Trust Again: Perayaan Keanekaragaman Budaya dan Pencapaian Raisa di Jajaran Musisi Asia Tenggara

Raisa Andriana, lebih dikenal dengan nama Raisa adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu asal Indonesia. Ia mulai dikenal publik sejak lagunya yang berjudul “Serba Salah”. Prestasinya yang luar biasa gemilang di kancah musik seperti meraih tujuh AMI Awards tahun 2016 tidak membuatnya besar kepala. Di tahun 2020, singlenya yang berjudul “Bahasa Kalbu” ditonton sebanyak 3,3 juta kali hanya dalam waktu dua minggu sejak dirilis. Tidak berhenti di sana, ternyata Raisa kini terlibat dalam pembuatan lagu “Trust Again” dengan 3 musisi mancanegara di Asia Tenggara.

Seiring dengan peluncuran Disney’s “Raya and the Last Dragon”, dan untuk merayakan film pertama Walt Disney Animation Studios yang terinspirasi dari keragaman budaya Asia Tenggara, 4 penyanyi dari Indonesia, Filipina, Thailand dan Malaysia berkolaborasi dalam sebuah lagu spesial berjudul “Trust Again”. Lagu tiga Bahasa ini bercerita tentang nilai-nilai yang menjadi pesan utama dalam film, yaitu kepercayaan dan persahabatan. Mengambil inspirasi dari dunia fantasi bernama Kumandra dan petualangan Raya, seorang pendekar yang menggambarkan semangat dari bangsa-bangsa Asia Tenggara. Kolaborasi musik multi-teritori ini merupakan pertama dalam jenisnya di wilayah ini, dan menjadi sebuah pencapaian penting dalam komitmen Disney untuk terus berkolaborasi dengan talenta-talenta lokal berbakat untuk menghadirkan konten hiburan berkualitas bagi penonton di Asia Tenggara.

Esensi dari lagu “Trust Again” adalah sebuah perayaan akan keanekaragaman budaya di wilayah Asia Tenggara. Para penggemar dapat mendengarkan suara Raisa yang indah dalam chorus yang pastinya akan membuat banyak orang terpikat. Selain itu, deretan elemen-elemen budaya Asia Tenggara lainnya juga akan dihadirkan dalam lagu ini melalui lirik dan melodi – Yonnyboii yang mampu mengaitkan makanan seperti “satay dan nasi lemak” di verse pertama, pada bagian Matthaios, dalam bahasa Tagalog menyebutkan “aku adalah sekutumu seperti Aris” senjata asal Filipina yang digunakan oleh Raya dan di bagian lagu yang dibawakan oleh SPRITE, dengan penuh perasaan pada verse terakhir menyebut Tuk Tuk, moda transportasi populer di Thailand yang juga nama salah satu karakter dalam filmnya.

Lagu ini juga mengandung unsur instrumen musik etnik Asia Tenggara seperti Seruling, Perkusi Etnik, Jaw Harp, Angklung, Ensambel Thailand, Gamelan dan Suling Sunda. Mastering lagu dilakukan oleh Mastering Engineer pemenang Grammy Award, Chris Athens, lagu ini tak diragukan menjadi sebuah penggerak atas tema yang bersifat universal yaitu kepercayaan. Lagu ini akan dirilis bersamaan dengan video lirik pada tanggal 12 Maret 2021, serta video klip yang menghadirkan keempat artis akan dirilis kemudian pada bulan Maret 2021.

Teks: Riki Rinaldi

Visual: Arsip dari Universal Music Indonesia

Cerita Iblis dan Manusia di Album Kedua Parakuat

Ranah musik elektronik di Indonesia selalu menarik untuk di simak, terlebih geliatnya di arus pinggir. Banyak seniman bunyi muncul dengan coraknya sendiri dan membawa hasil eksperimentasinya masing-masing. Ranah ini terus...

Keep Reading

The Jansen Persembahkan Album Ketiga

Usai melepas nomor “Mereguk Anti Depresan Lagi” yang cukup mencuri perhatian, The Jansen, trio punk rock dari kota hujan Bogor akhirnya meluncurkan album ketiganya bertajuk “Banal Semakin Binal” (29/7) dalam...

Keep Reading

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading