Seteru Dibalik Film Biopik David Bowie

Mengangkat musisi besar ke dalam sebuah film kerap menuai banyak perhatian. Tak jarang seorang sutradara maupun aktor utama dalam film tersebut kena imbas karena karya yang mereka buat tak sesuai dengan ekspektasi pasar, katakan lah penonton, terlebih dalam sebuah film biografi yang mengadaptasi kehidupan seorang figur besar. Di tahun 2020 kemarin, sebuah film bertajuk “Stardust” telah dirilis, dimana film tersebut mengangkat kisah musisi David Bowie.

Namun dalam proses pembuatan film ‘Stardust’ tenyata disertai pula dengan sejumlah hambatan besar. Terutama film tersebut gagal mendapatkan izin dari keluarga Bowie. Di awal-awal proses penggarapan film, pada Januari 2019 lalu, putra Bowie, Duncan Jones, yang juga seorang sutradara, melalui Twitter-nya ia mengonfirmasi bahwa keluarga Bowie tidak mendukung film tersebut yang berakhir pada tak boleh digunakannya musik orisinil David Bowie untuk memperkaya film tersebut.

“Film ini tidak akan memuat musik Ayah di dalamnya, & saya tidak bisa membayangkan perubahan itu,” tulisnya saat itu. “Jika Anda ingin melihat film biografi tanpa musiknya atau restu keluarga, itu terserah penonton.”

Namun meskipun demikian, setelah gagal mendapatkan hak atas materi Bowie, pihak produksi akhirnya memilih untuk menggunakan musik asli yang ditulis oleh Johnny Flynn (aktor yang memerankan David Bowie).  “Saya tidak berpikir itu omong kosong, tapi saya tahu itu tidak harus menjadi lagu yang brilian,” Flynn mengakui menulis lagu asli untuk film tersebut. “Dia memiliki perasaan gagal, dia ingin menjadi orang lain dan belum menemukan cara untuk memanfaatkannya. Jadi saya mencoba menulis lagu ini saat Bowie merobek Lou Reed. ”

Pada dasarnya film Stardust mengisahkan tentang perjalanan pertama Bowie yang berusia 24 tahun ke Amerika. Pengalamannya tersebut bergulat dengan identitas artistiknya dan peristiwa yang membentuk penciptaan alter-ego paling ikoniknya, yakni sosok Ziggy Stardust. Gabriel Range, sutradara film, mengatakan bahwa  Stardust bukanlah film biografi, melainkan “film tentang apa yang membuat seseorang menjadi seniman; apa yang sebenarnya mendorong mereka untuk membuat karya seni”

“Seseorang itu adalah David Bowie, pria yang biasa kita pikirkan sebagai bintangnya, atau sebagai salah satu alter ego-nya: Ziggy Stardust; Aladdin Zane; Duke Putih Tipis, ” jelasnya dikutip dari CoS. “Seseorang yang hanya pernah saya lihat dari jarak yang sangat jauh, di balik topeng; kehadiran alien yang seperti dewa. Bahkan dalam kematian koreografinya yang sempurna, dia tidak tampak seperti manusia biasa. ”

Dalam wawancara terbaru dengan  siniar Sky News ‘Backstage Podcast,  Johnny Flynn telah membela film biografi tersebut, sambil menggali sederet film dokumenter musik ia mengatakan  “Saya pikir Anda dapat berargumen bahwa cerita yang diceritakan dengan kerja sama yang terlibat dari sebuah estate akan berarti bahwa itu menjadi versi cerita yang homogen, sedikit, semacam ditekan, dan dengan segala hormat kepada pihak estate dan keluarga Bowie, kami hanya ingin bisa menceritakan kisah yang ingin kami ceritakan, ” kata Flynn

Meskipun disisi cerita yang diangkat dalam film “Stardust” cukup menarik, yakni mencoba menggali identitas Bowie diumur yang rentan depresi sampai menemukan kehidupan artistiknya melalui alter-ego Ziggy Stardust. Namun tetap saja film tersebut telah gagal memuaskan harapan penonton, termasuk Johnny Flynn yang sama sekali tak menjiwai kehidupan Bowie.

Teks: Dicki Lukmana

Visual: Arsip dari berbagai sumber

Fragmen Keinginan sheisjo di Nomor "OOE"

Solis asal Jakarta Chika Putri Bagaskara dengan moniker sheisjo telah melepas materi lagu berikutnya yang bertajuk “OOE” (15/08). Sedikit berbeda dari tiga single sebelumnya yang memiliki sound acoustic, “OOE” diracik...

Keep Reading

Inspirasi Film di Materi Teranyar Eastcape

Tahun 2021 lalu menjadi tahun yang bisa dibilang ‘manis’ bagi Eastcape karena di tahun tersebut mereka resmi memperkenalkan dirinya di kancah industri musik dengan menelurkan sebuah single dan Split EP...

Keep Reading

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading