Tolak RUU Permusikan!

Bola terus bergulir. RUU Permusikan yang kontroversial itu, sekarang jadi omongan berbagai macam lapisan masyarakat. Mulai dari mereka yang jelas-jelas terpengaruh bisa jadi pesakitan hingga sekedar pengendara isu yang punya kepentingan (yang bisa saja) tidak bertalian dengan musik itu sendiri. Konflik perbedaan pandangannya dimensional.

Siasat Partikelir, berdiri bersama mereka yang menolak RUU Permusikan ini. Kami berdiri bersama KNTLRUUP. Praktek-praktek pemberangusan kebebasan, tidak pernah bisa ditolerir.

Di tengah suasana yang keruh, ada baiknya kita memantau apa yang sedang terjadi. Perbincangan pun sebaiknya memang terus digelontorkan, supaya keadaan benar-benar terang-benderang.

Sudah ada banyak cabang penggalian informasi yang bisa kita lihat bersama-sama di jagad internet, untuk bisa lebih memahami pergerakan isunya. Begitu juga, ketika ingin berkontribusi nyata, diskusi-diskusi –kebanyakan dilakukan oleh kubu yang menolak— terjadi di banyak kota. Dan terus bertambah dari hari ke hari.

Benang merahnya jelas, isu ini ingin dipahami sepenuhnya. Termasuk mencari tahu apa sebenarnya yang coba diraih secara institusional dari berprosesnya RUU Permusikan yang berseberangan prinsip dengan kebebasan berekspresi ini.

KNTLRUUP, merilis daftar inventarisasi masalah (DIM) serta rekomendasi yang dihasilkan lewat kajian yang telah dilakukan secara menyeluruh terhadap naskah RUU Permusikan, yang bisa langsung dilihat di situs www.tolakruupermusikan.com dengan mengklik link ini.

Setelah itu, coba cek beberapa video berikut, yang mungkin memberikan perspektif lain:

Menutupnya, ada sebuah video yang menyentuh substansi masalah dan tidak penuh retorika:

Sudah jelas kan, kenapa kita perlu menolak RUU Permusikan? Bukan revisi, tapi tolak. (*)

Geliat Kreatif Dari Sulawesi Tengah Dalam Festival Titik Temu

Terombang-ambing dalam kebimbangan akan keadaan telah kita lalui bersama di 2 tahun kemarin, akibat adanya pandemi yang menerpa seluruh dunia. Hampir semua bentuk yang beririsan dengan industri kreatif merasakan dampak...

Keep Reading

Memaknai Kemerdekaan Lewat "Pasar Gelar" Besutan Keramiku

Di pertengahan bulan Agustus ini, ruang alternatif Keramiku yang mengusung konsep coffee & gallery menggelar acara bertajuk “Pasar Gelar” di Cicalengka. Gelaran mini ini juga merupakan kontribusi dari Keramiku untuk...

Keep Reading

Semarak Festival Alur Bunyi Besutan Goethe-Institut Indonesien

Tahun ini, Goethe-Institut Indonesien genap berusia 60 tahun dan program musik Alur Bunyi telah memasuki tahun ke-6. Untuk merayakan momentum ini, konsep Alur Bunyi tetap diusung, namun dalam format yang...

Keep Reading

Head In The Clouds Balik Lagi ke Jakarta

Perusahaan media serta pelopor musik Global Asia, 88rising, akan kembali ke Jakarta setelah 2 tahun absen karena pandemi pada 3-4 Desember 2022 di Community Park PIK 2. Ini menandai pertama...

Keep Reading