Silaturahim Ala KosongKosong Festival

Budaya bersilaturahim Idul Fitri yang biasanya hanya seputar opor ayam, ketupat dan minuman bersoda, diubah total menjadi sebuah festival musik oleh para pekerja kreatif di Pontianak. Namanya KosongKosongFestival, telah berlangsung sejak tahun 2005 hingga sekarang. Tujuan utamanya adalah untuk berkumpul dan bersilaturahim, maknanya adalah kembali dari nol, memaafkan segala kesalahan. Di awal pergerakannya, event ini hanyalah sebuah acara kumpul-kumpul biasa bagi para musisi asal Pontianak yang merantau jauh dari rumah mereka.

Karena faktor kebiasaan yang sudah mendarah daging, event ini tak pelak menjadi besar dan sudah menjadi event bagi siapa saja. Pertumbuhan pengunjung yang datang pun tiap tahun selalu bertambah. Di tahun ini saja tercatat ada 3.000 pengunjung yang memadati area Museum Kalimantan Barat, tempat acara ini berlangsung. Ada 4 panggung disiapkan untuk 34 pengisi acara yang tampil, semuanya berasal dari Kalimantan Barat. Diantaranya ada Abe (Semenjana), Alzera, Anonym, Before Midnight, Cabik, Circafaith, Gypsy Boots dan banyak lainnya. Yang menarik juga, ada satu pengisi acara yang berasal dari Kuching, Malaysia. Yaitu Razak Aái.

Festival yang selalu diadakan beberapa hari setelah Lebaran ini selain menjadi ajang kumpul musisi, juga menjadi ajang para komunitas untuk pamer beragam kreasi milik mereka. Salah satunya adalah pameran foto stage dari kawanan Stage ID Pontianak.

“Ini menjadi event KosongKosong terbesar & termegah selama 15 tahun ini. Harapannya event ini menjadi wadah berkumpul semua orang, dan tiap tahunnya makin besar dan makin diterima lebih banyak orang lagi,” jelas Endruw, ketua pelaksana festival ini.

Event yang dimulai dari sore hingga malam ini menyajikan pengisi acara dengan beragam warna, mulai dari pop, rock, RnB, bahkan dangdut. Walaupun dimulai sejak sore, tidak menyurutkan orang-orang untuk hadir dari awal hingga malam hari. (*)

 

Teks: Adjust Purwatama
Foto: Arsip KosongKosong Festival

Program Menarik Bernama Women Composser Weekend

Merayakan Hari Perempuan Internasional yang jatuh di tanggal 8 Maret lalu, untuk pertama kalinya, Yayasan Bandung Philharmonic berkolaborasi dengan Komunitas Perempuan Komponis: Forum & Lab untuk meluncurkan dua program webinar...

Keep Reading

Libatkan Seniman Lokal, SOCA Wheels Luncurkan Program Luring SOCA Spinning Wheels Vol.1

Tak bisa dipungkiri, pandemi yang sudah terjadi selama lebih dari dua tahun ini sudah berhasil membuat repot semua lini, termasuk lini hiburan. Selama dua tahun itu pula kita disuguhi dengan...

Keep Reading

Bandcamp Resmi Bergabung dengan Epic Games

Bagi yang menggandrungi musik, tentu gak bakal asing dengan platform pemutar musik digital bernama Bandcamp. Dengan adanya platform tersebut para musisi bisa dengan mudah mendistribusikan karyanya, lewat platform itu pula...

Keep Reading

Sandal Jepit Swallow yang Berevolusi Menjadi Sepatu

Untuk rilisannya sendiri, sneaker unik ini hadir dalam 4 series warna, yakni tersedia dalam warna merah-putih, hijau-putih, hitam-putih, dan biru-putih. Warna-warna yang khas dengan sandal jepit yang biasa kita pakai sehari-hari. Keempat series ini dibanderol dengan harga 129.900 dan tersedia dengan ukuran 37-44.

Keep Reading