Sisi Melankolis Jordi Farhansyah

Salah satu pentolan grup musik bernama Derau, yaitu Jordi Farhansyah, resmi meluncurkan single perdana bertajuk “Ghost” pada 3 Januari 2020 lalu. Lagu tersebut dirilis sekaligus menjadi sebuah perkenalan kepada publik tentang proyek solonya yang akan mengexplorasi sisi-sisi personal dari penyanyi tersebut.

Di proyek ini, ia merasa lebih “jujur” dalam mengekspresikan diri, baik dari segi lirik maupun komposisi musik. Termasuk juga pada tembang “Ghost”, buat Jordi lagu ini sangatlah personal.

“Saya bisa berbicara apapun yang saya inginkan di sini. Saya bisa mengekspresikan semua aspek yang ada di dalam diri saya. Mau mengungkapkan kebahagiaan atau saat berada di kondisi lemah sekalipun, itu keputusan saya di proyek ini,” ujarnya

Sisi personal juga didapat dari proses produksinya, karena Jordi menggunakan kamar pribadinya untuk mengeksekusi rekaman lagu “Ghost”. Kemudian, proses mixing dan mastering ia percayakan kepada Muchammad Nur Wibowo (Wibi), teman dekat yang selalu membantu proyek musiknya sejak kuliah.

“Sejak Derau merekam demo hingga mini album beberapa tahun lalu, saya selalu mempercayakan proses mixing dan mastering sama Wibi. Untuk beberapa proyek musik iseng lainnya pun saya sering minta bantuan dia untuk sekadar tukar pikiran. Mungkin karena memang Wibi satu frekuensi sama saya dan bisa mengaplikasikan apa yang saya maksud ke dalam lagu ini,” kata Jordi.

“Ghost” sendiri akan menceritakan kegelisahan seseorang ketika dirinya harus berpisah dengan masa lalu. Pada lagu ini, Jordi mencoba mengekspos perasaannya dengan lebih terbuka hingga ke titik yang paling melankolis.

“Saat seseorang patah hati, menurut saya ia kerap dihantui oleh bayangan orang yang ia cintai di masa lalu. Buat saya, lagu ini sangat cocok menggambarkan kondisi tersebut karena menangkap apa yang pernah saya rasakan ketika dihantui oleh bayangan orang yang pernah saya cintai. In reality, the ‘version’ of her that I loved back then has gone,” tambahnya.

Secara musik, Jordi juga berusaha membuat lagu ini sesederhana mungkin. Ia terinspirasi oleh beberapa musisi seperti Julien Baker dan Mike Kinsella dalam menciptakan lagu yang sederhana, lirik yang sifatnya personal, serta minim instrumen.

“Ghost” dirilis secara digital dan sudah dapat didengar di berbagai layanan streaming musik seperti Spotify, Apple Music, dan Deezer.

Teks: Rizki Firmansyah
Visual: Arsip Jordi Farhansyah

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading