Sosok: Adhika Nararya Wicaksana

Kegemaran menulis, menggambar, bermain musik, serta berimajinasi, mampu mengantarkan seorang Adhika Nararya Wicaksana ke dalam perjalanannya menulis sebuah novel. Baginya, menulis adalah bentuk perwujudan dari berbagai kegemarannya yang berhasil ia jadikan sebuah karya yang bisa dinikmati oleh banyak orang. Dirinya adalah seorang lulusan S1 Universitas Indonesia, jurusan Antropologi dan juga lulusan S2 dari Escuela Universitaria Real Madrid, Spanyol, jurusan Sports Management. Bukan mainnya, hal itu sangat berbeda jauh dengan apa yang dia amini saat ini untuk menjadi seorang penulis dari sebuah Novel. Tapi dia percaya bahewa suatu hari tulisan-tulisan yang telah dirinya buat sejak bangku SMP akan dijadikan sebuah buku.

Dalam karir menulisnya, dirinya akan merilis sebuah novel yang diberi judul “Atlanta”. Ini adalah novel pertama yang dirilis oleh dirinya. Sebuah tulisan yang telah lama dibuat oleh dirinya. Novel ini sendiri terinspirasi oleh kegelisahan dair beberapa sahabatnya yang akan atau telah ditinggal oleh orang tua mereka. Lewat novel ini, dia ingin menyampaikan pesan akan pentingnya sosok orang tua meskipun kondisi keluarga tersebut belum bisa digolongkan keluarga yang sempurna.

Sebenarnya, Atlanta sudah pernah dirilis oleh Adhika pada bulan Maret 2019. Namun dikarenakan waktu yang tidak bersahabat, serta kesibukannya dalam menempuh pendidikan paska-sarjana di luar negeri, dirinya tidak mempunyai waktu untuk bisa mempublikasikan tentang kehadiran buku ini ke khalayak luas. Sepulang dirinya di Jakarta, lantas dia berkomitmen untuk menjadikan novel Atlanta sebagai gerbang pembuka ruang diskusi tentang orang tua dan anak yang lebih baik dan terbuka. Ruang diskusi tersebut akan dinamakan “atl”. yang berarti “about the love, about tough life”

Atlanta akan dirilis kembali pada tanggal 18 April 2020 dengan konsep yang terbaru, serta sekaligus momen perkenalan ruang diskusi atl. yang akan hadir di Spotify, Instagram, Facebook, dan YouTube. Ia berharap, pesan tentang ‘keluarga adalah tempat untuk bercerita, keluarga bisa menjadi topik sebuah cerita” bisa tersampaikan dan tersalurkan kepada semua kalangan dan pembaca.

“atl.” sendiri adalah sebuah platform atau wadah dalam bentuk digital yang akan membahas tentang keluarga, khususnya tentang problematika yang terjadi antara ayah-ibu dan anak. Maksud dan tujuannya adalah dirinya ingin menyediakan ruang diskusi interaktif baik dalam bentuk podcast maupun forum group discussion. Platform yang hadir melalui Spotify, YouTube, Instagram, dan Facebook ini adalah hasil dari buah kegelisahan mereka dari beberapa kawan atau saudara yang menderita depresi, ketakutan, dan kecemasan yang dikarenakan adanya masalah di dalam keluarganya yang mereka tidak bisa ungkapkan langsung kepada kedua orang tuanya. Mereka yang tidak mampu menyampaikannya cenderung menutup diri dan memendam masalahnya sendiri, sampai akhirnya meledak dan menderita gangguan mental.

“Kami menyadari bahwa beberapa dari kawan atau sahabat kami tidak tahu harus menyampaikan keluh kesahnya ke siapa atau ditangani oleh siapa. Kalau pun mereka tahu, mereka cenderung untuk menutupinya, seolah-olah tak terjadi apa-apa. Melalui “atl.” yang berarti “about the love, about tough life”, kami mencoba memberikan ruang kepada mereka untuk bisa saling berdiskusi satu sama lain dengan berbagai macam topik yang ada di keluarga, setidaknya untuk berbagi rasa dan meringankan beban. Memang bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan, tetapi sudah waktunya untuk memulai membahas ke ranah diskusi terbuka.” ” Tutur Adhika.

“atl.” sendiri diciptakan oleh dua pemuda yang mempunyai satu visi dan misi. Yang pertama dan pencetus utama dari platform ini adalah Adhika Nararya Wicaksana. Yang kedua adalah Gilang Ramadhan, seorang sahabat karib bagi Adhika.

“Bagi kami, “atl.” mempunyai misi untuk membantu mempermudah komunikasi di dalam keluarga, antar keluarga, atau antar anak dan orang tua yang lain. Kami tidak mencari mana yang benar atau salah. Kami hanya memfasilitasi setiap keluarga yang mempunyai masalah untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat dengan cara yang kami berikan. Dalam jangka panjang, kami ingin menciptakan ‘rumah’ untuk berkumpul bagi mereka yang sedang mempunyai masalah dan butuh tempat untuk bercerita dan meringankan rasa amarah yang dipendam. ‘rumah’ ini diciptakan baik dalam bentuk nyata maupun dalam bentuk aplikasi digital. Harapan kami, “atl.” bisa menolong dan membantu setiap permasalahan keluarga, demi mencegah adanya perasaan kecemasan, ketakutan, dan depresi hanya karena masalah yang diderita setiap anggota keluarga.” Tutup Adhika.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Adhika Nararya W

Refleksikan Sejarah Lewat Seni, Pameran "Daulat dan Ikhtiar" Resmi Digelar

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta mengadakan sebuah pameran temporer bertajuk “Daulat dan Ikhtiar: Memaknai Serangan Umum 1 Maret 1949 Melalui Seni”. Pameran ini sendiri akan mengambil waktu satu bulan pelaksanaan, yakni...

Keep Reading

Ramaikan Fraksi Epos, Kolektif Seni YaPs Gelar Pameran Neodalan: Tilem Kesange

Seni tetap menjadi salah satu jawaban untuk menghidupkan dan menghangatkan kembali keadaan di masa pandemi. Untuk itu dengan gerakan gotong royong dalam ruang seni baur Fraksi Epos mengajak kolektif seni...

Keep Reading

Nada Siasat: Pekan Pertama Februari

Sampailah kita di penghujung pekan pertama bulan Februari. Harapan-harapan terus tumbuh di tengah situasi yang belum membaik sepenuhnya. Meskipun situasi masih belum jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya, namun para musisi...

Keep Reading

Seniman Roby Dwi Antono Gelar Tiga Pameran Sekaligus di Jepang

Seniman Indonesia yang satu ini memang kerap membuat pameran di luar negeri. Lewat karya-karyanya yang memukau, nama Roby Dwi Antono kian dikenal oleh para pelaku mau pun kolektor seni Internasional....

Keep Reading