Sugar Spun Menghadapi Quarter Life Crisis

Salah satu unit rock alternative asal Kota Bandung bernama Sugar Spun yang digawangi oleh duo Fathir Dzaki dan Rashief Muhammad, merilis EP perdananya yang diberi tajuk “All The Tracks Based On My Feelings And This Is What It Looks Like” pada tanggal 25 Oktober lalu. Sebelumnya mereka pun sempat meluncurkan sebuah single berjudul D.T.T.D (Desperated Turn The Day) pada bulan Juli kemarin.

Penggarapannya dimulai pada Januari 2019, EP tersebut dikerjakan di Solo selama seminggu yang dilanjutkan dengan proses pematangan di Bandung. Rekamannya dilaksanakan pada bulan Mei 2019 di beberapa studio yang berbeda, yaitu Sumarsana Record Chamber untuk gitar dan bass, Escape Studio untuk drum dan Base Audio School Bandung untuk sesi vokal.

EP ini berisikan 5 track yaitu “Way To Heaven”, “War” di urutan kedua, “Hello, Hey Now” dan “Feel A Thing” dan “D.T.T.D”. Khusus untuk judul pertama, rekamanannya dilakukan secara live di sebuah teras rumah. Semua lirik dalam “All The Tracks Based On My Feelings And This Is What It Looks Like”  ditulis sendiri oleh Fathir Dzaki.

“Terlalu banyak momen atau peristiwa sehingga apa yang keluar disaat gue nulis ini adalah apa yang gue rasain di saat itu dan apa yang orang sekitar gue rasain, makanya EP ini diberi judul ‘All The Tracks Based On My Feelings And This Is What It Looks Like’,” ungkapnya.

EP tersebut akan bercerita Tentang Kejadian-Kejadian pada fase Quarter Life Crisis yakni peralihan dari masa remaja menuju dewasa, dimana tuntutan semakin bertambah, yang dibarengi oleh menumpuknya pertanyaan dan masalah, serta goyahnya keyakinan dalam mencapai sesuatu.

Setelah melalui proses rekaman, semua nomor pada “All The Tracks Based On My Feelings And This Is What It Looks Like” pun mendapatkan sentuhan mixing dan mastering yang dilakukan sendiri oleh Rashief Muhammad di Fuzzy Tape Room Bandung.

EP ini dirilis dalam format digital dan dapat didengarkan di beberapa platform seperti Spotify, Bandcamp dan Apple music.

Teks: Rizki Firmansyah
Visual: Arsip Sugar Spun

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading