Terpisah Jarak Tidak Halangi Morning Blowing Lepas Mini Album

Ranah musik indie rock bisa dibilang bukan genre musik yang dominan di Palembang. Walau dalam perjalanannya ada beberapa nama yang cukup signifikan muncul dari kancah lokal Palembang, seperti Anita dan Grey. Hingga yang dari generasi sekarang seperti Breath, Lazy Eye, Blonde House dan Dog Dept. Dan, satu nama yang cukup mencuri perhatian yaitu, Morning Blowing, yang malah muncul dari Prabumulih – sebuah kota yang berjarak sekitar dua jam perjalanan dengan kendaraan bermotor dari Palembang.

Dibentuk pada tahun 2017, Morning Blowing awalnya hanya sebuah proyek iseng dari Jaya Sempurna dan Eko Pratama sebagai usaha untuk keluar dari ritme kota mereka yang membosankan. Kemunculan awal mereka ditandai dengan dua single, “Revival” dan “Set the Fire”, yang dilepas lewat Bandcamp pada akhir tahun 2017 silam. “Awal proyek ini memang hanya berdua saja, saya dan Eko, begitu pun pengerjaan semua materi lagunya kami garap berdua saja di studio. Biasanya kalau lagi merampungkan musik, Eko yang memainkan drum di studio, dan saya main gitar ” jelas Jaya akan proses kreatifnya.

“Jadi prosesnya memang kita berdua harus benar-benar membayangkan hasil akhirnya, barulah di studio rekaman materi yang ada dirampungkan. Dan jelas akan banyak perubahan dari materi mentahnya, karena memang di studio rekaman lah kami banyak menghabiskan waktu untuk meracik keseluruhan musiknya,” tambah Jaya memaparkan kerja Morning Blowing sebagai duo.

Sejak kemunculannya tiga tahun lalu, sedikit banyak Morning Blowing berhasil mencuri perhatian publik musik lokal di Sumatera Selatan. Mereka kerap diundang untuk mengisi acara musik, baik panggung skala kecil di komunitas hingga panggung besar.

 

Morning Blowing di atas panggung Soundsations di Prabumulih. (Arsip Morning Blowing)

 

Karena tidak mungkin hanya tampil berdua di atas panggung mereka harus mengajak musisi pendukung. “Agar bisa memainkan materi lagu kami dengan lengkap, jadi beberapa teman dekat turut membantu. Tapi selalu berganti ganti juga setiap live. Biasanya ketika ada jadwal panggung barulah kami kontak beberapa teman untuk latihan dan main di shows.” Terang Jaya akan kerja ekstra band-nya bila hendak memanggung.

Tiga tahun lewat dari kemunculan pertama Morning Blowing, dan di tahun ini mereka kembali lagi dengan suguhan baru. Sempat vakum karena prioritas kehidupan personal, Morning Blowing kembali dengan merilis mini album berjudul Oracular yang dilepas pada 18 Mei 2020 kemarin. “Pengerjaan materinya sudah cukup lama, lagu “Oracular”, “Palsied”, dan “Worth It All”. Dan, lagu “The Wandering” menyusul direkam di Blacksheep Studio pada Maret 2019,” jelas Jaya akan proses rekaman mini album berisi empat lagu yang sudah siap sejak tahun lalu.

 

 

Berbicara akan musik Morning Blowing di mini album Oracular, Jaya memaparkan dirinya dan Eko banyak dipengaruhi oleh band seperti The National, Interpol dan Bloc Party. Untuk liriknya sendiri ditulis oleh Jaya Sempurna yang secara personal bercerita tentang ketidakberdayaan, dosa, harapan, kekecewaan juga cinta. “Lirik dan musik pada album ini diperuntukkan kepada siapapun yang hingga saat ini kuat mengatasi tragedi, bertahan hidup di masa-masa tersulit, menghadapi saat-saat yang penuh dengan rasa sakit dan masih bisa bersikap baik,” ungkap Jaya akan mini album yang dilepas di masa yang sulit sekarang ini karena CoViD-19.

Akan rencana lanjutannya pasca mini album debut Morning Blowing, Jaya menjelaskan bahwa Oracular adalah pengantar untuk album penuh yang materinya dalam proses perampungan. “Karena sementara ini harus terpisah jarak antara saya yang masih di Bali dan Eko di Prabumulih. Jadi untuk album penuh kita kerjakan pelan pelan.” Pungkasnya.

 

album cover morning blowing - oracular

 

Teks: Farid Amriansyah

Visual: Arsip Morning Blowing

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading