Tentang Rumah dalam Rumah di Program Goethe

Rumah adalah konsep yang personal, bukan hanya seonggok bangunan yang dijadikan tempat tinggal, tetapi rumah bisa berbentuk tujuan, figur, perasaan, aktivitas, atau hal-hal lainnya. Rumah seharusnya bisa melindungi penghuninya dari kerentanan- kerentanan jasmani dan mental. Di tengah pandemi, pembatasan fisik memaksa kebanyakan orang melakukan penyesuaian-penyesuaian besar dan mengisolasi diri di rumah. Di episode BINGKIS bertajuk “Menata Rumah di dalam Rumah”, Goethe-Institut Indonesien mengundang penonton untuk membedah konstruksi dan konsep “rumah” dari perspektif seniman multidisiplin Tamarra (dikenal sebagai Tamara Pertamina). Dalam perbincangan yang dipandu Grace Samboh (kurator) ini, Tamarra akan berbagi pandangan tentang formula rumah sambil mengaitkan dengan beberapa karyanya.

BINGKIS adalah sebuah cara baru dari Goethe-Institut Indonesien yang memiliki tujuan untuk memfasilitasi para seniman dan pemikir agar bisa terus memecahkan segala tantangan yang mereka hadapi selama masa wabah saat ini dan bagaimana menghadapi perspektif nyata masing-masing. Perbincangan ini selanjutnya akan disiarkan secara langsung di kanal media sosial Goethe-Institut Indonesien dua minggu sekali pada hari Kamis. Selain menyelenggarakan acara daring, Goethe-Institut Indonesien juga mempublikasikan rangkaian cerita dan aktivitas seniman, intelektual, serta pegiat budaya bertajuk (Re)Kreasi dalam Isolasi, yang dapat diakses di www.goethe.de.

“Goethe-Institut Indonesien memutuskan untuk melanjutkan inisiatif ini dan terus menyediakan pertukaran dan interaksi budaya kepada audiens kami di rumah selama pandemi ini,” ujar Dr. Stefan Dreyer, Direktur Goethe-Institut Indonesien.

Selain BINGKIS, juga akan hadir program seri webinar Retas Budaya yang menghadirkan ragam pengetahuan mudah perihal bagaimana institusi GLAM (galeri, perpustakaan, arsip, museum) dapat menggunakan teknologi digital untuk membuka koleksi budayanya sehingga dapat digunakan ulang oleh pengunjung. Pada edisi webinar kedua ini, Rachmat Wahidi dari Wikimedia Indonesia akan mengenalkan Wikimedia Commons sebagai platform untuk media berlisensi bebas. Wikimedia Commons adalah sebuah repositori terbuka yang dapat digunakan institusi GLAM untuk menyajikan koleksi mereka ke publik. Rachmat akan memaparkan manfaat dan apa saja yang ditawarkan Wikimedia Commons sebagai repositori terbuka bagi instansi GLAM untuk menaruh koleksinya di sana.

Program ini adalah kerja sama antara Goethe-Institut Indonesien, Direktorat Jenderal Kebudayaan Indonesia, Wikimedia Indonesia, Asosiasi Game Indonesia, dan PT Elex Media Komputindo. Puncak acara Retas Budaya adalah festival kreator yang akan diadakan November mendatang. Di festival ini, publik akan diajak mengubah data budaya menjadi cerita, permainan, ataupun karya seni. Untuk informasi lebih lanjut, silakan akses www.goethe.de/retasbudaya.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari 
Goethe-Institut Indonesien

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading

Single Teranyar eleventwelfth Yang Menuju Album Terbaru

eleventwelfth hanya membutuhkan satu bulan untuk merilis single terbaru yang diberi tajuk “every question i withhold, every answer you never told” setelah sebelumnya melepas “(stay here) for a while” dari...

Keep Reading