Sharkbite dan Album Kedua yang Lebih Berbeda

Dunia memang sedang tak baik-baik saja akibat adanya Covid-19 yang menyebar. Tapi bukan berarti kita hanya diam saja dan menyerah dengan keadaan. Segala hal baik harus terus digalakan demi kehidupan yang lebih baik untuk di masa akan datang. Apapun bentuknya, asal mampu memberikan harapan baru, harus segera dilakukan. Pandemi yang ada, mau tak mau ternyata membawa perubahan yang sangat besar bagi banyak kehidupan. Semua orang terus mencari cara agar bisa bertahan hidup, segala bentuk kreativitas terus dilakukan. Hal itu juga berlaku untuk para musisi. Mereka terus berkarya di tengah geliat kondisi yang tidak bisa untuk menjalankan konser. Salah satu yang terus bergerilya datang dari kota Malang, mereka adalah Sharkbite.

Setelah sebelumnya merilis video klip dari lagu yang berjudul “Malignance”, yang dalam proses produksinya mereka masih bekerja sama dengan Maternal Disaster yang bertindak sebagai eksekutif produser, Disaster Records sebagai label rekaman, dan Elora pictures sebagai produser video. Kini akhirnya mereka kembali dengan kekuatan penuh, yang dibuktikan dalam perilisan album kedua bertajuk “Relocate The Fate” yang dirilis oleh label Disaster Records per hari ini.

Sedikit melirik ke masa lalu, proses dari adanya sosok executive produser Sharkbite yaitu Rizky Sandiaribaya (owner distortionmerch & gr8day music) yang juga pernah merilis karya-karya Sharkbite sebelumnya, berhasil menawarkan dan menjalin kerja sama dengan Disaster Records di bulan Mei 2019 lalu. Dari sana, cerita baru pun dimulai untuk kedua belah pihak, yang terjadi setelah pertemuan dari Bogi (Drummer Sharkbite) dan tim dari Disaster Records di markas besar Maternal Disaster di Bandung pada Juni 2019.

“Di HQ Maternal saya, Mas Mano, Mas Odi dan Mas Vidi banyak berbincang tentang dealing project Sharkbite ke depan, mulai dari membahas materi lagu hingga cara mengemas album ‘Relocate The Fate’ ini. Tak berhenti sampai di situ, kami berempat juga berdiskusi tentang promo atau bisa disebut kampanye yang efektif di era sekarang.”  Jelas Bogi (drummer sekaligus pemimpin laju Sharkbite).

Album Relocate the Fate - Sharkbite

Buat kalian yang sudah mengikuti band ini sejak tahun 2009 silam, pasti hafal betul dengan jenis musik dan nuansa yang mereka mainkan selama kurun waktu 10 tahun ini. Nah, di album terbaru ini, Sharkbite secara lugas menghadirkan rasa yang sangat jauh berbeda dari beberapa album yang telah mereka rilis sebelumnya. Jika di banyak karya sebelumnya mereka seringkali menampilkan warna yang sangat tebal dan selalu menjadi senjata utama mereka , di album ini keganasan musik yang ada sangatlah memberikan efek kebaruan untuk kalian yang sangat senang dengan musik sejenis. Scream tajam, ritme bertaburkan groove lebih, suara gitar bright, serta sedikit balutan dari nu-metal, tentu menjadi  perbedaan utama di dalam album “Relocate The Fate” ini. Band yang berpersonilkan Rizky Ananda (vokal), Bogi Satya (drum), Nando Pamungkas (gitar), dan Santonio August (bass) ini mencoba memberikan bumbu serta racikan baru untuk musik Sharkbite yang ada sekarang.

“Jika digali lebih dalam, Sharkbite tidak ingin karyanya hanya dinikmati oleh kalangan pecinta musik hardcore saja. Kali ini kami sangat jelas meng-explore musik kami sedemikian rupa. Dengan adanya album ini, harapannya orang yang belum sama sekali mendengarkan music Sharkbite bisa menikmati musik yang kami buat sekarang, jujur kami ingin range audience kami lebih luas lagi sih.” Ungkap Bogi.

Sembilan materi di album penuh kedua ini, Sharkbite mengajak para pendengar musik keras untuk mengetahui kegeraman banyak masyarakat kepada fenomena sosial yang terjadi di era modern ini. Salah satu contoh kecil adalah masih tidak adanya keadilan di sekeliling peradaban manusia. Tidak berhenti disitu, album ‘Relocate The Fate’ mencoba untuk membangkitkan semangat manusia agar optimis untuk mencapai harapan serta mimpi yang akan diraih. 

“Bisa dibilang, negara kita tercinta ini sekarang sekarang sedang menuju fase ‘new normal’, kali ini Sharkbite pun sedang meraih fase The New Sharkbite.” Terang mereka.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Sharkbite

Efek Rumah Kaca Bawakan Ulang Lagu Candra Darusman

Candra Darusman, Signature Music Indonesia dan demajors merilis album kompilasi yang menampilkan karya-karya Candra Darusman: seorang musisi, pencipta lagu, penyanyi dan pemerhati hak cipta Indonesia. Kompilasi ini mengedepankan Efek Rumah...

Keep Reading

Ketika BLCKHWK Gambarkan Sisi Alami Sifat Manusia

Di awal tahun 2022 ini, BLCKHWK telah melepas album debutnya bertajuk Decomposing Rotting Flesh. Untuk memperpanjang nafas album, baru-baru ini unit yang dihuni oleh Arison Manalu (vokal),  Billy Rizki (gitar),...

Keep Reading

Karya Baru dan Rangkaian Tur Musik Isman Saurus

Di sekitar akhir 2021 lalu, solis asal Lumajang Jawa Timur, Ismam Surus telah melepas album penuh bertajuk Orang Desa. Sebagai rangkaiannya, di tanggal 24 Maret lalu ia telah melepas sebuah...

Keep Reading

Nuansa Anime di Karya Terbaru Moon Beams

Inspirasi untuk membentuk sebuah band bisa datang darimana saja, termasuk dari sebuah  anime. Jika kalian pernah menonton anime lawas berjudul BECK tentu tak akan asing dengan original soundtrack-nya bertajuk Moon...

Keep Reading