Spektrum Minor nan Segar di Nomor Debut Newfangs

Newfangs baru saja melepas nomor debutnya, “Take Me Home“, pada Jumat (19/11). Unit indie rock asal Bali tersebut menampakkan nuansa minor namun segar dalam karya perdananya tersebut.

Cahya Ikayana(vokal, gitar), Dewa Arie (gitar) Krisna Dwipayana (bas) dan Tata Surya(drum) membuka “Take Me Home” dengan akor minor ditambah tangga nada relevan yang memberi kesan kelam dalam musik rok ringan mereka. Mereka terdengar seperti band-band revivalis garage rock/postpunk 2000-an, para titisan The Strokes, seperti Arctic Monkeys (khususnya di Favourite Worst Nightmare), proyek sampingan pentolannya, The Last Shadow Puppets, Franz Ferdinand, dan Kasabian. Namun, jika hampir semua band tadi diwarnai vokal yang seperti rengekan semibariton, suara Cahya di lagu ini jauh lebih halus.

Tema yang diangkat dalam lirik cukup pop. Newfangs mencoba menceritakan persaan pascaperpisahan

“Konflik pertempuran hati adalah topik yang diangkat oleh Newfangs dalam singgel debut mereka. ‘Take Me Home’ membicarakan tentang ketidaksiapan seseorang untuk melepas sosok yang sudah dianggap rumah, karena terlalu banyak memori yang telah mereka lewati bersama,” tulis mereka dalam keterangan pers.

Newfangs rilis single Take Me Home

Dalam penulisannya, Cahya Ikayana hanya menghabiskan waktu semalaman untuk menulis lirik dan nada dasar dari lagu ini, sedangkan proses tracking, mixing, dan mastering menghabiskan waktu sekitar seminggu penuh di dalam dapur rekaman.

           Baca juga: Gustra Adnyana: Bali Bukan Hanya Sebatas Pariwisata

Newfangs bisa jadi membawakan musik yang lumayan segar di daerah asal mereka. Menurut pengakuan mereka, kebanyakan band rok asal Bali seperti White Swan, Morphine ataupun Iron Head yang mengusung rok vintage ala “70-an.

“Newfangs lebih cocok disandingkan dengan Astera yang sama-sama membawakan musik dengan vibes 2010-an dalam setiap karyanya,” tulis Newfangs.

Setelah membuka langkahnya dengan “Take Me Home”, Newfangs berencana untuk melanjutkan perjalanan bermusik mereka dengan merilis rangkaian nomor tunggal yang nantinya akan berujung ke sebuah album mini tahun depan. Semua karya mereka kedepan direncanakan akan serupa dengan nomor debut ini.

Visi Newfangs di masa yang akan datang memang terlihat mapan. Alasan mereka membuat lagu ber-Bahasa Inggris merupakan cerminan dari hal tersebut.

“Jika ditanya mengapa menggunakan bahasa Inggris, keinginan Newfangs untuk didengar oleh seluruh dunia adalah jawabannya,” jelas Newfangs.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Newfangs

Cara Retlehs Tuangkan Keresahan Sang Pembetot Bas

Retlehs (nama yang cukup njelimet untuk dieja dan disebutkan) telah merilis sebuah nomor dengan judul “Matahari” pada Senin (29/11) dengan bantuan Sinjitos Collective. Lirik dari nomor tersebut diangkat dari masalah...

Keep Reading

Libido Bermusik Muto dalam EP Debut

“Dalam proses penciptaan lagu-lagu Muto, kata ‘yeah yeah yeah‘ juga merupakan ekspresi kepuasan mereka terhadap lagu-lagu yang mereka ciptakan; seperti merasakan nikmatnya masturbasi,” jelas keterangan pers yang dikirimkan Muto mengenai...

Keep Reading

Urban Sneaker Society Akhirnya Kembali Secara Luring

Kabar gembira bagi para fesyen enthusiast, Urban Sneaker Society 2021, event Sneakers tahunan yang diadakan USS Networks sejak 2017, kembali hadir secara offline di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal...

Keep Reading

Nuansa Abad Pertengahan Progresif di Karya Baru Tara Sivach

Tara Sivach merupakan seorang solois asal Jakarta yang mencoba masuk dalam ranah goth. Dengan nuansa abad pertengahan kelam khas gotik yang dicampur dengan rok semiprogresif dan gaya vokal klasik, ia mencoba...

Keep Reading