Orang-orang punya alasannya sendiri saat memilih untuk meninggalkan kampung halamannya, tapi pasti saat menapaki tanah baru, maka akan besar kemungkinannya untuk bisa menemukan peluang baru dalam hal apapun. Mungkin alasan itu lah yang membuat sosok seniman seni grafis kelahiran Bandung yaitu Agung Prabowo merantau ke Bali. Ia sendiri lebih dikenal dengan monikernya yaitu Agugn.

“Soalnya nama Agung itu banyak. Saya bikin seperti itu awalnya sengaja dimainkan sedikit supaya orang yang baca terganggu dan bertanya, kemudian bisa terarahkan utk melihat karya saya,” ungkap pria kelahiran tahun 1985 yang kini tinggal di daerah Tegallalang, Bali tersebut.

Bakat berkeseniannya sudah terasah sejak kecil. “Dari kecil senang sekali menggambar di mana saja, sampai sempat dilarang. Lalu lanjut ambil art school di Bandung,” ungkapnya. Karya-karya dari lulusan FSRD ITB (2005-2010) itu pun kebanyakan terinspirasi dari keluarga, kecemasan personal, hingga perilaku-perilaku manusia di sekitarnya.

View this post on Instagram

Tropical Chaos is the clue from mr. @rekti_yoewono to made this commissioned piece for @moonermooner newest album art. so happy with the process and result. thank you for the opportunity and congrats for this new awesome album ?? (definitely be one of my best album released on this year) ?????? .#agugn #agugnprints #tropicalchaos . #Repost @moonermooner with @get_repost ??? Sambil menanti terungkapnya isi album O.M. melalui @jooxid pada tgl 30 November 2018, izinkan kami berceloteh sedikit mengenai salah satu lagu dalam album baru ini. Lagu yang sedang kamu dengarkan ini berjudul “Kelana” dan terdapat suara sitar yang dimainkan oleh @dr.ashrii yang melanglang buana ke India untuk mendalami alat musik tersebut langsung dari para sesuhu di sana. Lagu ini rencananya akan menjadi single pertama dan juga akan dibuatkan karya visualnya dengan bantuan @seedsmotion, bersamaan dengan perilisan bentuk fisik pada bulan Desember mendatang. Tak boleh dilewatkan juga adalah artwork gemilang pada cover album ini yang dipersembahkan oleh @agugn dan di bagian dalamnya ada ilustrasi buatan mas @isapanicmonsta. Lagu ini sudah cukup sering kami bawakan dalam setiap kesempatan penampilan. Mungkin ada yang udah apal sama melodi lagu ini? #ommooner

A post shared by AGUGN (@agugn) on

“Kalo inspirasi visual, banyak saya ambil dari alam sekitar yang kemudian saya gubah menjadi bentuk baru yang menyerupai sesuatu yang lain,” tambahnya.

Pilihan Agugn kepada seni grafis bukanlah tanpa sebab. Selain karena sejarah panjangnya yang penting untuk disimak, pengekspklorasian teknik tersebut masih jarang dilakukan oleh para seniman-seniman lokal. “Terlebih karena kecintaan saya dengan unsur do it your self menggiring saya untuk menggeluti teknik ini,” pungkasnya

Secara spesifik, Agugn dikenal karena getol dalam bereksplorasi dengan linocut atau cukil kayu, sebuah teknik cetak seni rupa yang merupakan bagian dari teknik cetak manual dalam bidang seni grafis. “Saya memilih linocut print untuk berkarya karena sifatnya yangg tahan lembab, bisa dibuat menjadi repetisi dan aplikasinya cukup sederhana,” katanya.

Ia selalu mencintai apa yang ia buat. “Terutama karya yang baru jadi,”  jelasnya sembari tertawa, tapi pria yang ditengah kesibukannya selalu menyempatkan diri membantu istrinya untuk berkarya di bidang keramik itu juga bercerita kalau mendapatkan undangan pameran tunggal di museum seni grafis, Machida city, Tokyo pada bulan April 2020 nanti merupakan salah satu momen paling membanggakan sepanjang karirnya dalam berkesenian.

Soal konsistensinya dalam dunia seni,tentu tidak perlu diragukan lagi, dan itu  membuat mereka patut dikenal oleh orang-orang yang tengah mengarungi jalan terjal menuju mimpinya. Bagi Agugn, resep konsiten ini hanya ada satu.

“Konsisten itu soal perseverance,” tutupnya.

Teks: Rizki Firmansyah
Visual: Agugn