Takashi Murakami Hadapi Kebangkrutan

Seniman kontemporer asal Jepang, Takashi Murakami, baru saja membuat sebuah unggahan ke Instagram pribadinya dan mengungkapkan perusahaannya kini tengah menghadapi kebangkrutan di masa wabah Covid-19. Melalui unggahan berupa video di akun pribadinya, Murakami menceritakan kepada dua juta lebih pengikutnya – dari sudut pandang yang sangat pribadi – bagaimana ia harus membatalkan berbagai proyek, termasuk proyek impiannya, sekuel dari film sci-fi berjudul jellyfish eyes. Difilmkan pada tanggal 23 Mei 2020, klip yang memiliki durasi 15 menit dimulai dengan Takashi Murakami yang menceritakan perihal kegundahannya dan juga masa depan studio kepada para penonton. “Kisah hari ini adalah kisah yang sangat memilukan saya. Dengan adanya wabah Covid-19 yang sangat tiba-tiba ini, perusahaan saya akan menghadapi kebangkrutan dan saya harus menyerah dengan proyek-proyek yang tengah berjalan. Salah satunya yang menjadi simbol dan dikenal orang banyak, yaitu film jellyfish eyes season 2: mahashankhn.” tutur Murakami.

Murakami adalah seorang cipher dan kritikus terhadap fenomena pop, juga dikenal berkat karyanya yang memiliki ciri khas yang berwarna-warni, bunga-bunga yang tersenyum dan mata yang berkedip. Sepanjang karirnya ia telah diakui di seluruh dunia, khususnya di industri streetwear dan fashion di mana ia telah berkolaborasi dengan banyak desainer top termasuk Dior, Virgil Abloh, Louis Vuitton, Supreme dan Comme Des Garçons, serta dengan musisi seperti Kanye West dan Billie Eilish. Murakami berharap dengan mempublikasikan kesalahannya sendiri, paramuda di luar sana tidak akan mengulangi kesalahan yang seperti dibuat olehnya. “Melihat keadaan dan kesulitan saat ini, saya terus dibujuk oleh para konsultan bisnis dan pengacara pajak yang mengatakan bahwa saya harus mencoba mengurangi pajak bisnis dengan mengajukan biaya produksi film sebagai pengeluaran bebas pajak,” terangnya.

Meskipun murakami tidak akan menyelesaikan sekuel film tersebut seperti yang telah direncanakannya, tetapi dirinya mengatakan bakal merilis serangkaian video kepada publik untuk mengumumkan perihal pemberhentian produksi dari film itu. Video-video tersebut akan dirilis dengan latar belakang yang memperlihatkan perjuangan Murakami terhadap guncangan ekonomi yang melanda perusahaannya. Dan kemungkinan, video-video tersebut akan memberikan efek katarsis terhadap para pemirsa ataupun pengikutnya ketika melihat kisah kegagalan yang menurutnya sangat bodoh. “Singkatnya, saya adalah manusia yang konyol, dalam artian bahwa saya terlalu memimpikan hal-hal yang bersifat kekanak-kanakan.” Terangnya.

Beberapa waktu lalu, Murakami baru saja merilis sebuah cetakan yang terbatas untuk mendukung gerakan Black Lives Matter. Cetakan ilustrasi tersebut akan dirilis pada bulan Juli ini melalui aplikasi NTWRK, dan semua hasil dari penjualan akan disumbangkan ke beberapa organisasi  yang memperjuangkan keadilan rasial dan kesetaraan sosial di Amerika Serikat. Koleksi tersebut meliputi enam macam ilustrasi khas berwarna hitam, dengan masing-masing ilustrasi dibatasi hingga 300 cetakan. Semua desain yang ada memperlihatkan ciri ikonik dari Murakami, yaitu bunga dan tengkorak yang akan ditandatangani dan diberi nomor oleh Murakami sendiri. Hasil yang didapatkan dari penjualan akan dibagikan ke Black Lives Matter, Equal Justice Initiative, dan Color of Change. Dengan harapan besar bahwa cetakan ini bisa menembus angka $ 1 juta USD yang akan digunakan untuk kontribusi amal.

Selain itu, pada bulan Mei kemarin Murakami juga terlibat kolaborasi bersama Billie Eilish dan juga UNIQLO. Hal ini merupakan kelanjutan dari kerja sama di videoklip Billie yang berjudul “You Should See Me in a Crown”. Seperti yang kita ketahui, dalam berpakaian, Billie bisa dibilang sangat fashionable dalam menuangkan ide-ide uniknya, begitu pula dengan sisi seorang Takashi Murakami sebagai seorang seniman kontemporer. Dan UNIQLO pun merealisasikan kolaborasi tersebut ke dalam sebuah video teaser yang diberi judul UNIQLO UT Billie Eilish and Takashi Murakami melalui akun Instagram dan juga YouTube milik mereka.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Takashi Murakami

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading