Tentang Rumah dari Sisi Tuan Tigabelas

“Di mana pun berada, aku pasti akan pulang kesana

Walau kau diujung dunia, aku pasti akan pulang kesana”

Kalimat di atas adalah penggalan lirik dari karya terbaru milik MC kenamaan, Tuan Tigabelas.  Berbicara tentang rumah kita kerap dibenturkan  pada banyak pemaknaan, entah itu memaknainya sebagai ruang utuh tempat kita tinggal maupun rumah dalam makna yang melampaui tempat berteduh semata. Baru-baru ini Tuan Tigabelas telah melepas karya teranyarnya, diberi tajuk ‘Rumah’ lagu ini merupakan satu-satunya single solo yang ia keluarkan di tahun 2020. Sebelumnya ia kerap melepas karya dari hasil kolaborasi dengan banyak musisi.

Pada lagu ini, Tuan Tigabelas  bercerita tentang rumah dari sudut pandangnya sendiri. Yang mana rumah bukan sekedar tempat tinggal untuk berteduh, tetapi ia memaknai rumah lebih jauh dari itu, yakni siapa yang ada di dalamnya, siapa yang menghuninya.  Secara selintas pun barangkali kita sudah bisa menebak jika materi barunya ini termasuk lagu yang sangat personal. Karena dibuat dan dipersembahkan untuk sang istri. Namun di balik cerita-cerita personal itu, Tuan Tigabelas tetap mengemas lagu ini menjadi tetap general di mana semua pihak pun bisa ikut merasakan makna dari lagu ‘Rumah’.

Di wilayah produksi, Tuan Tigabelas dibantu oleh Sendeljer dan dirilis di bawah panji label rekaman independen bernama Westwew. Lewat single ini Tuan Tigabelas mengajak kita semua untuk berhitung apa saja yang kita punya. Orang-orang yang kita sayang dan juga menggingatkan kembali tentang makna rumah dari sudut pandang seorang Tuan Tigabelas.

Di tahun 2019 Tuan Tigabelas sempat merilis album penuh bertajuk Harimau Soematra, kemudian memenangkan kategori pada ajang penghargaan AMI Awards. Berbicara soal kolaborasi, beberapa bulan ke belakang, Tuan Tigabelas pun diajak kolaborasi bareng Peraukertas dan melepas single berjudul ‘Adaptasi atau Mati’. Gagasan yang datang dari Peraukertas ini muncul atas dasar kerinduan akan panggung konser offline, ketiganya pun mengeluarkan ide-ide liar untuk dibuatkan sebuah lagu yang bercerita tentang anak band yang rindu suasana konser. Lagu yang dibuat pun menceritakan tentang musisi-musisi yang terus berinovasi agar bisa selalu memberikan hiburan kepada orang banyak, walaupun itu semua dilakukan secara online, asalkan bisa main musik, terus bertahan, dan tetap eksis, dijalankan saja. Dari beberapa nama musisi, Tuan Tigabelas akhirnya didapuk untuk mengisi kekosongan yang mereka rasakan. Kemudian dilanjutkan dengan membuat sebuah silent concert untuk menuntaskan kerinduan mereka kepada panggung pertunjukan. Kolaborasi ini adalah jawaban atas pertemuan yang terjadi di tahun 2018 silam, saat mereka satu panggung di sebuah acara.

Sebelumnya di bulan Agustus 2020 Tuantigabelas pun sempat berkolaborasi dengan NTRL dan merilis sebuah single baru berjudul “Bacot”. Lagu ini merupakan refleksi tentang era sosial media generasi zilenial saat ini yang sering mencuit, memposting, merekam, sesuatu kegiatan atau apapun itu di sosial media mereka, untuk berbagai macam kepentingan. Yang menyebabkan interaksi beragam sudut pandang dari para followersnya. Ini adalah era baru dimana semua orang bisa merasa saling terkoneksi dan merasa lebih dekat dengan siapa saja baik Pemimpin negara, Pemerintahnya, Idolanya, Teman, dan Brand yang mereka suka.

Kembali ke ‘Rumah’, selain dirilis dalam format audio, lagu tunggal ini pun dikemas dan dirilis dalam format video musik. Diproduksi oleh Didi Trihadi, Andrew Retanubun, dan Deko Prams dengan menampilkan sang istri, video musik inipun semakin mempertegas cerita di balik lirik yang dibuat oleh Tuan Tigabelas.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Tuan Westwew Rec

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading

KIAMAT Bagi Rekah di Album Perdananya

Sejak kemunculannya di medio 2015 lalu, unit skramz/blackgaze Rekah sudah mencuri perhatian dengan materi-materi musiknya. Tujuh tahun berlalu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh di awal Mei 2022 lalu,...

Keep Reading