Tesla Manaf Berubah Wujud Kuntari

Setelah hampir 10 tahun bergelut di ranah musik jazz sebagai gitaris yang telah melahirkan 9 album brilian, tidak lantas membuat seorang Tesla Manaf berhenti mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan lain. Kini, dengan moniker Kuntari, ia serius dalam meracik eksperimennya di bawah panji musik elektronik.

Black Shirt Attracts More Feather merupakan album perdana dari wajah baru seorang Tesla Manaf, Kuntari. Bebunyian di tujuh nomor pada paket karya tersebut merepresentasikan banyak hal, tapi secara garis besar materi-materi di dalamnya memaparkan sebuah ide, bahwasanya terkadang manusia lebih fokus terhadap kesalahan orang lain ketimbang milik pribadi.

Black shirt attracts more Feather itu perumpamaan saya terhadap orang lebih cenderung merhatiin bulu yang nempel di baju gelap dibanding di baju terang biarpun jumlahnya sama aja. Semacam manusia lebih punya kecenderungan menilai sesuatu yang salah di orang lain tapi bias atau gamau tau sama perlakuannya sendiri,” ungkap Tesla.

Lalu pada bagian artwork, Tesla memilih untuk memunculkan sesosok unggas. Menurutnya, hal ini berkaitan dengan haluan musiknya yang telah berubah sepenuhnya dan juga merupakan penanda bahwa pada Januari 2020 ini, telah genap dua tahun ia meninggalkan gitar untuk beralih ke noisebox.

“Unggas, seperti Cendrawasih, itu cantik banget kalau dilihat sekilas dari jauh, begitu juga unggas lainnya. Tapi kalau dilihat dekat itu ada detail yang menurut saya gruesome di sekujur tubuhnya,” tutur Tesla. Menurutnya, itu merupakan pemaknaan yang pas untuk karir musiknya yang telah bergeser 180°.

Lebih jauh lagi soal pemaknaan, ia pun menjelaskan kalau, “Orang lebih cenderung melihat achievement saya di masa lalu tanpa ngeliat kerapuhan yang saya miliki yaitu saya serius berjuang di jalur ini. Biarpun banyak orang/komunitas nolak saya diawalnya, tapi saya nunjukin kalau saya bisa ngasih kontribusi di dunia eksperimental Indonesia”.

Melalui Orange Cliff Records, Black shirt attracts more Feather sudah bisa dinikmati pada berbagai macam layanan streaming digital seperti Spotify sejak 15 Januari 2020. Versi kasetnya pun akan segera dirilis. Silakan pantau media sosial Orange Cliff Records untuk keterangan lebih lanjut.

Teks: Rizky Firmansyah
Visual: Arsip Kuntari

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading

KIAMAT Bagi Rekah di Album Perdananya

Sejak kemunculannya di medio 2015 lalu, unit skramz/blackgaze Rekah sudah mencuri perhatian dengan materi-materi musiknya. Tujuh tahun berlalu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh di awal Mei 2022 lalu,...

Keep Reading