Sosok Butet Manurung Diabadikan ke dalam Figur Barbie

Bagi sebagian orang mungkin tak asing lagi dengan guru dan aktivis pendidikan yang satu ini. Yups, Butet Manurung. Di bulan Maret ini, tepatnya dalam perayaan Hari Perempuan Internasional, merek boneka terkenal, Barbie, memilih Butet untuk menjadi salah satu global ambassador dari sebuah kampanye bernama “Dream Gap Project”. Dalam programnya ini, Butet dijadikan salah satu figur model bersama 12 wanita lainnya.

Bersama 12 wanita yang tersebar dari beberapa negara, Butet Manurung yang juga pendiri Sokola Institute ini diabadikan ke dalam figur Barbie. Jika dilihat secara seksama, figur ini memiliki detail yang cukup baik dalam merefleksikan identitas Butet. Warna kulit, pernak pernik, serta pakaian khas Indonesia yang digunakan cukup menggambarkan dari mana Butet berasal.

“Tentang disain, kain yang saya pakai baik atas maupun bawah adalah kain batik asli Jambi (bukan jarit seperti yang ditulis kebanyakan media) dengan motif dominan “angso duo”. ” Terang Butet Manurung dalam akun media sosialnya.

“Asesoris adalah kalung Sebelik Sumpah (bukan kalung Asoka seperti yang ditulis media) kalung khas Orang Rimba yang biasanya digunakan untuk penolak bala (sebelik sumpah artinya sumpah orang akan berbalik kepada penyumpahnya). Ada juga dalam bentuk gelangnya (lihat foto). Dari foto buahnya, yang disebut buah Sebelik Sumpah, kita bisa lihat betapa susah dan panjang proses pembuatannya (1 buah hanya berisikan 5-10 biji saja, yang pasti disertai doa baik para pembuatnya.” lanjutnya

Perjalanan Butet Manurung di dunia pendidikan Indonesia mau pun internasional patut diacungi jempol, maka tak aneh jika kemudian ia dijadikan sebagai ambassador untuk sebuah figur mainan yang memang dekat kaum perempuan.

Sedikit tentang sepak terjang Butet, di tahun 1999 ia bergabung dengan konservasi ‘WARSI Jambi’, menjalankan program pendidikan untuk Orang Rimba -sebuah kelompok nomaden asli yang tinggal di hutan Jambi. Aktivitasnya ini membawanya dan empat rekannya untuk mendirikan SOKOLA Institute, sebuah organisasi nirlaba yang memberikan kesempatan pendidikan bagi masyarakat terpinggirkan di Indonesia terpencil dan melek huruf untuk lebih dari 15.000 anak-anak dan orang dewasa.

Sebagai seorang pendidik dan aktivis, Butet juga kerap menerima berbagai penghargaan internasional seperti – “Man and Biosphere Award” UNESCO 2001, “Hero of Asia” 2004 dari Majalah TIME, “Ashoka Fellow” 2006, “Asia Young Leader” 2007, “Young Global Leader” 2009, Ernst and Young Indonesian “Social Entrepreneur of the Year” 2012 dan ‘Asia Nobel Prize’ Ramon Magsaysay Award 2014. Pada tahun 2011, ia menyelesaikan masternya jurusan Applied Anthropology and Development Participation dari Australian National University. Pada tahun 2012, ia mengikuti kursus Global Leadership and Public Policy di Harvard Kennedy School, Harvard University, AS.

Kisah tentang dedikasi Butet di dunia pendidikan pun sempat diangkat ke dalam film layar lebar yang diberi judul Sokola Rimba. Dalam film tersebut Butet Manurung diperankan oleh aktor kawakan Prisia Nasution. Film yang dirilis tahun 2013 tersebut banyak berkisah tentang pengabdian Butet bagi masyarakat suku anak dalam atau yang biasa dikenal dengan Orang Rimba.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

Penanda 17 Tahun GBS Berkarir

Gugun Blues Shelter kembali merilis single kedua setelah sebelumnya pada pertengahan tahun 2022 mereka merilis single Jingga. Kali ini, trio Gugun, Bowie & Fajar melepas Down & Dirty seperti yang...

Keep Reading

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading