Sosok: Bobby Chaniago (Mimaksi Entertainment)

Tiga seri Bikin Panggung sudah selesai diselenggarakan. Pertama, acara tersebut tergelar di Jakarta, lalu dilanjut Bandung, dan kemudian berakhir di Ibu Kota lagi. Masing-masing panggungnya menghadirkan para musisi-musisi segar lintas genre yang akan sayang bila dilewatkan penampilannya. Sebut saja Zirah, Dekat, Fuzzy, I, Heals, BAP., Kurosuke, Mantra Vutura, serta Hursa.

Nama terakhir adalah salah satu alasan Bikin Panggung dibuat. Ada Bobby Chaniago di belakangnya. Selain merupakan aktor di balik Mimaksi Entertainment yang merupakan penyelenggara event tersebut, bukan mainnya dia juga adalah sang manajer dari Hursa. Band itu baru saja mengeluarkan album pertamanya bertajuk “Harap dan Tuah” pada 30 Oktober 2019 lalu dan setelahnya tentu saja mereka perlu wadah aktualisasi berupa panggung agar melengkapinya.

Selain yang sudah disebutkan, Bobby juga punya alasan lain dalam menginisiasi Bikin Panggung ini. “Bikin Panggung dibuat karena gue lihat banyak banget band bagus tapi intensitas manggungnya kurang. Jadi, ya, udah. Bikin Panggung ini untuk memfasilitasi mereka itu,” tutur Bobby.

Mimaksi Entertainment yang juga merupakan sebuah management tempat Hursa bernaung, berdiri berbarengan dengan waktu band tersebut terbentuk di tahun 2016. Bikin Panggung ini adalah event pertama yang mereka garap. “Gue puas sama hasilnya, karena sebenarnya gue tidak berekspektasi orang yang datang tuh sebanyak ini,” kata Bobby berkomentar tentang Bikin Panggung pada saat gelaran pertamanya di tanggal 30 Oktober 2019, di Eastern Promise, Jakarta Selatan.

Bandung juga menuai hasil serupa. Dengan penampil yang terdiri dari The Hollowcane, Under The Big Bright Yellow Sun, Heals, Fuzzy, I, serta Hursa, Maison De La Sol yang merupakan lokasi berlangsungnya acara menjadi penuh dibuatnya.

“Bandung ini dipilih karena jaraknya dekat dari Jakarta dan bisa dibilang kota itu adalah second home-nya band-band Jakarta. Lalu, sekarang ini banyak banget band-band Bandung yang lagi naik, The Panturas misalnya. Hal-hal tersebut lah yang membuat Bikin Panggung mampir ke Bandung,” ungkap Bobby terkait dipilihnya Bandung untuk Bikin Panggung edisi kedua pada tanggal 29 November 2019.

Seperti yang sudah disebutkan, BIkin Panggung seri terakhir kembali berlangsung di Jakarta, tepatnya pada tanggal 17 Desember 2019. Lokasinya pun sama persis, yaitu di Eastern Promise, Jakarta Selatan. Tujuh penampilnya semisal Zirah, Hondo, Mantra Vutura, hingga Bap., berhasil membuat acara tersebut kembali menuai respon positif seperti sebelumnya. Meski penonton kali ini tidak terlalu padat, tapi suasana hangat dan menyenangkan masih terasa memenuhi seisi ruangan.

Menurut Bobby, ia sangat yakin dan suka dengan karya-karya Hursa, dan hal itu adalah alasannya kenapa mau untuk menjadi manajer dari band yang berkomposisikan Gala (vokal dan kibor), Pandji (gitar), Goldy (drum), dan Irvan (synth/bas synth) tersebut.

Sebagai orang yang sudah lama melintang di dunia manajemen artis, ia menjelaskan kalau terlepas dari pentingnya mengolah aset-aset digital, karya musisi adalah yang utama. “Lo bisa punya band yang punya gimmick keren dan keahlian dalam mengolah sosial media yang tepat guna, tapi kalau produk lo jelek, nama lo pasti akan cepat dilupakan,” ucap Bobby.

Setelah berakhirnya Bikin Panggung di tahun 2019 ini, Bobby berharap agar acara tersebut bisa terselenggara juga tahun depan. “Kalau semuanya lancar dan masih ada yang terus support, semoga tahun depan Bikin Panggung bisa diselenggarakan lagi”.

Teks: Rizki Firmansyah
Visual: Arsip Bobby Chaniago

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading