"Swiss Van Java" Upaya Kreatif Merekam Eksotisme Kota Intan

Garut yang dikenal sebagai kota Intan dan berjuluk Swiss Van Java  tentu memiliki ragam keindahan di dalamnya, entah itu keindahan alam maupun kehidupan sosialnya. Gunung yang bertengger dan hamparan laut dipesisir selatan kotanya menjadikan tempat ini terasa istimewa bagi para pelancong sejak jaman dulu kala. Kelompok musik Diamente O.K (Orkes Keroncong) agaknya berupaya untuk merespons dan merekam keadaan tersebut dengan merilis single lagu beserta videoclip yang berjudul ‘Swiss Van Java’ tepat pada Jum’at (17/7). 

Diamente O.K  adalah kelompok musik keroncong  asal kota Garut yang terbentuk pada akhir tahun 2017. Di isi oleh Tira (vokal), Prayudha (gitar), Arya (contrabass), Aldi (cello), Wahyu (biola), Wildan (cak) dan Dede (cuk). Swiss Van Java merupakan karya pertama mereka yang baru dirilis. Lirik dalam lagu ini syarat akan patahan sejarah, terlebih lagi  dibalut dengan komposisi musik keroncong yang menambah suasana nostalgia yang hendak melemparkan ingatan para pendengar  pada suasana kota Garut di masa silam.  Single ini mengadaptasi lagu Oud Batavia karya Krontjong Toegoe. Selain adaptasi komposisi musik, Diamente pun mengadopsi semangat nostalgia yang dicurahkan oleh Krontjong Toegoe. Menceritakan tentang  kondisi alam serta kehidupan sosial di masa lalu. 

“Selain erat kaitannya dengan kota kelahiran, judul (Swiss Van Java) ini pun diambil atas kerinduan Diamente akan kondisi kota Garut di masa lalu, seperti yang tersampaikan di dalam lirik.” ujar Diamente.      

Secara keseluruhan lagu Swiss Van Java cukup sederhana namun berdenyut. Musik kroncong yang dikenal sebagai musik asli Indonesia yang berumur cukup tua, di tangan Diamente keroncong dibuat menjadi lebih muda dan mampu beradaptasi dengan selera musik anak muda jaman kiwari. Pengemasan promosinya pun cukup menarik, mereka membuat kartu pos serta prangko yang nantinya akan dikirimkan ke orang-orang tertentu sebagai cinderamata, juga untuk mengabarkan karya mereka. Sekedar catatan, single ini merupakan permulaan untuk karya Diamente  selanjutnya yang akan digarap dalam waktu dekat.

“Setelah merilis lagu Swiss Van Java, kami berencana menggarap lagu selanjutnya yang sempat  tersendat prosesnya.” ujar Aldi. 

Selain single lagu, Swiss Van Java pun dirilis  dalam bentuk videoklip yang sudah bisa kamu lihat di kanal YouTube. Proses pembuatan videoklip ini dilakukan saat Covid-19 kian mewabah di Indonesia. Kendati demikian keadaan tersebut tak mematahkan semangat mereka untuk tetap berkarya. Dengan jarak dan intensitas tatap muka secara langsung yang memang sangat terbatas, produksi clip tetap dilakukan. Maka tak heran clip yang dibuatpun semacam  konsep pertemuan virtual, tidak berlebihan namun tetap menarik untuk disimak. Sekaligus membawa suasana baru pada musik keroncong yang dianggap musik tua.

“konsep yang dibuat untuk single dari video clip Swiss Van Java sebetulnya ada konsep darurat  yang dimana pada awalnya saya dan Diamente ingin menerapkan konsep  travelling dan colourfull, akan tetapi dikarenakan keadaan berada dalam kondisi ditengah pandemi yang mengharuskan semua orang untuk meminimalisir kontak fisik dan membuat kerumunan, maka dari itu  konsep yang saya dan Diamente buat merupakan pengembangan dari konsep virtual meeting online dan adaptasi dari jamming online. Disisi lain saya menerapkan footage-footage landscape Garut sebagai linier pengenalan vibes kota Garut kepada orang-orang yang belum pernah berkunjung ke kota Garut. Sebelumnya juga warna-warna yang diterapkan adalah simbol penerjemahan bahwa keroncong pun bisa ter-blending dengan kultur yang lebih segar dan sangat ceria agar membawa nuasa baru pada musik keroncong secara visual” ujar Aditya Tolle sebagai director clip.    

Selain sebagai karya musik yang utuh, single ini pun menjadi upaya Diamente untuk menarik para pelancong dari luar kota agar berkunjung ke Garut.

“Untuk menyambut kota Garut sebagai kota yang berkembang, dari lini musisi pun tentunya harus mempersiapkan suguhan musik yang diharapkan bisa didengar tidak hanya untuk orang Garut sendiri, tetapi kami menargetkan juga para pendengar dari luar kota Garut ketika datang ke Garut. Keroncong harus bergema disetiap sudut kota dan daerah Garut sebagai musik asli Indonesia.” Pungkas Arya.

Dengan demikian, tentu lagu Swiss Van Java bisa menjadi rekomendasi anthem untuk kamu yang hendak ataupun berencana vakansi  ke kota Garut. 

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip Diamente Orkes Krontjong

Efek Rumah Kaca Bawakan Ulang Lagu Candra Darusman

Candra Darusman, Signature Music Indonesia dan demajors merilis album kompilasi yang menampilkan karya-karya Candra Darusman: seorang musisi, pencipta lagu, penyanyi dan pemerhati hak cipta Indonesia. Kompilasi ini mengedepankan Efek Rumah...

Keep Reading

Ketika BLCKHWK Gambarkan Sisi Alami Sifat Manusia

Di awal tahun 2022 ini, BLCKHWK telah melepas album debutnya bertajuk Decomposing Rotting Flesh. Untuk memperpanjang nafas album, baru-baru ini unit yang dihuni oleh Arison Manalu (vokal),  Billy Rizki (gitar),...

Keep Reading

Karya Baru dan Rangkaian Tur Musik Isman Saurus

Di sekitar akhir 2021 lalu, solis asal Lumajang Jawa Timur, Ismam Surus telah melepas album penuh bertajuk Orang Desa. Sebagai rangkaiannya, di tanggal 24 Maret lalu ia telah melepas sebuah...

Keep Reading

Nuansa Anime di Karya Terbaru Moon Beams

Inspirasi untuk membentuk sebuah band bisa datang darimana saja, termasuk dari sebuah  anime. Jika kalian pernah menonton anime lawas berjudul BECK tentu tak akan asing dengan original soundtrack-nya bertajuk Moon...

Keep Reading