Sandrayati Fay bergabung di Solo, Madiun dan Surabaya. Titik pertamanya adalah Solo. Ada yang menarik di kota ini, venue untuk acara yang digunakan adalah Gudang Sekarpace. Menurut cerita orang-orang sekitar, gudang ini sudah lama tidak terpakai dan baru kali ini akan dipergunakan setelah lima belas tahun lamanya. Ada pantangan tersendiri yang tidak boleh dilakukan yaitu menggunakan pakaian berwarna jingga.

“Saya belum pernah tur Jawa. Apalagi naik mobil. Di pikiran itu bisa jadi berat, kenyataannya tapi nggak terlalu,” kata Sandrayati Fay, perempuan blasteran Irlandia-Amerika-Filipina ini yang berdomilisi di Bali ini. Ia berhasil mengendalikan massa dengan sangat baik di hari pertamanya.

Malam itu, pertunjukan juga dihadiri oleh Fajar Merah, Black Swan dan Scenester. Event di malam itu berjalan lancar dengan animo Solo yang cukup hangat. Dengan sendirinya menciptakan alasan untuk segera kembali.

Teks: Adjust Purwatama
Foto: Arsip Siasat Partikelir