Setelah Medan, Padang dan Jambi, Palembang jadi kota keempat di rangkaian Stand A Chance Tour leg Sumatera. Ada kesempatan istirahat di sini. Lain dari kota yang sebelumnya, kami tiba di Palembang lebih cepat dari biasanya. Menikmati kuliner jelas menjadi tujuan utama kala kami tiba di kota ini. Pempek dan martabak har jadi menu pilihan yang direkomendasikan oleh Rio dari Gerram.

Di Palembang sesuatu yang selalu tidak kami harapkan terjadi, yaitu hujan. Saat itu, kondisi kami tiba hingga esok harinya jadwal untuk tampil cuaca memang sedang tidak dalam kondisi bersahabat. Hasilnya, dari keempat band yang dijadwalkan tampil hanya dua band saja yang mendapatkan kesempatan. The Gross selaku tuan rumah dan Murphy Radio lah yang dapat kesempatan untuk tampil. Pun, Murphy Radio tampil lebih awal dari yang dijadwalkan dan hanya bisa membawa 3 lagu saat itu.

“Tak apalah Gerram batal manggung, asal teman kami yang dari jauh bisa dapat kesempatan itu. Kapan lagi mereka bisa main di Palembang dan kumpul seperti ini. Dan juga penonton yang datang pengen banget liat penampilan dari Murphy ama The Panturas. Ya, walaupun hanya Murphy saja yang akhirnya bisa tampil,” kata Rio dari Gerram.

The Panturas sendiri, menebus rasa penasaran penonton yang sudah rela datang dan menunggu berjam-jam dengan melakukan sesi ngobrol dan akustikan yang sebelumnya tidak ada di dalam jadwal acara. Cuaca memang pegang kendali. Siapa yang bisa memprediksi?

“Komposisi tur Siasat Partikelir kali ini cukup menarik, membawa nama segar dan muda yang jelas belum pernah hadir sebelumnya di Palembang. Jadi anak-anak di sini juga bisa saling bertukar pikiran secara langsung dengan dua band ini. Sangat disayangkan sebenarnya dengan kondisi cuaca ini, tapi ya mau gimana lagi. Intinya bisa saling bertemu satu sama lain itu sudah sangat luar biasa dan membayar rasa penasaran,” tukas Rian Pelor dari Rimauman Music. (*)

Teks: Adjust Purwatama
Foto: Arsip Siasat Partikelir