Seri Kedua dari Kolaborasi TEAMUP dan Stereoflow

Bagi seorang seniman, berkarya adalah hal yang sangat memuaskan. Besar maupun kecil, semua memiliki arti tersendiri. Apalagi kalau karya cipta tersebut diapresiasi oleh orang banyak. Pastinya makin menambah semangat dalam diri. Hal ini pun berlaku bagi Adi Dharma, atau yang lebih dikenal dengan pseudonim Stereoflow. Bersama TEAMUP, dirinya membuat serangkaian seri mural yang diberi nama “Stereoflow ?Basketball Court Series”? di beberapa kota di Indonesia. ?Untuk seri perdana, keduanya melakukan mural di sebuah Lapangan Basket yang ada di Pamulang, Tangerang Selatan. Dan di seri keduanya ini, mereka berkunjung ke Wadezig Playground yang berlokasi di daerah kota Bandung. Proyek mural kedua ini sendiri juga mendapat dukungan dari Authenticity Silverspace.

Proyek berseri “Stereoflow Basketball Court Series” ini sendiri adalah sebuah program yang merubah sisi visual dari sebuah lapangan basket agar menjadi lebih keren dengan penambahan design mural di semua sisi lapangannya. Selain memperhatikan segi penampilan, proyek ini juga bertujuan untuk memperkenalkan secara lebih dekat kepada masyarakat tentang street culture di Indonesia. Stereoflow basketball court series kedua ini berkolaborasi dengan Wadezig yang merupakan sebuah clothing brand asli dari kota Bandung.

Di kota yang terkenal akan kesenian dan kreativitas anak mudanya ini, lapangan yang menjadi kanvas kedua dari stereoflow berlokasi di Wadezig! Playground, Jl. Permata Taman Sari, kota Bandung. Proses pengerjaan lapangan ini memakan waktu selama 4 hari, yang dimulai pada 18 November hingga 22 November 2020. Berbeda dari sebelumnya, tujuan Stereoflow membuat mural lapangan basket ini adalah untuk membuat kegiatan olahraga di Indonesia lebih hidup lagi dan juga menjadi inspirasi untuk masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri serta aspek-aspek lain dalam olahraga seperti teamwork.

“Ini adalah lapangan basket kedua dari basketball series kemarin dan dengan ?series ini, saya berharap bisa menghidupkan kegiatan olahraga terutama basket, yang bisa jadi inspirasi dan mengingatkan kita untuk ?teamwork ?di kehidupan sehari hari. Selain itu ini juga bisa mengangkat seni Graffiti sebagai sebuah platform untuk menyampaikan pesan dan karya,” jelas Stereoflow.

“Mural lapangan basket yang kedua ini berkolaborasi dengan Wadezig dengan latar belakang yang sangat unik karena sudah bertahun-tahun Wadezig men-?support ?skema grafiti dan street art yang ada di Indonesia termasuk dengan Stereoflow. Sehingga ini bukan kali pertama mereka melakukan kolaborasi, namun bisa dibilang bahwa ini merupakan ?project terbesar yang pernah mereka lakukan bersama-sama untuk perkembangan dunia grafiti dan ?street art yang ada di Indonesia agar lebih maju dan disukai oleh masyarakat,” kata Yudha selaku Co Founder TEAMUP.

Sebuah tim yang terdiri dari orang-orang yang penuh semangat yang ingin memberikan dampak positif bagi kancah seni visual Indonesia. Saat ini, peran mereka sendiri adalah sebagai sahabat seniman. Sebagai perusahaan yang berfokus pada pengelolaan bakat seniman visual dari Indonesia, TEAMUP banyak membantu artist untuk berkembang, memenuhi potensi maksimalnya, dan mencapai versi terbaiknya.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari TEAMUP

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading