Solidaritas Untuk Saung Angklung Udjo

Pandemi yang sudah terjadi sejak tahun lalu membuat keadaan  dari hari ke hari semakin sulit. Segala sektor mengalami penurunan drastis, entah itu secara  pendapatan maupun secara produktivitas. Salah satu yang terimbas besar-besaran karena badai  penyakit bernama Covid-19 ini tentu adalah sektor hiburan, khususnya industri wisata dan bisnis pertunjukan musik. Tak terhitung sudah berapa banyak tempat wisata pertunjukan musik mengalami keterpurukan bahkan skenario terbutruknya adalah tempat tersebut harus ditutup karena tidak adanya biaya operasional sedangkan kebutuhan semakin menumpuk.

Di tengah keadaan  yang sepenuhnya belum membaik, baru-baru ini kabar kurang baik pun datang dari salah satu destinasi wisata musik di Bandung, Jawa Barat, yakni Saung Angklung Udjo. Tempat wisata yang sedianya kerap dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara ini harus menghentikan kegiatannya akibat pandemi Covid-19. Tempat wisata yang sudah terkenal sampai ke luar negeri ini diketahui memiliki banyak pekerja, mulai dari penari, pemusik hingga pengrajin angklung. Namun karena kondisi pandemi paa pekerja tersebut harus dirumahkan karena sepinya wisatawan. Dari sebanyak 600 pegawai yang biasa bekerja pada masa normal, kini hanya tersisa 40 orang yang masih bekerja.

Direktur Utama Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat mengatakan selama pandemi Covid-19, aktivitas bisnis pariwisata di Saung Angklung Udjo yang berada di Jalan Padasuka Atas, Kota Bandung, itu cukup terpuruk. Menurutnya tak jarang dalam satu pekan tempat itu hanya dikunjungi tak lebih dari 20 orang.

“Bahkan tamunya pernah ibu bapak dan anak kecil tiga orang kemudian pemain 30 orang,” kata Taufik (22/1/21) dikutip dari Tempo.

Untuk menyiasati kondisi sulit tersebut, terhitung sejak tahun 2020 kemarin sebuah kampanye bernama “Solidaritas Galang Dana Pelaku Seni Angklung Udjo” sudah digulirkan di laman Kitabisa.com. Lewat galang dana tersebut nantinya donasi yang terkumpul bakal disalurkan langsung untuk membantu kebutuhan pangan dan BLT para pelaku seni tradisional angklung, pengrajin angklung dan kru  operasional binaan Saung Angklung Udjo Foundation yang terdampak secara langsung oleh pandemi.

“para Pelaku Seni Angklung, Pengrajin Angklung dan seluruh kru yang tergabung dalam Keluarga Besar Saung Angklung Udjo merasakan dampak yang luar biasa, ratusan turis yang setiap harinya datang kini tak lagi hadir, aktifitas keseharian kami dalam mempertontokan seni pertunjukan tradisional terhenti total,” tulis Saung Angklung Udjo (SAU) Foundation dalam Kitabisa.com “437 siswa didik binaan kami, 16 kelompok pengrajin angklung dan seluruh kru operasional Saung Angklung Udjo biasa beraktifitas keseharian bersama kami, kini tidak lagi berkegiatan sehingga mereka kehilangan mata pencahariannya” lanjutnya

Sejauh ini sudah ada seribu lebih donatur yang bergabung dalam  kampanye ini. Masih ada waktu tersisa 6 hari,  jika kalian tergerak hari untuk turut bersolidaritas, kalian bisa langsung mengakses lamannya di sini.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari berbagai sumber

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading