Sudut Pandang Berbeda dalam Konser Virtual Rollfast

Setelah sukses melepas album terbarunya bertajuk ‘Garatuba’, kini unit psikedelik rock asal Bali, Rollfast akan melakukan konser  virtual bernama “Garatuba, Live at ANTHEMBAWU”. Konser virtual ini digelar dalam rangka peluncuran album ‘Garatuba’, album berisi 8 nomor yang sudah dirilis bertepatan dengan Hari Radio Nasional 2020. Sebelum merilis album penuh, beberapa waktu ke belakag mereka terlebih dahulu merilis beberapa single, yakni ‘Pajeromon’, ‘Grand Theft Atma’, dan juga ‘Garatuba’ di bawah panji label rekaman Lamunai Record.

Trio eklektik Rollfast, yang digawangi oleh Agha Praditya (vokal), Arya Triandana (bass), dan Bayu Krisna (gitar) ini akan menghadirkan konser virtual dengan suguhan berbeda  dari konser virtual pada umumnya, yakni mereka akan menyuguhkan sebuah perspektif dari tim produksi & pecalang. Tentu konser ini merupakan sebuah sajian yang segar dan layak untuk dinantikan. Sedangkan konsernya sendiri akan diselenggarakan pada pukul 20.00-21.00 malam ini (26/11) di website resmi mereka r0llfast.com dan bisa diakses secara cuma-cuma alias gratis.

Nantinya, dalam konser “Garatuba, Live at ANTHEMBAWU” tersebut penonton bakal diajak untuk menyaksikan segala fenomena yang terjadi di belakang panggung, yang tentunya sangat berbeda dengan pemandangan yang biasa audiens dapatkan ketika menonton konser di depan panggung. Karena bagi Rollfast, kru backstage/belakang panggung memiliki peran yang sangat besar dalam suksesnya performance artist, terlepas dengan semua masalah dan kekurangan selama pandemi.

foto album rollfast yang diadakan konser virtual

Tak hanya Rollfast saja yang akan tampil dalam konser, namun mereka pun akan ditemani oleh musisi tamu yang tak kalah menarik, yakni Frau dan Gardika Gigih. Kedua musisi yang juga turut berkontribusi dalam album Garatuba. Mereka akan tampil dalam lagu yang mereka isi. Selain Frau dan Gardika, Rollfast pun mengajak seniman tradisi muda dari Komunitas Penting Karangasem, yakni I Made Yogi Rismawan. Tak cukup di sana, konserpun akan dimeriahkan dengan keterlibatan Marlowe Bandem, seorang pegiat seni dan kreatif di Bali. Marlowe dikenal di forum seni dan skena musik Bali, ia terlibat dalam pengelolaan perlbagai event seni besar di Bali. Bersama peneliti Dr. Edward Herbst mengelola Arsip Bali 1928 sebagai upaya pemajuan kebudayaan Bali melalui rekaman-rekaman audio, video dan fotografi bersejarah.

Pasca dirilisnya ‘Garatuba’, album tersebut telah banyak mendapat ulasan dan respon positif dari para penikmat musik dan media tentuny, entah itu di dalam maupun di luar negeri. Media musik legendaris sekaliber New Musical Express (NME) memuji album ini sebagai sebuah “psikedelia yang agresif”. Album ini sendiri mulai dikerjakan pada awal tahun 2018, dan sempat tertunda karena banyaknya bongkar pasang lagu dan instrumen, hingga masa di mana mereka juga harus kehilangan dua personil asli yaitu, Gungwah Brahmantia dan Ayrton Willem yang mengundurkan diri secara baik-baik setelah merekam 6 dari 8 lagu yang ada di album ini karena kesibukan pribadi.

Di album ini, Rollfast pun turut melibatkan Frau dengan buai suara merdunya yang mendesir halus dan mampu membuat kulit bergidik, serta menghadirkan mimpi-mimpi komersial ombak surga dewata pada lagu “Bally”. Ditambah racikan harmonisasi suara-suara rancak nan ajaib menyambut matahari pagi bersama Gardika Gigih di lagu “Rare” (baca: ra-re). Kedua lagu ini adalah dua suguhan yang begitu spesial dari Rollfast.

“Sebagai keseluruhan album dan lagu, Garatuba sendiri adalah kritik satire tentang keadaan di Bali saat ini, bercerita tentang konsep eksploitasi tanpa henti. Senada dengan albumnya nanti, Garatuba Live nanti sedikit banyak akan menilik tema-tema ini lewat elemen yang disajikan.” Pungkas Rollfast.

Konser ini juga menjadi langkah awal promosi album Garatuba, sebelum melakukan tour Asia pada tahun 2021 mendatang.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari LaMunai Records

Fragmen Keinginan sheisjo di Nomor "OOE"

Solis asal Jakarta Chika Putri Bagaskara dengan moniker sheisjo telah melepas materi lagu berikutnya yang bertajuk “OOE” (15/08). Sedikit berbeda dari tiga single sebelumnya yang memiliki sound acoustic, “OOE” diracik...

Keep Reading

Inspirasi Film di Materi Teranyar Eastcape

Tahun 2021 lalu menjadi tahun yang bisa dibilang ‘manis’ bagi Eastcape karena di tahun tersebut mereka resmi memperkenalkan dirinya di kancah industri musik dengan menelurkan sebuah single dan Split EP...

Keep Reading

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading