Bola terus bergulir. RUU Permusikan yang kontroversial itu, sekarang jadi omongan berbagai macam lapisan masyarakat. Mulai dari mereka yang jelas-jelas terpengaruh bisa jadi pesakitan hingga sekedar pengendara isu yang punya kepentingan (yang bisa saja) tidak bertalian dengan musik itu sendiri. Konflik perbedaan pandangannya dimensional.

Siasat Partikelir, berdiri bersama mereka yang menolak RUU Permusikan ini. Kami berdiri bersama KNTLRUUP. Praktek-praktek pemberangusan kebebasan, tidak pernah bisa ditolerir.

Di tengah suasana yang keruh, ada baiknya kita memantau apa yang sedang terjadi. Perbincangan pun sebaiknya memang terus digelontorkan, supaya keadaan benar-benar terang-benderang.

Sudah ada banyak cabang penggalian informasi yang bisa kita lihat bersama-sama di jagad internet, untuk bisa lebih memahami pergerakan isunya. Begitu juga, ketika ingin berkontribusi nyata, diskusi-diskusi –kebanyakan dilakukan oleh kubu yang menolak— terjadi di banyak kota. Dan terus bertambah dari hari ke hari.

Benang merahnya jelas, isu ini ingin dipahami sepenuhnya. Termasuk mencari tahu apa sebenarnya yang coba diraih secara institusional dari berprosesnya RUU Permusikan yang berseberangan prinsip dengan kebebasan berekspresi ini.

KNTLRUUP, merilis daftar inventarisasi masalah (DIM) serta rekomendasi yang dihasilkan lewat kajian yang telah dilakukan secara menyeluruh terhadap naskah RUU Permusikan, yang bisa langsung dilihat di situs www.tolakruupermusikan.com dengan mengklik link ini.

Setelah itu, coba cek beberapa video berikut, yang mungkin memberikan perspektif lain:

Menutupnya, ada sebuah video yang menyentuh substansi masalah dan tidak penuh retorika:

Sudah jelas kan, kenapa kita perlu menolak RUU Permusikan? Bukan revisi, tapi tolak. (*)