Suguhan Berbeda di Penghujung Tahun

Tahun 2019 akan berakhir, agar penutupan tahun ini menjadi semakin meriah, hadirlah The Other Festival. Sebuah acara hasil kolaborasi antara Siasat Partikelir bersama Frekuensi Antara, yang bisa dibilang berbeda dari yang lain. Mengambil lokasi di kawasan Kemang untuk tempat pertunjukannya, The Other Festival berhasil membuat penonton yang hadir, untuk rela mengunjungi 3 lokasi berbeda agar bisa menikmati suguhan yang ada. Ya acara ini mengusung konsep panggung terpisah dan terdapat di lokasi yang berbeda-beda. Unik bukan? Berbeda dengan tahun sebelumnya yang diselenggarakan selama 3 hari penuh, kini The Other Festival hanya berjalan selama 1 hari saja. Tapi bukan berarti festival ini tidak bisa dinikmati.

Seperti biasa, sebuah festival akan hambar rasanya jika tidak ada sesi talkshownya. Dalam The Other Festival kali ini, hadir “Adu Domba”, menghadirkan beberapa narasumber yang membahas seputar dunia digital saat ini dan juga kancah musik yang sedang sangat aktif-aktifnya, keduanya dimoderatori oleh Kiki Aulia Ucup (Synchronize Festival). Di sesi pertama ada tema “Adsense or Nonsenses” yang membahas bagaimana sebuah media memiliki visi dan pendekatan masing-masing untuk tetap sustain dan relevan menyongsong transformasi digital, lalu di sesi 2 ada tema “Demi Skena” yang memaparkan bagaimana masing-masing kolektif menawarkan kebaruan serta tips trik bertahan diawal-awal mendirikannya. Yang terakhir ada “A glance at Imaginous” sebuah bincang seni yang membahas bagaimana seniman merespon ruang publik lewat karya yang berpadu dengan kegiatan hiburan dan rekreasi

“Awal liat announcementnya di IG Siasat jadi penasaran, emang bisa gitu menjalankan acara di 3 tempat yang berbeda? Tapi, pertanyaan-pertanyaan gue terjawab semalam. Gokil sih ini, cape sih iya karena mesti jalan buat pindah lokasi. Tapi, vibenya berasa banget. Apalagi kayak gue yang bareng temen-temen, jadi ga berasa banget pas pindah-pindah,” ucap Sabrina (penonton).

“Ini sangat inovatif menurut gue, selain yang nampil gak bosenin, lokasi acaranya juga beda-beda. Asli ini bikin gue dan temen-temen jadi menikmati banget. Perpindahan dari lokasi satu ke yang lain itu bener-bener buat kita betah, biasanya kan kalo di satu lokasi doang tuh bener-bener ngebosenin abis,” tutur Soni (penonton).

Untuk masing-masing area diisi oleh beragam musisi dari latar belakang jenis musik yang berbeda. Total ada sekitar 40 nama yang ditampilkan dan semuanya sukses menghadirkan dan menaklukan rasa penasaran penonton dengan materi yang mereka miliki. Nama-nama yang ada di setiap panggung seperti berikut; Di Twilo Skate Corner, terdapat stage Current Wave, yang menghadirkan Avhath, Tashoora, Pelteras, Hondo (pemenang Go Ahead Challenge 2019), The Trees & The Wild, dan Rumahsakit. Lalu di lokasi Queens Head yang masing-masing panggung diisi oleh Batavia Collective, PYT Soundsystem, Kallula, The Blue Room Boys, RL + Klav, Teddy Adhitya, Sore, dan Eva Celia. Dan terakhir di Hotel Monopoli yang memiliki 3 set panggung di dalamnya terdapat Dekadenz dan Verdy (Coincidence),  Mothem dan Logic Lost ft. Tanayu, DJ set dari Ucupop, Podcast BKR & Liga Mamat, dan juga Ardhito Pramono.

Untuk RL + Kav dan juga Eva Celia, secara eksklusif mereka tampil di satu ruangan bernama Silver Screen yang ada di dalam area Queens Head. Lalu, ada The Trees And The Wild yang menutup panggung Current Wave dengan performa yang sangat intens dan menggugah para penonton yang padat meski waktu saat itu sudah lewat tengah malam. Senang rasanya bisa melihat penampilan dari para musisi ini, walaupun tidak terlalu familiar dengan lagu-lagunya, toh tujuan datang ke acara musik selain melihat penampil yang memang sudah kita kenal, juga bisa menjadi ajang mendapatkan suatu pengalaman dan menemukan hal baru.

foto ardhito pramono di the other festival

foto eva celia di the other festival

foto dipha barus di the other festival

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Mas Jawjaw, Awe, Smid, Dimas, Lendy dan Regi

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Tahun ini, Synchronize Fest Balik Lagi Secara Luring!

Penantian panjang akhirnya terjawab sudah! Synchronize Fest memastikan diri akan digelar secara offline pada 7, 8 , 9 Oktober 2022 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Mengusung tema “Lokal Lebih Vokal”,...

Keep Reading

Mocca Gelar Konser di Metaverse

Di ranah musik, kini istilah blockchain bukan lagi suatu hal yang asing. Sebelumnya, penjualan karya lewat NFT sudah banyak dilakukan oleh musisi, kini konser musik di metaverse pun menjadi salah...

Keep Reading

Trailer Film Biopik Sex Pistol Resmi Dirilis

Kabar baik untuk kalian para penggemar Sex Pistols. Baru-baru ini (4/4) FX Networks telah merilis trailer resmi untuk serial film biopik Sex Pistols berjudul “Pistol”. Film yang dikabarkan bakal tayang...

Keep Reading