Setelah Vaksin Ditemukan, Ticketmaster Buat Regulasi Baru

Sepanjang tahun 2020, industri pertunjukan musik telah terpukul dengan adanya pandemi. Kabar konser dibatalkan mau pun diundur sudah tak aneh terjadi. Mau gimana lagi, di tengah kebijakan pembatasan jarak fisik seluruh kegiatan yang berpotensi menciptakan kerumunan harus dengan terpaksa dihindari ataupun dihentikan. Dampaknya tak main-main, banyak sektor mengalami kerugian besar, salah satunya adalah perusahaan bernama Live Nation yang mengalami  kerugian sampai 98%.

Baru-baru perusahaan yang bersinggungan dengan industri hiburan, yakni Ticketmaster telah membuat regulasi baru yaitu membuat sebuah aturan dimana para pembeli tiket harus terlebih dahulu melakukan vaksinasi dan melakukan tes corona sekitar 14 hingga 27 jam sebelum konser. Ticketmaster juga akan bekerja sama dengan perusahaan informasi kesehatan seperti CLEAR Health Pass atau IBM’s Digital Health Pass dan penyedia pengujian dan distribusi vaksin seperti Labcorp dan CVS Minute Clinic.

“Kami sudah melihat banyak penyedia layanan kesehatan pihak ketiga bersiap untuk menangani pemeriksaan – apakah itu mendapatkan vaksin, menjalani tes, atau metode peninjauan dan persetujuan lainnya – yang kemudian dapat dihubungkan melalui tiket digital sehingga semua orang memasuki acara diverifikasi, ” kata presiden Ticketmaster, Mark Yovich dikutip dari Billboard.

“Tujuan Ticketmaster adalah memberikan fleksibilitas dan opsi yang cukup sehingga tempat dan penggemar memiliki banyak jalur untuk kembali ke acara, dan bekerja untuk membuat integrasi ke API kami dan teknologi tiket digital terkemuka karena kami akan mencari solusi terbaik berdasarkan ramah lingkungan,” lanjutnya.

Pembuatan aturan tersebut ternyata sejalan dengan ditemukannya vaksin COVID-19 yang digadang-gadang telah berhasil dan efektif sampai 90%. Seperti kita ketahui, pada September lalu Billboard telah menurunkan sebuah laporan yang cukup menyegarkan di tengah belum selesainya pandemi. Pasalnya harga saham untuk perusahaan yang bergerak di sektor pertunjukan musik telah melonjak tajam setelah tersiar kabar bahwa vaksin COVID-19 sudah ditemukan dan 90% efektif tanpa ada efek samping setelahnya. Vaksin tersebut dikembangkan oleh perusahaan Bioteknologi Pzifer dan BioNTech. Vaksin tersebut tidak menunjukan efek samping yang serius dalam uji cobanya kepada 43.538 peserta dari latara belakang ras dan etnis yang beragam.

Hanya berselang 30 menit setelah siaran pers Pfizer tentang hasil uji coba vaksinnya, saham perusahaan raksasa  Live Nation naik + 20,8% menjadi $ 67,73, Madison Square Garden Entertainment + 21,4% menjadi $ 84,44 dan promotor konser Jerman CTS Eventim + 23,5% menjadi $ 51,90. Indeks pasar di seluruh dunia naik pada hari Senin: di AS, Dow naik + 3,9% dan S&P 500 naik + 2,9%; Di Inggris, FTSE 100 adalah + 5,8%; dan Indeks RTS Rusia adalah + 5,3%.

Ihwal kerugian di industri hiburan, tahun ini Live Nation melaporkan pendapatan pada kuartal kedua selama kurun waktu  tahun 2020 yang turun sebesar 98% dibandingkan periode yang sama di tahun 2019. Mereka dalam keterangan resminya melaporkan kerugian operasi yang disesuaikan sebesar $ 431,9 juta dengan pendapatan bersih sebesar $ 74,1 juta pada kuartal kedua tahun 2020. Dengan pembatalan konser di seluruh dunia, divisi konser melaporkan pendapatan $ 141,8 juta berakhir menjadi 95% lebih rendah dari $ 2,64 miliar yang diperoleh di kuartal yang sama di 2019. Live Nation adalah sebuah perusahaan musik asal Amerika Serikat yang bergerak dalam bidang pertunjukan musik berupa konser-konser. Perusahaan ini dibentuk pada tahun 2005 dan saat ini berbasis di Beverly Hills, California. Perusahaan ini merupakan promotor konser terbesar di dunia dan telah memiliki banyak cabang di berbagai negara.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip Ticketmaster

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading

Meramu Crossover Hardcore Ke Tahap Terbaru

Dari Sidoarjo, unit Crossover Hardcore yang tergabung dalam Voorstad akhirnya merilis mini album terbaru dengan tajuk Self-titled melalui label Greedy Dust Records. Ini merupakan rilisan kedua Voorstad setelah pada awal...

Keep Reading

Penegasan Warna Terbaru I Punch Werewolf

Penegasan eksistensi I Punch Werewolf melalui video klip lagu terbaru dengan judul Broken. Unit ini terus menggebrak kancah musik dengan beragam rilisannya. Untuk lagu ini sendiri dibuat lebih mengayun, namun...

Keep Reading