Suasana Jobim di Nomor Kolaborasi Candra Darusman dan Dian Sastrowardoyo

Candra Darusman melepas sebuah lagu bertajuk “Perjumpaan Kita” bersama Dian Sastrowardoyo Juni lalu. Baru-baru ini (01/10), melalui kanal Youtube DemajorsTV, mereka melepas sebuah klip video untuk lagu tersebut.

Klip “Perjumpaan Kita” menampilkan nuansa di masa-masa jaya Candra dengan gelombang pop kreatifnya sekitar 1980-an, dimainkan aktris muda Lutesha ditemani pemain lelaki bernama Jati. Ini juga senuansa dengan nomor debut Dian Sastrowardoyo bersama Diskoria, “Serenata Jiwa Lara”. Momen di mana Dian Sastro menjadi ratu disko itu memang menjadikannya cocok saat disandingkan dengan nama-nama seperti Candra, yang memang meramaikan gelombang musik semacam itu di masanya.

Musik dalam lagu ini bisa dikatakan sungguh Candra Darusman sekali. Komposisi musikus senior ini memang begitu khas. Namun, di antara banyak referensi yang pernah ia sampaikan, kali ini mungkin sisi Latinnya lah yang ia tonjolkan. Dalam buku yang ia tulis, Perjalanan Sebuah Lagu, ia mengatakan Jobim dan Sergio Mendes adalah dua nama yang sering ia mainkan di gramofon Grundignya. Kedua musisi tersebut juga memengaruhinya dalam menulis lagu. “Dara” dan “Rindu Manis” adalah contoh di mana Candra terinspirasi Jobim.

Dalam “Perjumpaan Kita”,  jelas sekali progresi dan permainan gitar bossanova khas Jobim keluar. Suasana bocah-bocah di pinggiran Rio mengocok bola dengan kaki mereka seperti Ronaldinho pun muncul di kepala, dilengkapi dengan grading warna bagaimana Amerika melihat Latin. Selain itu, saat Candra dan Dian bernyanyi bersautan, nyawa Jobim dan Elis Regina saat membawakan “Águas De Março”.

Candra sudah lama menjadi seorang pemerhati hak cipta musisi Indonesia. Karena itu, lagu ini juga ditujukan untuk melanggengkan misi besarnya yang berhubungan dengan royalti musisi.

“‘Perjumpaan Kita’ adalah perwujudan semangat memajukan negeri melalui kampanye hak cipta, melalui kesenian. Singkatnya, melalui hak cipta ‘S.E.N.I.’ kita bersama ‘SElamatkan Negeri Ini’. Karena salah satu esensi seni adalah membentuk karakter yang diperlukan agar bangsa Indonesia dapat hidup dalam harmoni yang salah satu sikapnya adalah dengan menghormati karya orang lain,” ungkap Candra Darusman seperti dilansir Liputan6.

“Sebagai musisi, saya juga sangat menghargai dukungan dan kontribusi dari Dian Sastrowardoyo dari dunia perfilman Indonesia yang bersedia mendonasikan sebagian royaltynya dari lagu ini dan mendukung musik Indonesia dan kesadaran serta kepatuhan hak cipta,” tambahnya.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Youtube demajorsTV

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading

Single Teranyar eleventwelfth Yang Menuju Album Terbaru

eleventwelfth hanya membutuhkan satu bulan untuk merilis single terbaru yang diberi tajuk “every question i withhold, every answer you never told” setelah sebelumnya melepas “(stay here) for a while” dari...

Keep Reading