Tujuh tahun sudah Avhath meluhurkan kegelapan. Tidak ada tanda untuk berhenti, mereka terus menyuarakan kelam. Ke sudut-sudut tak terduga, juga ke telinga serta mata mereka yang belum siap dengan apa yang akan mereka saksikan. Seperti halnya pertunjukan bertitel ‘The Moon is Black and Red’ yang akan segera mereka gelar. Lewat dukungan Maternal Disaster dan Jägermeister Indonesia, unit black metal asal Jakarta ini dapat memiliki kesempatan untuk menggeber habis penonton; dengan memainkan secara live 27 lagu dari 11 rilisan mereka.

Semua nomor tersebut akan dimainkan di The Room, area bawah tanah Hotel Monopoli yang terletak di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Pada hari Kamis, 21 November 2019. Pemilihan tempat pertunjukan yang tidak biasa (menjadikan Avhath sebagai band metal pertama yang tampil di Hotel Monopoli) juga dibarengi dengan berbagi faktor lain yang menjadikan pertunjukan ini semakin istimewa.

Salah satunya adalah Keputusan Avhath untuk menggaet ‘Satan’s School of the Uncanny Future’ guna mengolah setiap kebutuhan grafis. Label milik seniman Natasha Tontey tersebut akan merilis berbagai berbagai koleksi baru Satan’s School pada perhelatan tersebut. Termasuk diantaranya limited edition merchandise hasil kolaborasinya dengan Avhath. Selain produk kolaborasi, Avhath juga akan mementaskan sebuah komposisi. Karya yang terinspirasi dari graphic score yang dibuat dengan Shift_Jis.

Tidak hanya memanjakan telinga, mata, serta hidung (mengingat kebiasaan Ekrig, sang vokalis yang kerap membakar dupa), ‘The Moon is Black & Red’ juga akan memuaskan lidah mereka yang datang. Karena akan disajikan juga dua varian special cocktail yang diracik dengan berbahan Dasar Jägermeister, terinspirasi dari dua karya Avhath, ‘The Solipsist’ dan ‘Frightened Teeth’. Pertunjukan ini akan dimeriahkan oleh Remedy Waloni dan penampilan DJ set oleh Bagvs. Gratis masuk bagi mereka yang memakai merchandise Avhath (atau tidak).

Visual: Arsip Avhath