Soroti Hak Perempuan, Voice of Baceprot Rilis [NOT] PUBLIC PROPERTY

Saban tahun di tanggal 8 Maret menjadi momentum untuk merayakan Hari Perempuan Sedunia, dan momentum itu pula seringkali digunakan untuk menyuarakan hak dan gerakan perempuan agar gaungnya lebih besar. Berbagai medium pun digunakan, salah satunya musik.

Bertepatan dengan momentum Hari Perempuan Sedunia (08/3), trio nu-metal Voice of Baceprot kembali melepas sebuah nomor tunggal bertajuk [NOT] PUBLIC PROPERTY], sebuah lagu baru untuk memberdayakan perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia.

Dalam single teranyarnya ini Voice of Baceprot yang dihuni oleh Firdda Kurna (vokal, gitar), Widi Rahmawati (bass), dan Euis Siti Aisyah (drum) hendak mengeksplorasi hak atas otonomi tubuh -hak yang sering kali dikesampingkan, terutama dalam kasus perempuan.

“ Lagu ini memuat tema yang mendorong perempuan untuk lebih berani,” kata Firdda Kurnia dalam jumpa pers virtual #YukBukaSuara bersama Google (7/03).

Ini adalah lagu pertama yang ditulis oleh anggota VOB tanpa bantuan mentor dan mantan guru mereka Abah Erza, yang berperan penting dalam mendorong pembentukan band. Dimulai dengan menampilkan cover dari idola mereka, Voice of Baceprot telah mengembangkan suara mereka sendiri yang menggabungkan berbagai pengaruh mereka, mulai dari rock, rap-rock dan funk rock hingga nu-metal dan funk metal, menyatukan mereka menjadi gaya musik rock yang unik. dengan riff gitar virtuoso dan vokal yang khas dari vokalis Firdda, dentuman keras Siti, dan besutan bass yang solid khas Widi.

Firdda juga menceritakan, dia, Widi, dan Siti tumbuh dari berbagai macam persepsi. Sejak awal bertekad menjadi musisi, mereka menghadapi banyak rintangan dari keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Terlebih mereka bukan berasal dari keluarga yang bergelut di bidang musik.

“Yang paling banyak menyuruh kami berhenti bermain musik yang keras dengan penampilan berhijab,” kata Marsya. “Mereka bilang, ‘kalo begini aliran musiknya, lepas hijabnya’, ‘fokus di rumah saja, enggak usah keluar’, dan banyak lagi. Itu sudah menjadi makanan sehari-hari kami.”

Berbagai kritik dan saran yang mereka dengar dari keluarga dan lingkungan sekitar turut menggembleng mental agar semakin kuat. “Kalau dari keluarga, ada yang bilang ‘mau jadi apa bawa-bawa gitar’, ‘masak menyanyi seperti itu?’,” ujar Masya.

Sementara masyarakat di sekitar tempat tinggal menganggap mereka menyebarkan pengaruh buruk sampai meneror yang menyerang fisik.

“Kami jalan terus. Sebab kalau kami berhenti, itulah yang mereka mau,” ujar Marsya.

Setelah membulatkan tekad untuk menjadi musisi rock/metal, yakin pada kemampuan diri, mereka bertiga memutuskan keluar dari rumah dan serius meniti karier sebagai seniman.

Marsya juga mengungkapkan, Voice of Baceprot kerap diundang sekadar untuk mendatangkan massa.

“Karena kami perempuan, berhijab, dan bergelut di musik rock. Sementara sebagian besar yang datang adalah pria, gondrong, bertato, dan segala macam,” ujarnya.

“Ini kesempatan VoB untuk menunjukkan kemampuan dan menyampaikan pesan lewat musik.”

Selain dirilis dalam format audio, nomor [NOT] PUBLIC PROPERTY juga dikemas ke dalam sebuah video musik melalui kanal WOW Global, sebuah kanal yang yang kerap menyoroti hak-hak perempuan di seluruh dunia. Video musiknya sudah bisa kalian simak di bawah ini.

Teks: Novi Anggraeni
Editor: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Voice of Baceprot

Penanda 17 Tahun GBS Berkarir

Gugun Blues Shelter kembali merilis single kedua setelah sebelumnya pada pertengahan tahun 2022 mereka merilis single Jingga. Kali ini, trio Gugun, Bowie & Fajar melepas Down & Dirty seperti yang...

Keep Reading

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading