Sentuhan Gitar Kotor dalam Nomor Debut Anarock

Anarock meluncurkan nomor debutnya yang berjudul “Brothel Queen”. Trio asal Surabaya tersebut mengemas kisah tentang seorang ratu rumah bordil dengan sentuhan gitar berdistorsi kotor.

Komposisi lagu ini cukup padat. Otja Iskandar (bas, vokal), Pri Asmoro (gitar), dan Ghalih Fadjar Subhakti (drum) hanya memasukkan bagian chorus ditambah sedikit interlud tanpa verse, sisanya hanya spoken words yang keluar dari mulut sang vokalis. “Tidak banyak basa-basi,” kata mereka dalam keterangan persnya.

Selain itu, sound gitar yang mereka pakai sungguh penuh dengan sentuhan fuzz yang membuat sektor ini terdengar begitu kotor. Anarock memang mengakui bahwa inspirasi mereka untuk sektor ini adalah “Z Eliminator Jr.” milik Sonic Youth, di samping Jack White dan Thurston Moore.

Seperti dibahas sebelumnya, lagu ini menceritakan tentang seorang ratu bordil, tepatnya kisah cinta tokoh tersebut dengan seorang preman kota metropolitan. Namun, ia tidak mencoba untuk tidak mengangkat sisi menjijikkan dari pekerjaan yang punya stigma kotor itu. Lirik fiksi yang ditulis oleh sang vokalis Otja ini nampak menyimpulkan sepotong kisah antara Maman Gendeng dan Dewi Ayu dari Cantik Itu Luka karangan Eka Kurniawan.

“Dianalogikan dengan sosok wanita yang dicintai oleh para lelaki hidung belang, memang terlihat kotor namun itu hanya luarnya saja. Apapun profesinya, perempuan tetap lah mahluk yang paling istimewa,” jelas Anarock tentang liriknya.

Anarock dibentuk oleh Otja dan Pri pertengahan tahun lalu. Melihat waktu dibentuknya, nama mereka akan terasa relevan, pengacakan suku kata corona ditambah k di akhir kata. Juli lalu, mereka mulai merekam beberapa karya mereka bersama solois sekampung halaman sekaligus gitaris dari Modernheads, Thomas Glaop. “Brothel Queen” sendiri merupakan salah satu dari tiga trek yang mereka rekam. Lagu ini menjadi jembatan mereka menuju album mini mendatang.

This song’s about the queen bitch that makes Johnny fucked up. It’s called ‘The Brothel Queen’,” racau Otja di awal lagu.

Nampaknya, sosok John akan menjadi tokoh utama dalam album mini mereka. Ini karena album mini tersebut akan diberi judul The Ballads of John.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Anarock

 

Cerita Iblis dan Manusia di Album Kedua Parakuat

Ranah musik elektronik di Indonesia selalu menarik untuk di simak, terlebih geliatnya di arus pinggir. Banyak seniman bunyi muncul dengan coraknya sendiri dan membawa hasil eksperimentasinya masing-masing. Ranah ini terus...

Keep Reading

The Jansen Persembahkan Album Ketiga

Usai melepas nomor “Mereguk Anti Depresan Lagi” yang cukup mencuri perhatian, The Jansen, trio punk rock dari kota hujan Bogor akhirnya meluncurkan album ketiganya bertajuk “Banal Semakin Binal” (29/7) dalam...

Keep Reading

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading