Siklus Hidup di Dua Nomor Karya Teranyar Jangar

Usai melepas nomor tunggal bertajuk “Rijang” di bulan Agustus lalu, kini di bulan November (12/11) Jangar kembali meluncurkan karya terbarunya. Kuartet heavy rock asal pulau Dewata tersebut telah merilis maxi-single yang berisi nomor “Kali” dan “Samsara”. Seperti biasa, Jangar membuka kedua masing-masing lagu itu dengan distorsi gitar yang terdengar berat, dan kemudian disiram dengan lirik yang terasa kontemplatif sekaligus.

Lewat lagunya ini, unit yang diisi oleh Dewa Adi Sanjaya (gitar), Pasek Darmawaysya (drum), Rai Biomantara (bass), dan Gusten Keniten (vokal) ini hendak membicarakan persoalan sebab dan akibat dalam siklus kehidupan yang terus berputar, dan tak jarang kita terjebak di dalamnya.

Kali dan Samsara adalah catatan, tentang keberadaan kita manusia dalam sebuah budaya dalam ruang semesta. Kita berada di era kaliyuga, sebuah akhir zaman, dimana dosa bukan lagi hal tabu dan untuk berbuat baik kita masih berpikir. Hal ini menjadi jebakan, jebakan waktu, dimana karma phala akan membuat kita terlahir lagi dan lagi untuk menebusnya. Perputarannya seperti hari ini dan esok hari, kesalahan kita hari ini akan kita bayar di esok hari,” jelas sang vokalis, Gusten.

Dari sisi produksi, kali ini Jangar dibantu oleh musisi Anda Perdana sebagai pengarah vokal. Tak cukup di sana, untuk nomor “Samsara” Jangar pun berhasil melibatkan Bonita yang tak lain adalah adik Anda Perdana sebagai penyanyi tamu. Materi lagu pun semakin berwarna.

“Selain itu Bonita juga punya karakter yang sangat kuat, dengan begitu makna musik dari Samsara lebih terasa besar energinya,” lanjut Gusten.

Melalui siar pers yang diterima, selain dari karakter suaranya yang khas, pemilihan nama Anda dan Bonita sendiri didasari atas rasa hormat Jangar kepada mereka berdua untuk dedikasinya di dunia musik.

             Baca juga: Api Semangat Jangar dalam Single Teranyar, “Rijang”

Selain lagu, unit artwork yang melengkapi Kali dan Samsara juga patut diapresiasi. Ia adalah Agustinus Timbool, seniman Bali yang membuatnya dari material daun praksok yang direndam dalam air mengalir selama 30 hari sehingga menjadi serat yang siap diolah untuk membuat kertas. Daun praksok atau yang biasa orang kenal dengan daun pandan Bali ini biasanya dipakai untuk material rambut barong. Lantas kemudian Agustinus melukiskannya dengan tinta warna dari tumbuhan dan juga cat akrilik dengan menginterpretasikan makna dari Kali dan Samsara.

Nomor “Kali” dan “Samsara” kini sudah tersedia secara streaming dipelbagai kanal digital favorit kalian. Kabarnya lagu combo ini juga bakal dirilis dalam format kaset pita melalui label Berita Angkasa.

Untuk merayakan perilisan, jika kalian sedang dan atau hendak mengunjungi Bali, Jangar juga meneyelenggarakan pesta perilisan yang dikemas dengan acara perkemahan di Bali dengan tajuk acara PERSAMI. Selain Jangar akan tampil juga sederet musisi lain dari Berita Angkasa seperti Morad, Anda Perdana, dan Madness on tha Block. Informasi acara ini dapat diakses di Instagram @jangar_official.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh JANGAR (@jangar_official)

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Jangar

Cara Retlehs Tuangkan Keresahan Sang Pembetot Bas

Retlehs (nama yang cukup njelimet untuk dieja dan disebutkan) telah merilis sebuah nomor dengan judul “Matahari” pada Senin (29/11) dengan bantuan Sinjitos Collective. Lirik dari nomor tersebut diangkat dari masalah...

Keep Reading

Libido Bermusik Muto dalam EP Debut

“Dalam proses penciptaan lagu-lagu Muto, kata ‘yeah yeah yeah‘ juga merupakan ekspresi kepuasan mereka terhadap lagu-lagu yang mereka ciptakan; seperti merasakan nikmatnya masturbasi,” jelas keterangan pers yang dikirimkan Muto mengenai...

Keep Reading

Urban Sneaker Society Akhirnya Kembali Secara Luring

Kabar gembira bagi para fesyen enthusiast, Urban Sneaker Society 2021, event Sneakers tahunan yang diadakan USS Networks sejak 2017, kembali hadir secara offline di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal...

Keep Reading

Nuansa Abad Pertengahan Progresif di Karya Baru Tara Sivach

Tara Sivach merupakan seorang solois asal Jakarta yang mencoba masuk dalam ranah goth. Dengan nuansa abad pertengahan kelam khas gotik yang dicampur dengan rok semiprogresif dan gaya vokal klasik, ia mencoba...

Keep Reading