Soundtrack Cowboy Bebop Masih Lantang di Serial Adaptasi Terbaru Netflix

OK, three, two, one, Let’s jam!

Bagi beberapa kalangan, suara solo bas disusul trompet bersautan dengan nakal akan terbayang di otak mereka setelah kalimat tersebut di lantunkan. Itu lah lagu pembuka dari serial animasi Jepang legendaris, Cowboy Bebop.

Jumat (19/11) ini, serial live action Cowboy Bebop dari Netflix resmi ditayangkan. Ini merupakan sesuatu yang sudah ditunggu-tunggu oleh para penggemar animasi karya Shinichiro Watanabe tersebut sejak lama. Serial orisinilnya yang dirilis pada 1998 tentang pemburu hadiah lintas planet merupakan salah satu anime yang fenomenal di masanya.

Salah satu yang membuat karya tersebut menjadi pencapaian luar biasa di masanya adalah lagu-lagu pengiring serial tersebut. Di serial live action baru ini, komposer Yoko Kanno kembali diajak untuk mengisi lagu pengiring. Netflix bahkan membuat video pembahasan khusus tentang Yoko dan sedikit cerita di balik pembuatan soundtrack.

Untuk membuat album pengiring live action, Yoko Kanno kembali mengajak bandnya Seatbelts. Mereka kembali membawakan nuansa blus bercampur jaz di satu album penuh Cowboy Bebop. Yoko Kanno tidak hanya merekam ulang nomor-nomor di album yang juga dirilis pada 1998 tersebut. Ia memberi banyak nomor baru di Cowboy Bebop (Soundtrack from the Netflix Series). “Tank!”, lagu pembuka yang sudah dibahas di awal, bahkan tidak lagi menjadi pembuka. Dalam album baru ini, sebelum trek yang sekarang berjudul “Tank! – Flix Mix” tesebut ada sisipan trek berjudul “The Usual Fools”.

Soundtrack Cowboy Bebop memang layak dijadikan pusat perhatian yang tidak lekang oleh waktu. Di saat hampir semua animasi Jepang berisi musik khas pop dan rok di negeri tersebut, Cowboy Bebop hadir dengan sentuhan lantang musik-musik tua. Shinichiro Watanabe memang terkenal dengan perkawinan antara animasi dan musiknya yang tidak biasa.

Selain mencampurkan unsur ketengilan koboy, petualangan antarplanet, kungfu Mandarin, dan musik jaz blues di Cowboy Bebop, ia juga sempat melakukan percobaan paksa yang berhasil di Shamurai Champloo, di mana ia secara serampangan menggabungkan musik hip hop rap dengan budaya samurai Jepang era Edo. Selain itu, ia juga melakukan hal serupa di beberapa anime lain, musik macam Sigur Ros di Terror in Resonance, disko 80-an di Space Dandy, dan jaz murni bercampur Jepang pasca-PD II di Kids on the Slope.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Nicola Dove/Netflix

Cara Retlehs Tuangkan Keresahan Sang Pembetot Bas

Retlehs (nama yang cukup njelimet untuk dieja dan disebutkan) telah merilis sebuah nomor dengan judul “Matahari” pada Senin (29/11) dengan bantuan Sinjitos Collective. Lirik dari nomor tersebut diangkat dari masalah...

Keep Reading

Libido Bermusik Muto dalam EP Debut

“Dalam proses penciptaan lagu-lagu Muto, kata ‘yeah yeah yeah‘ juga merupakan ekspresi kepuasan mereka terhadap lagu-lagu yang mereka ciptakan; seperti merasakan nikmatnya masturbasi,” jelas keterangan pers yang dikirimkan Muto mengenai...

Keep Reading

Urban Sneaker Society Akhirnya Kembali Secara Luring

Kabar gembira bagi para fesyen enthusiast, Urban Sneaker Society 2021, event Sneakers tahunan yang diadakan USS Networks sejak 2017, kembali hadir secara offline di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal...

Keep Reading

Nuansa Abad Pertengahan Progresif di Karya Baru Tara Sivach

Tara Sivach merupakan seorang solois asal Jakarta yang mencoba masuk dalam ranah goth. Dengan nuansa abad pertengahan kelam khas gotik yang dicampur dengan rok semiprogresif dan gaya vokal klasik, ia mencoba...

Keep Reading