Sukses dalam menggelar konser yang bertempat di The Pallas, Jakarta beberapa waktu lalu, kini, SVMMERDOSE yang beranggotakan Tarapti Ikhtiar Rinrin alias Rinrin (vokalis) dan Iqbaal Ramadhan atau Iqbaal (bassis) akan memulai rangkaian tur “DON’T FALL IN LOVE WITH ME TOUR 2020” sebagai bagian dari promosi album perdana mereka yang bertajuk  “She/Her/Hers”. 

Bekerja sama dengan BIRAMA LIVE sebagai promotor. SVMMERDOSE akan menyambangi lima kota di dalam rangkaian tur mereka. Kota-kota tersebut adalah Malang (18 Februari), Surabaya (19 Februari), Yogyakarta (21 Februari), Semarang (22 Februari), dan Bandung (24 Februari).

“Setelah melepas debut album di bulan Agustus 2018 kemarin, kami baru berkesempatan untuk berkeliling dan memainkan album secara live di awal tahun 2020 ini. Dengan demand yang tinggi dari pendengar, kami merasa ini saat yang tepat untuk memperkenalkan musik kami secara lebih lagi kepada teman-teman di berbagai wilayah. Kami memilih lima kota ini berdasarkan jumlah pendengar tertinggi Svmmerdose melalui data yang kami kumpulkan. Kami juga ingin berinteraksi dengan pendengar-pendengar Svmmerdose yang berada di luar kota melalui penampilan kami. Mudah-mudahan ke depannya kami bisa menjangkau pendengar di kota-kota lain,” ungkap Rinrin selaku vokalis.

Sebanyak sepuluh lagu dari album She/Her/Hers akan dibawakan Rinrin dan Iqbaal dalam rangkaian tur nanti. “Di Jakarta kemarin, kami sukses berkolaborasi dengan Teza Sumendra, Bam Mastro, dan Baila Fauri. Untuk kota-kota lain, kami sudah menyiapkan kejutan. Apa kejutannya? Tunggu saja,” ucap Rinrin rahasia. 

Judul dari tur ini pun bukan tanpa sengaja disematkan, menurut mereka, nama ini diambil dari penggalan lirik dari lagu “Crush” yang memiliki cerita tentang self-love mencintai diri sendiri yang di mana sangat cocok dengan tema besar tur ini. Selain itu, mereka juga ingin mengangkat tema pencarian jati diri usia muda. Hal itulah yang nantinya akan menjadi garis penghubung untuk semua daftar lagu yang akan dibawakan nanti saat tur. 

“Konser kami akan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama akan membahas perkataan-perkataan orang yang sering kita dengar dan menimbulkan keresahan di usia remaja. Sementara, di sesi kedua, kami mengangkat sudut pandang orang-orang yang mendengar pernyataan tersebut. Kedua sesi ini akan berakhir dengan konklusi bahwa kita tidak perlu menemukan semua jawaban dari keresahan-keresahan yang terjadi karena kita masih muda,” papar Iqbaal. 

Kami independen dengan tim yang terbatas. Semua proses kreatif kami lakukan sendiri dan dibahas bersama-sama, mulai dari jadwal, skrip, hingga konsep visual. Aku, Iqbaal, dan tim banyak belajar dan mendapat pengalaman yang berharga dalam mengurus tur ini. Kami juga sangat dibantu oleh MejaBundar Studio yang mengubah lagu-lagu kami ke dalam bentuk visual. Semoga di tur nanti, semua bisa have fun. Kami tidak mau terlalu banyak memberikan informasi sehingga malah jadi menggurui. Kami ingin semua yang menonton SVMMERDOSE merasakan kembali asyiknya menjadi anak muda dan bisa turut berbagi cerita bersama kami,” tutup Rinrin.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip SVMMERDOSE