Stres? Saatnya Dengarkan Musik Metal!

Akuilah, kebanyakan dari kita kerap melarikan diri ke musik untuk menghilangkan stres, mengurangi kecemasan, dan mengalihkan segala tuntutan hidup yang ada. Oke, meskipun aktivitas mendengarkan musik tidak menjadikan semua persoalan yang ada hilang begitu saja, namun nyatanya  aktivitas yang kita semua cintai ini adalah salah satu cara paling efektif untuk menghilangkan stres yang ada. Setidaknya hal ini sudah dibuktikan secara ilmiah oleh Vera Clinic, salah satu perusahaan restorasi rambut yang berada di Turki.

Baru-baru ini Vera Clinic telah melakukan sebuah peneliatian dalam upaya untuk melihat hubungan antara musik, stres, dan rambut rontok, melakukan penelitian terhadap 1.540 orang relawan. Para relawan, berusia 18-65 tahun, mendengarkan berbagai daftar putar yang telah disusun melalui Spotify saat mereka menyelesaikan tes non-verbal yang dirancang untuk menghasilkan tingkat stresmasig-masing peserta.

Para peneliti tersebut menemukan bahwa musik ‘heavy metal’ adalah genre paling efektif kedua dalam mengurangi kecemasan. Faktanya, 89% peserta melaporkan penurunan tingkat tekanan darah mereka. Selain itu, detak jantung mereka turun rata-rata 18%. Para responden ini sebelumnya mendengarkan musik yang sudah tersusun dalam daftar putar yang berjudul “Heavy Metal Classics”

Sedangkan genre musik yang sangat ampuh untuk meredakan stres adalah soundtrack musik untuk acara TV Inggris yang berjudul “It’s a Sin”, yang sebagian besar berisi hit tahun 80-an, daftar putar tersebut terbilang adalah yang terbaik dalam mengurangi stres karena rata-rata responden mengalami penurunan detak jantung sebesar 36%, sementara 96% di antaranya mengalami penurunan tekanan darah.

Setelah melakukan pengujian dengan musik heavy metal dan musik pop, di ujung sesi yang berlawanan, musik tekno adalah yang paling buruk dalam mengurangi stres. Faktanya, mendengarkan techno meningkatkan detak jantung rata-rata tujuh persen, dengan 78 persen responden menunjukkan peningkatan tekanan darah.

Dokter Ömer Avlanm yang melakukan penelitian untuk Vea Clinic, menjelaskan bahwa musik pop yang memantik nostalgia dan musik metal yang bernada marah adalah salah satu indikator tentang penurunan stres ini.

“Hasilnya mungkin tampak mengejutkan pada pemeriksaan pertama – tetapi secara medis sangat masuk akal. Hit pop tahun 80-an dapat memiliki nostalgia positif yang melekat pada mereka bagi banyak orang, dan suaranya yang ceria seperti pesta dapat mendorong pelepasan endorfin dan serotonin di otak, keduanya meningkatkan perasaan bahagia dan tenang” ungkap Ömer Avlanm?? “Dalam hal heavy metal, saya mengamati bahwa musik yang bernada marah dapat membantu pendengar memproses perasaan mereka dan sebagai hasilnya membawa pada kesejahteraan yang lebih baik” lanjutnya.

Apa yang dilakukan oleh para peneliti di Vera Clinic nyatanya bukan lah yang pertama. Berbagai penelitian telah dilakukan dan ternyata para peneliti ini menemukan seberapa besar pengaruh musik heavy metal bagi pendengarnya. Di tahun 2015 lalu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa musik metal sebenarnya dapat membuat orang lebih tenang. Sementara itu, pada 2018, penelitian lain dikabarkan menemukan bahwa musik metal bisa baik untuk otak pendengar . Selain itu, studi tahun 2019 lainnya menyimpulkan bahwa mendengarkan musik heavy metal tidak benar-benar menyebabkan perilaku kekerasan atau kurangnya empati .

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari berbagai sumber

 

Fragmen Keinginan sheisjo di Nomor "OOE"

Solis asal Jakarta Chika Putri Bagaskara dengan moniker sheisjo telah melepas materi lagu berikutnya yang bertajuk “OOE” (15/08). Sedikit berbeda dari tiga single sebelumnya yang memiliki sound acoustic, “OOE” diracik...

Keep Reading

Inspirasi Film di Materi Teranyar Eastcape

Tahun 2021 lalu menjadi tahun yang bisa dibilang ‘manis’ bagi Eastcape karena di tahun tersebut mereka resmi memperkenalkan dirinya di kancah industri musik dengan menelurkan sebuah single dan Split EP...

Keep Reading

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading