sister tahun 1984 itu. 

“Kita orang Amerika, bernapaslah!,” seorang wanita berteriak. “(Corona) Itu (kabar) bohong!.” “Lepaskan maskernya, kamu tidak membutuhkan itu,” teriak wanita lain. Chris Nelson, seorang pendukung anti masker, mengatakan di hadapan media, ia dan kelompoknya itu akan melakukan protes lanjutan dalam bentuk flashmob. “Pada aksi bertema “Burn Your Mask Day” kemarin, kami menaburkan debu kebebasan kepada pembeli dan karyawan di (mall) Target!.” Nerlson berujar ia akan terus menggunakan lagu Snider meskipun si pemilik tembang itu keberatan. “Lagu ini bisa dijadikan anthem untuk kebebasan dan dapat memunculkan spirit mengatasi penindasan.”

Broward County saat ini membutuhkan masker dalam upaya menghentikan penyebaran virus corona, yang telah menular ke lebih 663.234 warga Floridia, demikian menurut departemen kesehatan negara bagian itu. Margaret Stapleton, juru bicara pemerintahan Broward County, mengatakan tiga orang yang teridentifikasi dalam video itu telah dikirim surat panggilan. “Semua yang ada di video itu nantinya juga akan menerima surat panggilan yang sama,” kata Stapleton.

Asisten Sementara Kepala Polisi Frank Sousa mengatakan para pengunjuk rasa telah pergi pada saat petugas kepolisian datang ke lokasi. Sementara itu, pihak mall Target juga didenda karena tidak menjalankan protokol kesehatan. Danielle Schumann, juru bicara Target, berkelit dan menyatakan bila memakai masker adalah sebuah syarat ketika sudah memasuki area mall yang ia kelola itu. “Prioritas kami tetap pada kesehatan dan keselamatan karyawan dan pengunjung kami.” Schumann menambahkan: “Para pengunjuk rasa sebenarnya sudah diminta untuk pergi setelah mereka melepas masker. Sejujurnya, dalam aksinya itu mereka sangat mengganggu dan kasar kepada pengunjung lain.”

Menurut Universitas Johns Hopkins, 6,6 juta kasus Covid-19 telah terkonfirmasi di Amerika Serikat, dan sekitar 196.000-nya dinyatakan meninggal dunia. Di antara negara lainnya, tingkat kematian akibat corona mencapai 3 persen di Amerika Serikat. Namun demikian, angka positif corona itu berdasarkan yang sudah melakukan tes. Penelitian menunjukkan bahwa sebenarnya banyak yang sudah tertular tapi belum menjalankan tes corona. Sejumlah pakar kesehatan masyarakat memperkirakan tingkat kematian corona mendekati 0,6 persen, kira-kira enam kali lipat dari penyaki flu biasa. Meskipun sekitar 1.000 orang Amerika meninggal setiap hari karena corona, hingga hari ini para pendukung anti-masker masih terus melakukan protes, memantik kemarahan orang-orang seperti di Twisted Sister.

Sementara itu, “We’re Not Gonna Take It” pada mulanya ia merupakan sebuah single yang keluar di 27 April 1984 lalu. Dua minggu setelahnya, album Stay Hungry rilis. Single yang liriknya ditulis Dee Snider itu kemudian masuk dalam album studio ketiga Twisted Sister itu. “We’re Not Gonna Take It” menduduki posisi ke-21 di tangga lagu “the Billboard Hot 100”. Adapun di “100 Greatest 80’s Songs” ia berperingkat 47. Tembang yang direkam di label Atlantic itu habis terjual 500.000 kopi sejak pertama kali meluncur. Laris di pasaran, “We’re Not Gonna Take It” meraih piagam gold di Amerika Serikat. 

“Kidung natal ‘O Come, All Ye Faithful’, band Slade, juga film ‘Animal House’ mengilhami lagu itu,” kata Snider dalam buku biografinya yang ia tulis, Shut Up and Give Me the Mic. Dalam video klip “We’re Not Gonna Take It”, Snider meminta Mark Metcalf, yang berperan sebagai karakter Niedermeyer di “Animal House”, ikut menjadi bintangnya. Marty Callner-lah yang menggarap video klip itu. Biasa menstrudarai tayangan komedi, Callner membawa unsur komedi slapstick di video klip “We’re Not Gonna Take It”. Menanggapi lagunya yang tak jarang digunakan sebagai anthem perlawanan, di True Spin, program TV kabel VH-1, Snider mengatakan: “Senangnya sampai terbawa mati.” Tetapi, barangkali, ia akan lebih senang jika lagunya tak dijadikan penentangan terhadap peraturan kesehatan, sebagaimana dilakukan para anti-masker itu. “Sudahi celotehmu!,” tulis Snider melanjutkan tweetnya di atas tadi.                  

Teks: Emha Asror
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber
 

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading