Trio Darkwave Temarram Merilis Single Berjudul “Dua Empat”

Temarram unit musik trio postpunk/darkwave independen asal Jakarta yang digawangi oleh Regga Prakarso (Synth/Vokal), Sherina Redjo (Vokal) dan Tanthowi (Bass) baru saja merilis karya terbaru mereka. Setelah sebelumnya berhasil merilis sebuah single berjudul “Hilang” pada awal tanggal 5 Februari 2021 yang lalu. Single terbaru milik mereka yang diberi judul “Dua Empat” dan dirilis pada tanggal 20 Juni 2021 lalu.

Dalam single ini Regga, Sherina, dan juga Owi masih mengusung aliran musik postpunk/darkwave yang sama mereka angkat juga dalam single “Hilang”. Namun, melalui single “Dua Empat” Temarram ingin mencoba untuk mengeksplorasi sisi musik yang lebih intim dengan tempo musik yang lebih pelan dan membawa pendengarnya untuk hanyut ke dalam percakapan tentang pencarian makna dan keinginan yang dipendam oleh diri sendiri.

Single “Dua Empat” ini sendiri berangkat dari jumlah dua puluh empat jam yang kita semua miliki dalam setiap harinya, sebuah refleksi dan luapan emosi personil-personil Temarram terhadap aktivitas dan rutinitas yang monoton dan yang melekat pada bekerja. Repetisi yang monoton, ketiadaan makna, dan kerinduan akan perasaan ‘hidup’ menjadi beberapa keresahan yang ingin coba temaram samapaikan dan tunjukan melalui karya terbaru mereka “Dua Empat”.

“Dinding ini terasa sempit/ Ruangan ini tak bernyawa/ Ambisi hanya basa-basi”

Penggalan lirik dari single “Dua Empat” diambil langsung dari pengalaman pribadi salah satu personil Temarram itu sendiri. “Dua Empat” merupakan teriakan yang teredam terhadap kesia-siaan kehidupan yang monoton. Sebuah penegasan bahwa ambusu tiada henti untuk mengejar posisi dan angka tidak dapat menghilangkan perasaan ketidakberdayaan yang dirasakan dalam bekerja.

“Kembali ke tralis lama/ Kala semua bernyawa/ Tertawa akan gelap Hidup di atas nyata”

Pada akhirnya, “Dua Empat” merupakan keinginan kembali pada kehidupan di mana rutinitas tetap memiliki maknanya tersendiri, di mana yang kita kejar adalah momen sehari-hari tanpa ada ambisi berlebih mencari apa-apa yang ada di luar sana, di mana kita menemukan nyawa dalam kehidupan-kehidupan kecil yang dijalani.

Jadi, sesungguhnya apa yang kita kejar? Apa yang kita inginkan? Dua Empat tidak memberikan jawaban bagi kedua pertanyaan ini, tapi mengajak pendengarnya untuk bertanya pada diri masing-masing, apa arti Dua Empat jam di hidup kita semua?

 

Teks: Reza Raditya

Visual: Arsip dari Temarram

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading