Tradisi Rilisan Tutup Tahun eleventwelfth

Akhir tahun sudah di depan mata, biasanya nih banyak orang yang mulai mempersiapkan segala hal untuk menyambut tahun yang baru, dan meninggalkan segala jenis kegilaan dan kesedihan di tahun yang lama. Bagi sebagian musisi, akhir tahun adalah waktu yang pas untuk merilis sebuah karya penutupan. Di tahun ini semangat dari mereka kian membara, hal ini juga terjadi karena kondisi pandemi yang tidak memungkinkan untuk menggelar suatu konser musik luring. Inovasi demi inovasi digalakan agar karya yang mereka sudah buat, bisa tersampaikan dengan baik ke para pecinta musik di mana saja. Satu dari sekian banyak musisi yang memiliki tradisi tahunan, ada eleventwelfth di dalam daftar musisi-musisi tersebut. Guna merayakan 11/12 di tahun yang tak baik-baik ini, mereka merilis maxi-single yang diberi nama “reality/fantasy” pada tanggal 11 Desember kemarin. Hadirnya buah karya ini, tentu saja sebagai bukti bahwa mereka masih tetap konsisten di kancah musik tanah air. Angka 11/12 sendiri telah digunakan sebagai tradisi mereka selama empat tahun berturut-turut.

Maxi-single ini juga dirilis setelah mereka hiatus selama kurang lebih satu tahun lamanya. Masih ingat diingatan, single terakhir yang mereka rilis di 11/12 tahun 2019 kemarin adalah “it’s all my mistakes”. Walaupun begitu, di single baru ini mereka memberikan tanda bahwa perjalanan mereka akan terus berjalan, dan tidak akan berhenti. Menurut rencana, mereka juga telah mempersiapkan banyak hal untuk segera dilakukan di masa mendatang. Di rilisan terbaru ini, di dalamnya terdapat koleksi dua buah lagu yang diciptakan secara spesifik agar ritmenya saling berkatian antara satu dan lainnya. Single ini terdiri dari “escape me from reality” sebagai lagu pembuka dan “capture me to fantasy” sebagai lagu penutup. 

“Escape me from reality” menceritakan tentang bagaimana seseorang berjuang dalam kesulitan yang dihadapi di kehidupan sehari-harinya tetapi tetap mempunyai sebuah tempat, sesuatu, atau seseorang yang dapat mereka sandarkan untuk menolong mereka dalam mengatasi kerisuhan yang terjadi di benak mereka. Di lain sisi, “capture me to fantasy” mengutarakan artinya melalui instrumentalisasi dari emosi yang seseorang rasakan setelah mereka mencoba untuk mengatasi kesukaran yang mereka alami dan dalam tahapan dimana mereka dapat melarikan diri dari realita mereka, sehingga menjadikan judul dua buah lagu ini berkesinambungan dengan satu sama lain.

Walau tujuan awal dari dua buah lagu ini tidak bercerita tentang tahun ini, bagaimanapun juga lagu –lagu tersebut menjadi berhubungan dengan apa yang orang – orang alami sekarang. Banyak orang yang sedang berjuang dikarenakan kondisi yang tahun ini telah berikan, dan dengan hal tersebut. eleventwelfth berharap semua orang masih dapat bersandar dan mengandalkan apa yang dapat mereka bertahan di masa sulit ini.

Semoga di tahun mendatang, segala keresahan dan pandemi ini segera berakhir. Rindu akan aktivitas di sebuah pertunjukan musik sudah sangat tidak terbendungkan lagi. Apalagi bila melihat rilisan-rilisan bagus dari banyak musisi di tahun ini, sangat ingin rasanya menyanyikan dan berpesta bersama.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Six Thirty Recordings

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading