Sisi Lain Wendra dari Murphy Radio

Sempat menghebohkan publik musik di beberapa tahun belakang dengan permainan musik dan keahliannya dalam bergitar, kini, Wendra si pemain gitar dari Murphy Radio mencoba untuk melepaskan sisi lainnya yang bernama Unwell. Mungkin bagi sebagian orang, keputusan Wendra untuk membuat proyek musik baru begitu egois. Tapi, bagi yang senang dengan musik, hal ini sangat wajar terjadi di mana-mana. Memang betul, kalau kita harus fokus di satu hal. Tapi itu bukan berarti kita tidak bisa bebas untuk berekspresi, apalagi untuk ego sendiri. Selagi tidak merugikan, sikat saja.

Nama Wendra bagi pegiat musik di Samarinda ataupun Balikpapan pasti sangat dikenal, terlebih lagi dia tidak hanya aktif bermusik bersama Murphy Radio. Menurut catatan, Wendra sering dan banyak membantu beberapa proyek musik yang ada di dua kota tersebut. Mulai dari menjadi personil, menulis lagu hingga terlibat dalam proses rekaman untuk musisi/band lain.

Untuk memperkenalkan dirinya sebagai Unwell, di penghujung bulan Februari ini dia merilis satu nomor yang jauh berbeda dari Murphy Radio. Judulnya adalah “Daylight”. Sejatinya, proyek solo ini sendiri sudah direncanakan dan ditulisnya sejak tahun 2018. Yang mana, ini adalah representasi musik-musik favorit dirinya di semasa remaja.

“Masih belum bisa move on dari lagu-lagu yang di dengar sejak SMP entah dari film atau soundtrack game seperti; Hoobastank, Puddle of Mudd, Stone Temple Pilots, 12 Stones, Staind, Seether, dan Swervedriver,” ujar Wendra mendekripsikan.

Di single perdana ini, dirinya mencoba untuk memvisualkan dan menceritakan banyak momen dan cerita di masa lampau. Selain itu, di sini dia juga mencoba untuk mengunjungi tempat yang tidak pernah ditujunya melalui imajinasi. Selain merilis dalam bentuk audio, lagu ini juga dibuatkan bentuk visualnya melalui videoklip berdurasi 3 menit 26 detik, hasil buah karya dirinya dan teman-teman dari Three AM Studio.

Untuk Murphy Radio sendiri, seperti band kebanyakan yang terdampak pandemi, panggungan sama sekali hampir tidak ada. Untung saja mereka sempat merilis double single di bulan Maret 2020 silam. Bukan mainnya, dalam perilisannya pun mereka mengeluarkannya tidak dalam bentuk audio, melainkan dalam bentuk video dan dirilis bertepatan dengan hari down syndrome sedunia yang selalu dirayakan pada tanggal 21 Maret.

“Autumn” dan “Sandy” adalah sebuah pandangan, pengalam mereka ketika melihat orang-orang yang memiliki kelebihan ini. Berbanding terbalik dengan yang biasanya dilakukan oleh beberapa orang, ketimbang memberikan rasa kasihan dan menulis musik mellow, mereka malah menghadirkan musik yang penuh semangat. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan citra kepada penonton bahwa dalam kondisi berbeda orang-orang yang memiliki kelebihan ini juga mampu melakukan hal yang sama, bahkan bisa lebih, karena mereka dapat melihat cerita dan warna mereka sendiri.

Unwell juga dijadwalkan akan merilis EP dalam waktu dekat, dengan single “Daylight” yang didapuk sebagai lagu pembuka. Sambil menantikan EP pertama Unwell, mari simak videoklip “Daylight” di bawah.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Unwell

Siap-siap Mocca Friends! KelasMocca Akan Berlanjut di Tangsel

Tangerang Selatan dipilih untuk memulai KelasMocca, tepatnya di Kandank Jurank Creative Park sebuah ruang alam terbuka yang cocok untuk bermain dan belajar.

Keep Reading

The Saltfish yang Mengajak Pendengar Memikirkan Kembali Siklus Hidup

Wabah virus Corona adalah fenomena global yang kian meresahkan. Indonesia pun juga merasakan dan terkena dampak dari penyebaran virus ini. Virus bermutasi ke dalam berbagai varian, yang terakhir adalah varian...

Keep Reading

Betapa Indahnya Bayangan Masa Kecil di Lagu Terbaru re:NAN

Ketika masih kecil, selalu menyenangkan membayangkan kehidupan orang-orang dewasa, di mana menjadi dewasa artinya sudah bebas menentukan pilihan hidup, mendapatkan uang secara mandiri, bebas berkegiatan bersama teman, dan lain sebagainya....

Keep Reading

Unbox Industries Rilis Figur Horor Karya Klasik Junji Ito

Berbicara tentang manga bergenre horor seketika ingatan kita akan dibawa kepada salah satu nama mangaka terkenal asal Jepang, siapa lagi kalau bukan Junji Ito. Lewat karya-karyanya seakan-akan kita dibawa ke...

Keep Reading