Festival musik terbesar di Asia Tenggara akan kembali digelar. Soundrenaline yang menginjak umur ke 17 tahun kali ini mengusung tema Timeless yang secara garis besar menjelaskan tentang semangat festival ini yang tak lekang dimakan waktu. Hembusan napas baru pun tak luput dari festival ini yang dipercaya akan membawa warna segar untuk industri musik Indonesia. Inovasi demi inovasi digelontorkan demi memberikan kualitas terbaik untuk menikmati festival.

Perjalanan menuju ke festival ini bernama Road To Soundrenaline, sedang berjalan sejak sebulan kemarin hingga hari ini. Sebaran perjalanannya begitu lebar, mulai dari bagian barat Indonesia sampai ke timur. Semua dijaring secara simultan untuk menghasilkan pengalaman yang membekas di orang banyak serta memberi kabar tentang Soundrenaline itu sendiri.

Dari menu yang akan disajikan, Soundrenaline akan menampilkan beberapa band dari luar yang namanya sudah dikonfirmasi bakalan tampil di Festival ini, mereka adalah Suede dan Primal Scream. Bagi Suede, ini menjadi kunjungan ketiganya di Indonesia. Setelah sebelumnya mereka tampil di tahun 2003 dan 2011. Band yang sempat bubar pada 2003 ini tercatat memiliki 8 album penuh, yang paling terbaru rilis di 2018. Salah satu yang menarik di album The Blue Hour (2018) adalah lagu Life  Is Golden, mereka mengemas visual untuk video musiknya berlokasi di Pripyat, dekat dengan Chernobyl. Tentu selain visual yang bagus, lagu ini juga sangat apik. Salah satu nomor andalan dari album The Blue Hour.

Untuk Primal Scream, bisa dibilang ini penampilan perdana mereka di Indonesia, bisa jadi suatu pengalaman yang tak terlupakan menyaksikan mereka nanti saat di Bali. Lalu nama-nama terbaik dari Indonesia dengan banyak bentuk penyegaran dalam karyanya juga menjadi hal yang wajib dihadirkan. Ada .Feast yang akhir-akhir ini mencuri banyak perhatian dengan bagaimana mereka memvisualkan diri mereka dalam di atas panggung maupun dalam cara berpromo, hingga lirik lagu yang sangat relevan dengan keadaan saat ini. Lalu ada dua solois yang tak kalah menjadi perbincangan kaum hawa yang notabene penggila karya mereka, siapa lagi kalau bukan Ardhito Pramono dan Pamungkas. Tak lupa ada Feel Koplo, Fiersa Bersari, Tashoora dan banyak lainnya.

Nama-nama ini tentu saja memiliki segudang prestasi dan inovasi di kancah musik tanah air tercinta kita. Mereka yang membawa hawa kebaruan dalam karyanya dan juga mereka punya penggemar militan di manapun. Bali sebagai tempat diselenggarakannya festival ini jelas punya daya magis bagi berbagai orang yang datang berkunjung ke dalamnya. Bukan Soundrenaline namanya jika tak ada visual art di dalamnya, tahun ini akan ada banyak nama yang turut serta dihadirkan. Salah satunya adalah Eddie Hara, beliau merupakan seorang seniman kontemporer yang karyanya dikenal sarat akan perpaduan jenis seni highbrow dan lowbrow yang memiliki banyak pesan kritik terhadap politik ataupun sosial.

Tak ketinggalan salah satu yang menjadi ikon di Soundrenaline juga kembali dihadirkan, yaitu Glamping. Sebuah hal yang menarik ketika kita bisa kemping di area venue dan berbaur bersama orang-orang yang baru saja kita kenal. Dan juga akan ada banyak kejutan di dalamnya, beragam program dihadirkan. Mulai dari talkshow hingga suguhan masak memasak oleh para musisi.

Jadi, silahkan datang untuk berkunjung dan jangan lupa untuk berjejaring. Belilah tiket pertunjukan serta akomodasi dari jauh hari. Informasi tiket bisa dilihat di www.soundrenaline.id.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Dari Berbagai Sumber