Terbatas! Puma-Nintendo Rilis 64 Pasang Sepatu Super Mario

Merayakan baru keluarnya game Super Mario 3D All-Stars di 18 September lalu, Nintendo dan Puma bekerja sama mempoduksi sepatu. Tiga seri sepatu, Future Rider, Clyde, dan RS-Fast siap dilepas ke pasaran. Seri nama pertama inspirasi desainnya diambil dari Super Mario 64, game yang dirilis Nintendo tahun 1996. Bagian atas sepatu diberi warna putih dan cokelat, kemudian dihiasi dengan detail biru dan merah khas Mario di tahun itu. Adapun di bagian bawah sepatu dibuat mirip dengan bentuk topi Mario.

Sedangkan seri Clyde ide desainnya dinukil dari Super Mario Sunshine, game yang memulai tahun debutnya di 2002. Seri ini menampilkan bagian atasnya berwarna cokelat dan merah, juga Formstripe di samping bercorak biru air. Biru air terlihat pula untuk hangtag di sepatu ini. Terakhir, RS-Fast, ialah sepatu jelmaan Super Mario Galaxy. Nintendo meresmikan game ini di 2007. RS-Fast ialah sepatu running-style dengan sentuhann warna hitam, putih, ungu, dan perak metalik. 

Kerja sama Nintendo x PUMA Super Mario 3D All-Stars juga sebagai bagian perayaan ulang tahun ke-35 Super Mario. Koleksi dari dua produsen beda negara dan beda produk itu hanya dibuat 64 pasang sepatu, edisi yang sangat terbatas. Sementara rilis resminya pada 27 November mendatang melalui gerai online Puma atau retail. Future Rider dijual seharga US 90 dolar, setara Rp 1.3 juta. RS-Fast dihargai Rp 1.7 juta atau US 120 dolar, dan Clyde dengan harga US 80 dolar atau Rp 1.1 juta. 

Kolaborasi Puma dengan sejumlah brand game tak cuma sekali ini saja. Jauh sebelumnya Puma pernah memproduksi sepatu untuk penggemar Sonic dan Tetris. Bersama Sega, di Februari 2020 lalu Puma sukses mengeluarkan RS-X PUMA, sepatu di mana Sonic The Hedgehog sebagai bahan inspirasinya. Adapun Di November 2019, seri Sonic pertama muncul pada sepatu Puma lainnya, RS-X³. Sementara itu, di pihak Nintendo, Super Mario Bros ialah tindak lanjut dari game Super Mario di platfom dingdong atau Arcade tahun 1983. Super Mario Bros sendiri dibuat untuk menyesuaikan game generasi ketiga alias game 8-bit tahun 1985 dan dipasarkan di tahun yang sama di Jepang dan Amerika Utara. Di Eropa game ini rilis tahun 1987. Shigeru Miyamoto dan Takashi Tezuka-lah yang mendesain game ini. Bersama Nintendo pula, dua animator kondang ini menciptakan game The Legend of Zelda di 1986. 

Super Mario Bros sangat sukses. Keseluruhan, tidak termasuk port untuk PC dan rilisan ulanya, game itu telah terjual 40,24 juta kopi, dengan 29 juta salinanmya habis di Amerika Utara saja. Pemjualan besar ini menjadikannya salah satu video game terlaris sepanjang masa. Majalah video game ternama, Video Game Update, sangat memuji Super Mario Bros. Mereka bahkan sempat menulis: “Super Mario Bros layak mendapat tempat di ‘hall of fame’. Sebuah game yang benar-benar membuat kita ketagihan.” 

Khusus soundtracknya, Nintendo berduet dengan Koji Kondo. Mulanya, Koji Kondo mengaku lagu yang ia buat sama sekali bukan untuk menyempurnakan atau menyesuaikan dengan game itu. Tapi hanya dimaksudkan untuk menarik perhatian pemainnya. Meski begitu, musik Kondo di Super Mario Bros di kemudian hari malah jadi salah satu faktor utama musik dianggap bagian tak terpisahkan dari video game. 

Teks: Emha Asror
Visual: Arsip Puma Webstore

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading

KIAMAT Bagi Rekah di Album Perdananya

Sejak kemunculannya di medio 2015 lalu, unit skramz/blackgaze Rekah sudah mencuri perhatian dengan materi-materi musiknya. Tujuh tahun berlalu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh di awal Mei 2022 lalu,...

Keep Reading