Sepenggal Kesenangan di MV "ASA" Milik Coffternoon

Coffternoon merupakan salah satu yang masuk dalam tiga besar Video Tanpa Batas bersama IndieHome Borneo dan Prambanan Jazz Festival 2021. Unit pop asal Pontianak, Kalimantan Barat ini berhasil menduduki posisi tersebut karena klip video yang melengkapi nomor mereka yang dirilis 21 Agustus lalu, “ASA”.

“ASA” merupakan sebuah nomor yang memiliki sentuhan pop chill masa kini, seperti yang dipopulerkan oleh Boy Pablo dan Phum Viphurit melalui Youtube core. Yang berbeda dari Coffternoon adalah mereka lebih pop dibanding kedua artis tadi, vokal sang pentolan yang sekaligus seorang seniman drama panggung menjadi penanda ditambah isian biola. Isian biola itu juga penting karena menjadi pembeda, satu-satunya suara akustik, di tengah riuhnya bebunyian elektronis synth, gitar yang berbalut chorus, dan ketukan drum konstan. Ditambah dengan lirik ringan nan terdengar romantis, Coffternoon menjadi kombanasi pas untuk menembus telinga umum dengan mudah.

Coffternoon membalut nuansa tadi dengan sajian visual yang menyenangkan dan memanjakan mata. Video sederhana tersebut dibuka dengan seorang gadis yang melihat ke atas melalui sebuah teropong. Lalu visual disusul dengan aksi-aksi apa pun yang dilakukan para personel  Coffternoon di depan greenscreen. Aksi acak para personel pun dilengkapi dengan video latar yang sama random-nya, mulai dari lomba lari olimpiade, spanduk pecel lele, hingga video-video yang mungkin masuk dalam kompilasi “Top 10 Fail Bikin Ngakak”. Selain itu, mereka juga tidak malu-malu menunjukkan bahwa mereka ada di depan greenscreen, karena itu juga tidak menghilangkan kesan menyenangkan yang ingin mereka unjuk.

“‘ASA’ adalah cara kami menghibur diri dari apa-apa saja yang hilang dirampas pandemi. ‘ASA’ juga tentang bagaimana kami merawat mimpi bahwa setelah semua badai berhenti, kami, kita semua, akan kembali pada kehidupan yang semoga lebih baik lagi,” tulis mereka dalam deskripsi video.

“ASA” merupakan kelanjutan dari nomor tunggal mereka pada 2019, “Kau Tenanglah”. Sebelumnya, mereka juga sudah memiliki dua album “Berdikawan” (2019) dan “Tentang yang Tak Dikata” (2015). Dengan kemapanan pengalaman bermusik selama itu, posisi mereka di Video Tanpa Batas memang sungguh pantas.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Coffternoon

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading